Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Rahasia Belanja Pintar saat Harga Pangan Naik, Kantong Tetap Aman!

Kota Semarang
5 Rahasia Belanja Pintar saat Harga Pangan Naik, Kantong Tetap Aman!
Ilustarasi seorang warga membawa kantong belanja di pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
  • Masyarakat diimbau belanja sesuai kebutuhan harian atau mingguan, bukan panic buying atau menimbun, karena perilaku tersebut dapat memperparah kelangkaan dan kenaikan harga pangan.
  • Saat bahan segar mahal, konsumen bisa memilih produk olahan seperti cabai bubuk, memanfaatkan pasar murah serta kios pangan, dan memakai pembayaran digital untuk promo sekaligus memantau anggaran.
  • Bank Indonesia dan pemerintah mendukung ketahanan pangan melalui bantuan petani dan infrastruktur; warga juga dapat menanam bumbu dapur sederhana di rumah untuk menghemat belanja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah nggak sih, pas lagi asyik ke pasar atau supermarket, tiba-tiba kaget melihat harga cabai dan beras yang diam-diam meroket? Buat para ibu rumah tangga, anak kos, atau siapa pun yang hobi masak, fluktuasi harga bahan pokok ini sering bikin pusing kepala dan dompet menjerit. Apalagi saat cuaca tidak menentu seperti musim kemarau panjang, gejolak harga pangan atau volatile food sering kali menjadi ancaman nyata bagi kantong kita.

Tenang saja, ya! Fenomena naik-turunnya harga ini sebenarnya adalah hal yang wajar. Ketimbang overthinking melihat struk belanjaan, lebih baik kita mulai menerapkan strategi belanja cerdas agar dapur tetap ngebul tanpa harus mengorbankan tabungan.

Yuk, simak cara jitu menyiasati dompet tipis di tengah dinamika harga pangan!

  1. 1. Jangan Panic Buying, Beli Secukupnya Saja

    Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho. (IDN Times/Dhana Kencana)
    Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho. (IDN Times/Dhana Kencana)

    Saat mendengar kabar harga beras atau bumbu dapur bakal naik, insting pertama kita biasanya adalah ingin memborong semuanya, kan? Hentikan kebiasaan ini! Membeli barang berlebihan apalagi sampai menimbun justru akan membuat barang semakin langka di pasaran dan harganya pun makin melambung tidak masuk akal.

    Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, yang akrab disapa Pak Nunu, kunci utama stabilitas harga sebenarnya ada di tangan masyarakat. Kita diimbau untuk membiasakan belanja bijak. Kalau harga sedang tinggi, jangan memaksakan diri, belilah sesuai dengan kebutuhan harian atau mingguan saja.

    "Jadi masyarakat ini sebenarnya yang memegang kunci... kita terus meningkatkan awareness melalui belanja bijak. Jadi supaya kalau harganya tinggi ya enggak terlalu memaksakan diri untuk beli atau misalnya beli secukupnya, tidak memborong atau menimbun," ungkap Pak Nunu kepada IDN Times, Kamis (13/8/2026).

  2. 2. Cerdas Cari Alternatif: Beralih ke Bahan Olahan

    Pedagang cabai melayani pembeli di pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi/)
    Pedagang cabai melayani pembeli di pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi/)

    Bagaimana kalau harga bahan segar sedang gila-gilaan? Jawabannya sederhana: switch ke produk olahan! Misalnya, alih-alih memaksakan diri membeli cabai merah atau cabai rawit segar yang harganya sedang pedas-pedasnya, kita bisa mulai menggunakan cabai olahan atau bubuk cabai berkualitas.

    Selain rasanya tetap enak dan praktis untuk memasak, cabai olahan ini jauh lebih tahan lama di dapurmu. Dengan strategi ini, kita bisa menekan tingginya permintaan bahan segar di pasar lokal, sekaligus membantu meredam lonjakan inflasi. Masakan tetap sedap, keuangan pun tetap sehat!

  3. 3. Manfaatkan Program Pasar Murah & Kios Pangan Terdekat

    Ilustrasi warga mengantre untuk membeli bahan pangan saat Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
    Ilustrasi warga mengantre untuk membeli bahan pangan saat Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

    Buat kamu yang ingin mendapatkan harga miring, jangan malas mencari informasi mengenai operasi pasar atau gerakan pasar murah di daerahmu. Pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara rutin mengadakan acara ini, bahkan sering digelar serentak di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

    Kamu juga bisa rutin berbelanja ke outlet khusus yang didukung pemerintah seperti Warung Inflasi, Kios Si Manis, atau Kios Pangan JTAB. Di tempat-tempat strategis ini, kebutuhan pangan sehari-hari dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau karena mereka berhasil memotong rantai distribusi yang biasanya memakan biaya tinggi.

  4. 4. Beralih ke Transaksi Digital Biar Makin Untung

    Penjual melayani pembeli yang membayar menggunakan QRIS. ( ANTARA FOTO/Andri Saputra)ransaksi-pada-semester-i-2026-1786616333.jpg
    Penjual melayani pembeli yang membayar menggunakan QRIS. ( ANTARA FOTO/Andri Saputra)

    Di era modern ini, berbelanja kebutuhan pokok tidak harus selalu menggunakan uang tunai yang rawan tercecer atau habis tanpa jejak. Saatnya beralih ke pembayaran digital seperti QRIS yang kini sudah merambah luas, mulai dari pedagang sayur di pasar tradisional hingga berbagai UMKM lokal.

    Selain proses transaksi menjadi lebih cepat dan efisien, biasanya banyak aplikasi pembayaran atau bank yang memberikan promo, diskon, hingga cashback yang lumayan untuk menghemat pengeluaran. Plus, dengan transaksi cashless, seluruh riwayat belanja akan tercatat rapi sehingga kamu lebih mudah mengontrol budget bulanan.

  5. 5. Dukung Ketahanan Pangan dari Lingkungan Terdekat

    Sutinah (65), petani perempuan memanen padi di Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Senin (22/12/2025). (IDN Times/Dhana Kencana)
    Sutinah (65), petani perempuan memanen padi di Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Senin (22/12/2025). (IDN Times/Dhana Kencana)

    Tahukah kamu kalau upaya mengamankan pasokan pangan juga dilakukan dari skala akar rumput? Bank Indonesia bersama pemerintah ikut turun tangan membantu para petani, mulai dari memberikan bibit padi Gamagora yang lebih hemat air untuk menghadapi dampak kekeringan El Nino, memberikan bantuan armada angkut di Wonosobo, hingga membangun greenhouse komunal di Ponpes Paguyangan.

    Kita di rumah pun bisa ikut ambil bagian! Mulailah dengan langkah kecil seperti menanam bumbu dapur sederhana—seperti cabai, tomat, atau daun bawang—di pot-pot kecil pekarangan rumah. Selain memangkas drastis uang belanja sayur, berkebun tipis-tipis bisa jadi sarana healing yang menyenangkan di akhir pekan.

    Intinya, meskipun kondisi ekonomi dan tantangan cuaca terkadang membuat harga pangan naik-turun, kita selalu bisa memegang kendali lewat kebiasaan berbelanja yang cermat dan adaptif. Pemerintah juga terus memastikan ketersediaan pangan tetap aman, jadi tidak ada alasan untuk panik berlebihan.

    Nah, dari kelima tips belanja cerdas di atas, trik mana nih yang jadi andalanmu saat tanggal tua melanda? Yuk, share cerita dan pengalaman belanja hematmu di kolom komentar!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More