Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gak Sampai Rp100 Ribu Seminggu! Trik Belanja Hemat Anak Kos, Biar Tetap Makan Enak

Kota Semarang
Gak Sampai Rp100 Ribu Seminggu! Trik Belanja Hemat Anak Kos, Biar Tetap Makan Enak
Seorang pedagang cabai di Pasar Karangayu Semarang tengah menata dagangan cabainya. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Anak kos bisa menekan belanja makan mingguan di bawah Rp100 ribu dengan beralih ke pasar tradisional, tanpa bergantung terus pada mi instan.
  • Susun menu tujuh hari dan daftar belanja agar bahan tidak terbuang; prioritaskan tempe, tahu, telur, serta bagian ayam ekonomis sebagai sumber protein.
  • Hematkan pengeluaran dengan paket bumbu racik dan belanja setelah pukul 10.00; simpan sayur serta ayam dengan benar agar lebih awet.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Gak Sampai Rp100 Ribu Seminggu! Trik Belanja Hemat Anak Kos di Pasar Tradisional Biar Tetap Makan Enak

Semarang, IDN Times — Menjelang akhir bulan atau saat uang saku mulai menipis, masalah utama anak kos biasanya berkisar pada urusan isi perut. Keinginan untuk tetap makan enak dan bergizi sering kali terbentur dengan anggaran yang terbatas. Alhasil, mi instan kerap menjadi "penyelamat" harian yang sebenarnya kurang sehat jika dikonsumsi terus-menerus.

Padahal, dengan modal tak sampai Rp100 ribu, kamu sudah bisa belanja bahan makanan untuk kebutuhan satu minggu penuh. Kuncinya adalah berpaling dari supermarket modern dan mulai memanfaatkan keberadaan pasar tradisional.

Berikut 4 trik belanja hemat anak kos di pasar tradisional agar tetap bisa makan enak seminggu ala IDN Times. Yuk, simak biar dompetmu tetap aman, Lur!

1. Terapkan Metode Meal Prep dan Susun Catatan Belanja Sebelum Berangkat

Pedagang sayur di Pasar Karangayu Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Pedagang sayur di Pasar Karangayu Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Belanja hemat tanpa rencana yang matang hanya akan berakhir pada pemborosan bahan makanan yang membusuk di dalam kulkas.

Tentukan menu sederhana untuk 7 hari ke depan (misalnya: tumis tempe, sup sayuran, ayam bumbu kuning, dan telur balado).

Tulis bahan yang benar-benar dibutuhkan beserta perkiraan jumlahnya. Catatan ini berfungsi sebagai penahan diri agar tidak tergiur membeli bahan makanan di luar perencanaan.

2. Utamakan Protein Nabati dan Pilih Protein Hewani Ekonomis

Seorang pedagang telur di Pasar Karangayu Semarang menata dagangannya di dalam lapak. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Seorang pedagang telur di Pasar Karangayu Semarang menata dagangannya di dalam lapak. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Protein adalah komponen terpenting agar kamu tetap kenyang lebih lama saat beraktivitas.

Dengan modal Rp10.000–Rp15.000, kamu sudah bisa mendapatkan 2 papan tempe besar dan satu wadah tahu yang cukup untuk lauk beberapa hari.

Belilah telur ayam seperempat atau setengah kilogram (sekitar Rp14.000–Rp15.000). Jika ingin makan daging ayam, belilah bagian dada fillet atau hati ampela yang harganya jauh lebih terjangkau dibanding bagian paha atau daging utuh.

3. Beli Bumbu Dapur Versi "Racik Paket" dan Belanja di Atas Jam 10 Pagi

Tumpukan cabai rawit setan dan keriting merah yang dijual di Pasar Karangayu Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Tumpukan cabai rawit setan dan keriting merah yang dijual di Pasar Karangayu Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pasar tradisional memiliki keunggulan fleksibilitas harga dan porsi yang tidak dimiliki supermarket.

Jangan ragu meminta pedagang membuatkan "paket bumbu" (misalnya: bumbu sop, bumbu lodeh, atau bumbu tumis seharga Rp2.000–Rp3.000). Ini jauh lebih hemat dibanding membeli tiap jenis rempah secara terpisah.

Jika memungkinkan, datanglah ke pasar menjelang siang (sekitar pukul 10.00 WIB). Para pedagang biasanya mulai menurunkan harga atau memberikan bonus porsi lebih banyak agar dagangan mereka cepat habis.

4. Maksimalkan Penyimpanan Bahan (Food Prep Storage)

Pedagang sembako di Pasar Karangayu Semarang belum menjual minyak goreng curah kemasan Minyakita. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Pedagang sembako di Pasar Karangayu Semarang belum menjual minyak goreng curah kemasan Minyakita. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Langkah terakhir agar uang Rp100 ribu tidak terbuang sia-sia adalah teknik penyimpanan setelah sampai di kos.

Cuci bersih, keringkan, lalu simpan sayuran di dalam wadah kedap udara yang dilapisi tisu dapur agar tidak cepat membusuk.

Jangan menyimpan ayam dalam keadaan mentah polos di freezer. Rebus atau ungkep dengan bumbu terlebih dahulu agar lebih awet, tidak berbau, dan siap digoreng kapan saja.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More