Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Banyak yang Salah Arti! Maksud Peribahasa Jawa Jer Basuki Mawa Beya Buat Cari Rezeki

Kota Semarang
Banyak yang Salah Arti! Maksud Peribahasa Jawa Jer Basuki Mawa Beya Buat Cari Rezeki
ilustrasi orang jawa (pexels.com/widiarto proboprasetyo)
  • Peribahasa Jawa "Jer basuki mawa beya" bermakna setiap keselamatan, kebahagiaan, dan kesuksesan memerlukan proses serta pengorbanan, bukan sekadar uang.
  • "Beya" mencakup waktu, tenaga, pikiran, ketahanan mental, hingga keberanian menanggalkan gengsi demi menjalani pekerjaan halal.
  • Falsafah ini menekankan perjuangan konsisten, kesabaran, doa, dan investasi pengembangan diri seperti pendidikan, pelatihan, atau modal usaha untuk meraih kesejahteraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak yang Salah Arti! Ini Maksud Asli Peribahasa Jawa Jer Basuki Mawa Beya Buat Cari Rezeki

Semarang, IDN Times - Dalam kehidupan bermasyarakat, kita tentu tidak asing lagi dengan peribahasa Jawa "Jer basuki mawa beya". Ungkapan klasik yang terpatri menjadi semboyan resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini kerap muncul saat membahas perjuangan hidup.

Namun, di tengah era modern dan dorongan mencari rezeki saat ini, peribahasa ini sering mengalami penyempitan makna. Banyak orang yang memaknainya secara mentah dan skeptis: "Semua hal di dunia ini ujung-ujungnya cuma butuh uang."

Padahal, falsafah leluhur Jawa ini memiliki kedalaman makna yang sangat mulia. Berikut 5 makna asli peribahasa Jer Basuki Mawa Beya dalam mencari rezeki yang perlu kamu pahami!

  1. 1. Arti Hakiki: Setiap Keberhasilan Butuh Pengorbanan

    pexels-elsyahta-10279441.jpg
    ilustrasi orang jawa (pexels.com/Iqbal Syah Farezi)

    Secara bahasa, peribahasa ini terdiri dari kata Jer (sesungguhnya), Basuki (keselamatan/kebahagiaan/kesuksesan), dan Mawa Beya (membutuhkan biaya/pengorbanan).

    Makna utamanya adalah setiap kebahagiaan dan kesuksesan hidup memerlukan proses serta pengorbanan. Keberhasilan tidak pernah jatuh begitu saja dari langit tanpa ada harga yang harus dibayar.

  2. 2. 'Beya' Bukan Cuma Uang, Tapi Juga Waktu dan Tenaga

    Ilustrasi orang jawa (Pixabay.com//masbebet christianto)
    Ilustrasi orang jawa (Pixabay.com//masbebet christianto)

    Kesalahan paling umum adalah mengartikan kata beya (biaya) hanya sebatas materi. Dalam menjemput rezeki, beya mencakup pengorbanan yang jauh lebih luas:

    Waktu: Kesediaan mengorbankan waktu istirahat untuk belajar dan bekerja keras.

    Tenaga & Pikiran: Pengorbanan energi, strategi, dan ketahanan mental saat menghadapi kegagalan.

  3. 3. Berani Mengorbankan Gengsi Demi Rezeki Halal

    Ilustrasi Orang Jawa (pixabay/Dedy_Timbul)
    Ilustrasi Orang Jawa (pixabay/Dedy_Timbul)

    Dalam mencari rezeki yang berkah, salah satu beya (pengorbanan) terberat bagi banyak orang adalah menanggalkan gengsi.

    Falsafah ini mengajarkan bahwa tidak ada pekerjaan halal yang merendahkan martabat. Pengorbanan berupa penurunan ego dan gengsi adalah modal utama untuk meraih keberhasilan (basuki).

  4. 4. Menolak Mental Instant Gratification

    pexels-capturavisualmoment-34973696.jpg
    ilustrasi orang jawa (pexels.com/Daniel Lee)

    Di era serba cepat, banyak orang mengidamkan rezeki berlimpah secara instan tanpa mau melewati proses.

    Peribahasa ini hadir sebagai pengingat realistis terhadap hukum alam: hasil tidak pernah mengkhianati proses. Jika menginginkan hasil yang besar, kita harus berani membayar 'biayanya' lewat perjuangan, kesabaran, dan doa yang konsisten.

  5. 5. Investasi Leher ke Atas (Pengembangan Diri)

    Pelajar Indonesia belajar di ruang kelas
    Ilustrasi pelajar mengikuti kegiatan belajar di kelas (pexels.com/Agung Pandit Wiguna)

    Materi memang menjadi bagian dari beya, namun bentuknya adalah investasi produktif.

    Menyisihkan rezeki untuk pendidikan, pelatihan keterampilan, atau modal usaha adalah bentuk pembayaran beya yang bijak demi mengundang basuki atau kesejahteraan yang lebih besar di masa depan.

    Saat berjuang mencari rezeki hari ini, ingatlah bahwa setiap tetes keringat dan lelah yang dirasakan adalah bagian dari beya yang sedang kamu bayarkan untuk meraih kesuksesan di masa depan!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More