Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cheat Code: Cara Menang Lomba Makan Kerupuk Menurut Hukum Fisika, Bukan Cuma Hoki

Kota Semarang
Cheat Code: Cara Menang Lomba Makan Kerupuk Menurut Hukum Fisika, Bukan Cuma Hoki
Lomba makan kerupuk (pexels.com/Ahmad Firdaus)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Lomba makan kerupuk dapat memanfaatkan prinsip fisika, bukan sekadar hoki, terutama untuk menghadapi ayunan tali dan kerupuk yang bergerak.
  • Peserta disarankan menggigit saat kerupuk berada di titik balik ayunan, menjaga kepala sejajar gravitasi, lalu mendorong tubuh dari bawah agar ayunan horizontal mereda.
  • Gigit bagian pinggir kerupuk yang tipis untuk memusatkan tekanan; ketika kerupuk menipis, tahan napas sebentar agar sisa kerupuk tidak mudah bergoyang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times — Lomba makan kerupuk adalah salah satu kompetisi paling ikonis dan paling seru setiap kali perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia tiba. Di balik keseruannya, lomba ini terkenal sangat memancing emosi: kerupuk yang berayun ke sana kemari, tali yang bergoyang setiap kali disentuh, hingga mulut yang terdedikasi menggapai udara kosong.

Banyak yang menganggap kemenangan dalam lomba ini murni karena faktor hoki atau ukuran mulut yang lebar. Padahal, jika dibedah menggunakan sains, ada prinsip-prinsip mekanika klasik dan fisika terapan yang bisa kamu manfaatkan sebagai cheat code rahasia.

Berikut 4 strategi menang lomba makan kerupuk berdasarkan hukum fisika ala IDN Times. Yuk, simak biar kamu panen hadiah, Lur!

1. Hukum Inersia Newton: Kunci Meredam Ayunan Tali

Ilustrasi lomba makan kerupuk (unsplash.com/krisnaazie)
Ilustrasi lomba makan kerupuk (unsplash.com/krisnaazie)

Kendala terbesar saat menggigit kerupuk adalah gerakan pendulum (ayunan) akibat tali rafia yang sangat fleksibel.

Berdasarkan Hukum I Newton tentang Inersia, benda yang diam akan cenderung tetap diam, dan benda yang bergerak akan terus bergerak kecuali ada gaya luar yang memengaruhinya.

Jangan langsung menyambar kerupuk saat baru ditiup angin atau bergoyang. Tunggu kerupuk mencapai titik balik maksimum (amplitude peak) saat kecepatannya momen mendekati nol (v = 0). Di momen inilah posisi kerupuk paling stabil untuk digigit.

2. Manajemen Momen Gaya dan Garis Gravitasi

Lomba makan kerupuk diikuti pedagang Pasar Maricayya, Makassar, Rabu (17/8/2022). (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)
Lomba makan kerupuk diikuti pedagang Pasar Maricayya, Makassar, Rabu (17/8/2022). (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)

Banyak peserta yang salah kaprah dengan menggerakkan kepala secara liar mengejar kerupuk, yang justru mentransfer energi kinetik ke tali dan membuatnya makin bergoyang.

Goyangan tali dipicu oleh gaya gesek dari sentuhan bibir yang tidak presisi, menciptakan momen gaya (torque) yang memutar kerupuk.

Jaga posisi kepala tetap sejajar dengan sumbu vertikal gravitasi. Gunakan gerakan dorongan lurus dari bawah ke atas menggunakan kekuatan tungkai kaki (vertical push), bukan dorongan menyamping dari leher. Dorongan dari bawah meredam ayunan horizontal.

3. Trik Bite Force dan Titik Tumpu

lomba makan kerupuk (IDN Times/Iqbal Muhamad)
lomba makan kerupuk (IDN Times/Iqbal Muhamad)

Menggigit kerupuk tanpa bantuan tangan membutuhkan teknik distribusi tekanan yang efektif agar kerupuk langsung patah dan masuk ke mulut, bukannya terdorong makin jauh.

Tegangan (stress) pada bahan rapuh seperti kerupuk sangat bergantung pada luas permukaan kontak (P = F/A).

Jangan mencoba mengunyah bagian tengah kerupuk yang tebal dulu. Buka mulut lebar-lebar dan incarlah bagian pinggir terluar kerupuk yang paling tipis. Luas penampang yang kecil akan mengonsentrasikan tekanan gigi seri, sehingga kerupuk langsung terbelah (shear failure) tanpa perlu dorongan gaya yang besar.

4. Pusat Massa Saat Kerupuk Mulai Menipis

Penjual geprek di Pasar Purwoyoso Semarang ikut lomba makan kerupuk. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Penjual geprek di Pasar Purwoyoso Semarang ikut lomba makan kerupuk. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Saat kerupuk sudah tergigit separuh, sisa kerupuk yang menggantung di tali akan kehilangan keseimbangan pusat massanya (center of mass).

Berkurangnya bobot kerupuk membuat tali makin sensitif terhadap hembusan napas atau gerakan sekecil apa pun.

Kontrol pernapasanmu. Saat mendekati sisa kerupuk terakhir, tarik napas dan tahan sebentar (breath control) agar hembusan dari hidung atau mulut tidak memindahkan pusat massa kerupuk yang makin ringan tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More