Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Titik Api Muncul di TPA Jatibarang Semarang, Ini Mitigasi dari DLH

Kota Semarang
4 Titik Api Muncul di TPA Jatibarang Semarang, Ini Mitigasi dari DLH
DLH Kota Semarang bersama Dinas Pemadam Kebakaran melakukan antisipasi kebakaran di TPA Jatibarang Semarang. (dok. DLH Semarang)
  • Empat titik api muncul di dalam dan sekitar TPA Jatibarang setelah 9 Juli 2026, namun berhasil dipadamkan cepat oleh tim gabungan sebelum meluas.
  • DLH Semarang memperkuat mitigasi dengan patroli tiap 4–6 jam, penyiraman berkala, delapan pipa injeksi air, flaring metana, drone, dan cadangan air 230 meter kubik.
  • Pengawasan aktivitas manusia diperketat melalui larangan merokok serta membuat perapian; Wali Kota meminta kesiapsiagaan seluruh personel tetap terjaga sepanjang musim kemarau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times – Ancaman kebakaran membayangi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang saat musim kemarau. Empat kejadian titik api tercatat muncul di dalam maupun sekitar kawasan TPA pasca Apel Kesiapsiagaan pada 9 Juli 2026.

Meski seluruh titik api berhasil dipadamkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang meningkatkan mitigasi kebakaran. Salah satu yang diantisipasi adalah api bawah permukaan (subsurface fire) yang dapat muncul dari timbunan sampah.

Kepala DLH Kota Semarang, Glory Nasarani mengatakan, petugas kini melakukan patroli rutin setiap empat hingga enam jam di zona-zona yang dinilai rawan kebakaran.

“Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun. Tim lapangan melakukan patroli rutin setiap 4 hingga 6 jam di seluruh zona rawan, didampingi penyiraman berkala oleh Tim Pemadam Kebakaran Kota Semarang setiap dua hari sekali serta penyediaan sistem on-call dengan response time di bawah 15 menit,” ungkapnya, Sabtu (15/8/2026).

  1. 1. Delapan pipa disiapkan antisipasi api di bawah timbunan sampah

    psel, tpa jatibarang
    Lokasi proyek Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya senilai Rp3 triliun di TPA Jatibarang. (dok. Pemkot Semarang)

    Salah satu perhatian DLH adalah potensi kebakaran yang terjadi di bawah permukaan timbunan sampah. Kondisi tersebut membuat penanganan tidak cukup hanya dengan melakukan penyiraman dari permukaan.

    Untuk mengantisipasinya, DLH menyiagakan delapan titik pipa yang dapat menginjeksikan air langsung ke dalam timbunan sampah.

    Mitigasi juga dilakukan dengan menjalankan flaring atau pembakaran terkendali gas metana setiap hari. Selain itu, petugas menyemprotkan biodekomposer dan melakukan penutupan menggunakan tanah (soil cover) secara bertahap pada zona aktif maupun pasif.

    Pemantauan dari udara menggunakan drone juga dilakukan untuk mendeteksi kondisi kawasan dan potensi titik api lebih cepat.

    Sementara untuk penanganan awal kebakaran, DLH menyediakan cadangan air sekitar 230 meter kubik. Mobil tangki TPA, pompa portabel, selang hingga alat pemadam api ringan (APAR) juga disiagakan.

  2. 2. Empat titik api sudah muncul, tim gabungan turun tangan

    tpa jatibarang, damkar, dlh, kebakaran
    DLH Kota Semarang bersama Dinas Pemadam Kebakaran melakukan antisipasi kebakaran di TPA Jatibarang Semarang. (dok. DLH Semarang)

    Kesiapsiagaan tersebut telah diuji dengan munculnya empat kejadian titik api setelah Apel Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Kebakaran TPA Jatibarang pada 9 Juli lalu.

    Menurut Glory, titik api ditemukan baik di dalam maupun sekitar kawasan TPA Jatibarang. Seluruh kejadian berhasil ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

    “Empat kejadian titik api berhasil ditangani dengan cepat berkat kolaborasi petugas TPA, Damkar, kelurahan, TNI, Polri, hingga warga sekitar. Dukungan logistik air serta armada tangki dan APAR di lokasi juga siap melakukan penanganan awal,” ujarnya.

    Selain menyiagakan petugas TPA, penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan dari Damkar, pemerintah kelurahan, kepolisian, TNI hingga masyarakat sekitar.

  3. 3. Merokok dan membuat perapian di TPA ikut diawasi

    Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang menemukan pembakaran ilalang di sekitar TPA Jatibarang, Minggu (22/10/2023). (dok. Damkar Semarang)
    Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang menemukan pembakaran ilalang di sekitar TPA Jatibarang, Minggu (22/10/2023). (dok. Damkar Semarang)

    Tak hanya mengandalkan peralatan pemadam, DLH juga memperketat pengawasan terhadap aktivitas manusia yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran.

    Pengemudi truk sampah, pemulung, pengepul hingga peternak yang beraktivitas di kawasan TPA menjadi sasaran sosialisasi. Mereka diminta tidak merokok ataupun membuat perapian atau diang di sekitar timbunan sampah.

    “Peralatan teknis di lapangan tidak akan maksimal tanpa kedisiplinan bersama. Kami meminta para pengemudi, pemulung, dan peternak betul-betul mematuhi larangan merokok serta tidak membuat perapian di kawasan TPA demi keselamatan bersama,” tegas Glory.

    Larangan tersebut menjadi penting karena timbunan sampah juga menghasilkan gas metana yang mudah terbakar. Karena itu, pengendalian sumber api menjadi bagian dari mitigasi selama musim kemarau.

  4. 4. Wali Kota minta kewaspadaan jangan kendor selama kemarau

    Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di TPA Jatibarang Semarang, Sabtu (7/10/2023). (IDN Times/bt)
    Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di TPA Jatibarang Semarang, Sabtu (7/10/2023). (IDN Times/bt)

    Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meminta seluruh personel mempertahankan kesiapsiagaan selama musim kemarau. Menurutnya, langkah mitigasi yang telah disiapkan sejak Juli tidak boleh mengendur meskipun titik-titik api sebelumnya berhasil ditangani.

    “Komitmen yang ditetapkan sejak Apel Kesiapsiagaan 9 Juli lalu harus terus dipertahankan. Selama musim kemarau belum usai, kewaspadaan seluruh jajaran tidak boleh kendor agar Kota Semarang tetap aman dan kondusif dari ancaman kebakaran TPA,” katanya.

    Penguatan mitigasi menjadi krusial mengingat kebakaran pada timbunan sampah tidak hanya berpotensi mengganggu operasional TPA. Asap yang ditimbulkan juga dapat berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat di kawasan sekitar.

    Dengan patroli setiap empat hingga enam jam, pengendalian gas metana, injeksi air ke timbunan hingga kesiapan pemadaman cepat, Pemkot Semarang kini berupaya mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran besar selama periode kemarau.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More