Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sensus Ekonomi di Jateng: YouTubers dan Influencer Ikut Disurvei

Sensus Ekonomi di Jateng: YouTubers dan Influencer Ikut Disurvei
ilustrasi influencer (freepik.com/Lifestylememory)
Share Article

Semarang, IDN Times - Pelaksanaan survei untuk kebutuhan Sensus Ekonomi 2026 akan dilakukan di wilayah Jawa Tengah mulai 15 Juni. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menyatakan kegiatan Sensus Ekonomi akan dikerjakan di sejumlah kabupaten/kota dengan melihat analisa potensi pertumbuhan perekonomian kewilayahan. 

Kepala BPS Jateng, Ali Said mengatakan saat ini terdapat 36.000 petugas survei yang telah direkrut di area 35 kabupaten/kota.

Dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi, setiap petugas wajib membawa telepon genggam yang telah dilengkapi aplikasi Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI). Aplikasi CAPI digunakan untuk menginput data-data penduduk. Mulai dari informasi jumlah kepala keluarga, aktivitas harian termasuk penghasilan dan potensi usaha yang dimiliki setiap penduduk. 

"Data yang dikumpulkan dari survei ini tujuannya untuk membangun basis pertumbuhan perekonomian. Jadi pelaksanaan sensusnya bervariasi antara 30 menit sampai sejam. Kami telah merekrut petugas sensus sebanyak 36 ribuan. Syaratnya mereka wajib punya handphone dengan speak tertentu, posisinya bukan ASN, bukan PPPK. Bersedia meneken pakta integritas dan bersedia menjalankan tugasnya selama 2,5 bulan," kata Ali kepada IDN Times, Senin (1/7/2026). 

Lebih tegas lagi, Ali menyampaikan masing-masing petugas sudah diarahkan untuk mempertajam intuisi saat menggali informasi ke rumah-rumah penduduk. 

Menurutnya kegiatan petugas menggali informasi ke rumah penduduk menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Mengingat saat mewawancarai warga, mereka juga harus sanggup mengulik potensi penghasilan yang diperoleh si pemilik rumah. 

Dengan membekali kemampuan mewawancarai warga, ia menekankan setiap petugas sensus bisa menggali informasi tentang jenis usaha rumahan dan usaha digital di tiap wilayah. 

"Tentu dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi nanti tantangannya ada dua. Pertama sejauh mana petugas mampu menggali informasi usaha rumahan, usaha online. Karena semua bidang usaha, bisnis dan industri juga kita survei. Seperti sekarang ini banyak orang jadi Tiktoker, Youtubers, influencer, selebgram juga tetap mengikuti sensus. Maka tantangan selanjutnya bagaimana pelaku usaha berbasis teknologi ini mau jujur menyampaikan iinformasinya," terangnya. 

Pihaknya mengungkapkan setiap warga dan pelaku usaha tidak perlu khawatir ketika didatangi petugas sensus. 

Sebab pihaknya telah membekali petugas sensus dengan kode etik, kemampuan berkomunikasi yang baik serta melengkapi petugas dengan tanda pengenal resmi berupa rompi disertai bet berlogo BPS. 

Sebaran petugas sensus pun nantinya bervariasi dengan melihat cakupan jumlah penduduk tiap kabupaten/kota. Untuk jumlah petugas sensus terbanyak, katanya berada di Kabupaten Brebes sebanyak 1.600 orang. 

"Tiap kabupaten kota (jumlah petugas) bervariasi. Di Brebes paling banyak ada 1.600 orang karena daerahnya sangat luas. Terus di Kota Semarang juga lumayan banyak. Setiap petugas bergerak melakukan sensus dengan dibekali surat tugas dari BPS, pakai rompi yang dilengkapi bet BPS. Dengan rentang waktu 2,5 bulan memang tugas ini butuh dedikasi sepenuh hati. Kami akan memulai Sensus Ekonomi tanggal 15 Juni. Berakhirnya kisaran Agustus atau September," kata Ali. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Sensus Ekonomi di Jateng: YouTubers dan Influencer Ikut Disurvei

01 Jun 2026, 12:24 WIBNews