Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Cara Kelola Minyak Jelantah, Biar Gak Dibuang Sembarangan di Semarang

Pixabay.com/id/myMuzick
Pixabay.com/id/myMuzick

Semarang, IDN Times - Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang mengajak masyarakat untuk mengelola sampah di lingkungannya. Adapun, yang digalakkan yaitu tidak membuang limbah jelantah sembarangan dan melakukan sedekah atau menabung sampah.

1. Limbah minyak jelantah untuk energi baru

IDN Times / Arief Rahmat
IDN Times / Arief Rahmat

Kepala DLH Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan, untuk mengelola limbah minyak jelantah warga bisa menukarkannya di 105 bank sampah yang tersebar di Kota Semarang. 

‘’Sebab, ada pihak yang akan mengolah limbah minyak jelantah untuk menjadi energi baru yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Mereka mengumpulkan minyak ini untuk dijadikan biodiesel," ungkapnya saat dikonfirmasi IDN Times Sabtu (18/9/2021).

2. Pembuangan minyak jelantah sembarang bisa cemari lingkungan

Pencemaran air paling bahaya (straitstimes.com)
Pencemaran air paling bahaya (straitstimes.com)

Saat ini Pemkot Semarang melalui DLH sedang menyusun skema soal kerja sama antara bank sampah dengan pihak ketiga yang akan memanfaatkan limbah jelantah tersebut.

"Saran kami kepada pihak ketiga agar bisa kerja sama dengan bank sampah. Sebab, bank sampah kami sudah didesain sebagai lembaga ekonomi, meski dari sisa sampah yang kecil-kecil tapi ekonomi bisa berjalan," tutur Sapto.

Dengan demikian, warga terus didorong untuk menukarkan limbah jelantah ke bank sampah. Cara tersebut bisa menyelamatkan bumi dari pencemaran lingkungan limbah minyak jelantah yang dihasilkan di masing-masing rumah tangga. 

Adapun, limbah minyak jelantah jika tidak dikelola dengan baik dan dibuang begitu saja akan berdampak pada pencemaran lingkungan. Seperti, mencemari tanah dan sumber air, karena limbah minyak jelantah sulit menyatu dan terurai. Sedangkan, jika limbah jelantah mengalir ke sungai hingga ke laut maka hanya akan mengapung di permukaan dan akan menghalangi sinar matahari masuk untuk proses fotosintesis biota laut.

"Sebaiknya juga masyarakat tidak menggunakan minyak jelantah secara berulang karena bisa mengganggu sistem kesehatan tubuh kita, dan jangan sampai buang limbah jelantah sembarang. Lebih baik ditukar di bank sampah agar bisa dikelola dengan baik," imbuhnya. 

3. DLH giatkan gerakan menabung sampah

Ilustrasi sampah plastik (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Ilustrasi sampah plastik (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Sementara, untuk mengelola sampah lainnya DLH menggiatkan gerakan menabung sampah di lingkungan instansi tersebut. Program ini sudah dimulai dari bulan Februari 2021 melanjutkan program sedekah sampah yang berjalan sebelumnya. 

Adapun, sistem tabungan sampah yang dilakukan oleh bank sampah induk Kota Semarang dibagi menjadi dua jenis. Nasabah dapat menabung sampah mereka yang saldonya terus di akumulasi setiap melakukan transaksi dan dapat diambil sewaktu-waktu apabila diinginkan.

Kedua, nasabah bisa langsung menukarkan sampah mereka dengan uang tunai sewaktu nasabah menyerahkan sampah pada saat itu juga.

‘’Sampah yang dikumpulkan biasanya sisa hasil kegiatan harian perkantoran seperti kertas HVS yang tidak terpakai, kardus bekas, plastik sisa kemasan, botol plastik bekas minuman, bahkan ada yang mengumpulkan minyak jelantah yang biasanya dibawa dari rumah masing-masing.

4. Bank sampah bisa terima sampah organik

Ilustrasi sampah organik. (tasteofhome.com)
Ilustrasi sampah organik. (tasteofhome.com)

Ada juga dari hasil jemput ke bidang dan sebagian ada yang mengantar langsung ke bank sampah induk,’’ jelas Sapto. 

Rata rata pengumpulan perminggu dari program tabungan sampah dibilang cukup banyak. Dengan kisaran pengumpulan rata rata 20 kg untuk sampah kertas HVS, 5 kg sampah plastik, 5 kg sampah botol plastik, dan 8 liter jelantah per minggunya.

‘’Untuk saat ini bank sampah induk hanya menerima sampah dari bahan nonorganik. Ke depannya bak sampah induk akan mencoba untuk menerima sampah organik yang akan diolah menjadi beberapa hasil seperti untuk bahan baku kompos, eco enzyme dan sumber makanan magot,’’ tandasnya. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anggun Puspitoningrum
EditorAnggun Puspitoningrum
Follow Us