Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TMMD di Sawah Besar Semarang Tuntas, Ini Dampak Positif bagi Warga

Kota Semarang
TMMD di Sawah Besar Semarang Tuntas, Ini Dampak Positif bagi Warga
Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin dan Kepala Staf Kodim 0733/Kota Semarang, Yohanes Heru Wibowo menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III 2026 di Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat (14/8/2026). (dok. Pemkot Semarang)
  • TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 di Sawah Besar, Semarang, selesai setelah sebulan kolaborasi TNI, pemerintah, dan warga untuk menangani hunian serta infrastruktur dasar.
  • Program merehabilitasi 10 rumah tidak layak huni, meninggikan jalan dan talud 200 meter di Dempel Barat, serta menyiapkan tandon air bersih dan kegiatan pemberdayaan warga.
  • Pemkot Semarang menekankan perawatan hasil TMMD dan penanganan banjir terintegrasi di sistem Sungai Tenggang, termasuk jalan, saluran, pompa, serta kolam retensi Rusunawa-Kaligawe.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III 2026 di Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, resmi berakhir. Selama sebulan, program kolaborasi TNI, pemerintah dan warga tersebut menghasilkan sejumlah pembangunan fisik yang menyasar persoalan dasar masyarakat, mulai dari rumah tidak layak huni (RTLH) hingga infrastruktur pengendali banjir.

Program yang dimulai sejak pertengahan Juli itu ditutup di Ruang Lokakrida Balai Kota Semarang, Jumat (14/8/2026). Penutupan dilakukan Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.

Salah satu hasil yang paling langsung dirasakan warga adalah rehabilitasi 10 unit RTLH. Perbaikan rumah tersebut mendapat dukungan dari Baznas Kota Semarang dan menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pengurangan jumlah hunian tidak layak di Kota Semarang.

Selain rumah warga, TMMD juga menghasilkan peninggian jalan dan talud sepanjang 200 meter di kawasan Dempel Barat. Infrastruktur tersebut menjadi penting bagi kawasan Sawah Besar yang juga menghadapi persoalan genangan dan banjir.

  1. 1. 10 rumah warga dibedah

    RTLH, wali kota semarang, agustina wilujeng
    Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengunjungi Mbah Muhammad salah satu warga penerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) tahun 2025 di Kecamatan Mijen, Minggu (20/7/2025). (dok. Pemkot Semarang)

    Iswar mengatakan, perbaikan RTLH bukan sekadar membangun fisik rumah, tetapi menyangkut kualitas hidup keluarga yang tinggal di dalamnya.

    “Rumah merupakan tempat tumbuh kembang anak-anak dan ruang beristirahat orang tua. Perbaikan sepuluh rumah di Sawah Besar ini memiliki arti besar bagi masa depan keluarga yang menghuninya,” ungkapnya.

    Program tersebut sejalan dengan target Pemkot Semarang yang tahun ini menargetkan pembenahan sekitar 2.500 unit RTLH. Pembiayaan dan pelaksanaannya dilakukan melalui kombinasi APBD, APBN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

    Dengan demikian, TMMD menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang ikut menopang target penanganan RTLH pemerintah kota.

    Persoalan yang ditangani TMMD tidak hanya soal hunian. Di kawasan Dempel Barat, TNI bersama Pemkot Semarang dan masyarakat menyelesaikan peninggian jalan sekaligus talud sepanjang 200 meter.

    Pembangunan ini berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur dasar di kawasan yang berada dalam sistem pengendalian Sungai Tenggang.

  2. 2. Percepatan pemerataan pembangunan

    rumah pompa, petudungan, drainase, banjir
    Pemkot Semarang tengah membangun rumah pompa baru di Jalan Petudungan, Kecamatan Semarang Tengah untuk mengatasi genangan dan banjir. (dok. Pemkot Semarang)

    Selain jalan dan talud, TMMD juga menghasilkan penyiapan tandon air bersih. Program nonfisik turut digelar melalui penyuluhan kesehatan keluarga, pembinaan remaja, pelatihan keterampilan, serta pelayanan administrasi bagi warga.

    Kepala Staf Kodim 0733/Kota Semarang, Yohanes Heru Wibowo mengatakan, TMMD Sengkuyung III mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.

    Menurutnya, program tersebut diarahkan untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi TNI dan pemerintah daerah.

    Usai TMMD selesai, pekerjaan rumah di Gayamsari belum berhenti. Kawasan Sawah Besar dan Kaligawe masih menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir Sungai Tenggang yang membutuhkan penanganan secara menyeluruh.

    Pemkot Semarang menyoroti keberadaan Kolam Retensi Rusunawa-Kaligawe yang memiliki luas sekitar 14,3 hektare dengan kapasitas tampung sekitar 228.700 meter kubik.

    Iswar menyampaikan, keberadaan jalan, talud, saluran, pompa, dan kolam retensi harus dipandang sebagai satu sistem. Infrastruktur tersebut perlu dirawat dan dikembangkan agar air dapat ditampung, dialirkan, dan dipompa secara terkendali.

    Pemkot Semarang juga tengah menyusun konsep pengelolaan banjir kawasan timur secara lebih terpadu. Salah satu opsi yang dikaji adalah pemanfaatan aset untuk membangun kolam-kolam retensi yang dapat saling terkoneksi.

    “Penanganan banjir harus dilakukan dari hulu hingga hilir dengan perencanaan yang matang dan melibatkan masyarakat,” terangnya.

  3. 3. Tak berhenti setelah TMMD ditutup

    Pengerjaan TMMD ke 111 di Pajang, Solo. IDNTimes/Larasati Rey
    Pengerjaan TMMD ke 111 di Pajang, Solo. IDNTimes/Larasati Rey

    Menurutnya, pembangunan fisik tidak akan cukup apabila tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan infrastruktur yang telah dibangun.

    Agustina meminta hasil pembangunan TMMD tidak berhenti setelah program resmi ditutup. Jalan, talud, tandon air, dan rumah warga yang telah diperbaiki harus dijaga agar manfaatnya dapat bertahan dalam jangka panjang.

    Gotong royong antara TNI, pemerintah, dan warga terbukti mampu menghadirkan perubahan yang nyata. Saya titip agar jalan, talud, tandon air, dan rumah yang sudah diperbaiki ini kita rawat bersama,” ujarnya.

    TMMD Sengkuyung III di Sawah Besar akhirnya tidak hanya meninggalkan daftar proyek yang selesai dikerjakan. Program tersebut juga memperlihatkan bagaimana persoalan hunian warga dan infrastruktur lingkungan di kawasan rawan banjir harus ditangani secara bersamaan.

    Namun, 10 rumah yang diperbaiki dan jalan 200 meter yang ditinggikan baru menjadi bagian kecil dari pekerjaan yang lebih besar: mengejar target ribuan RTLH sekaligus memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan timur Kota Semarang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More