Semarang, IDN Times - Sebanyak 2.866 personel gabungan dari Polrestabes Semarang dan Polda Jawa Tengah meningkatkan kesiapsiagaan menjelang aksi demo 2 tahun kepemimpinan Prabowo Subianto.
Aksi demo rencananya digelar di beberapa titik simpul Semarang termasuk seputaran Gubernuran Jalan Pahlawan.
Informasi dari Polda Jateng menyebutkan personel yang disiagakan mulai 770 anggota Polrestabes Semarang, 1.942 personel BKO Polda Jateng, ditambah 154 aparat TNI, petugas Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Kesehatan.
Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menegaskan kesiapan pengamanan harus diimbangi dengan pelaksanaan tugas yang profesional dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
Roy berkata dengan koordinasi dan perencanaan yang matang, jajaran kepolisian diharapkan mampu mengawal penyampaian aspirasi secara humanis, menjaga ketertiban, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang tetap menjalankan aktivitasnya di Kota Semarang.
Roy menekankan agar seluruh personel mengedepankan tindakan persuasif, humanis, dan berwibawa.
Ia menyarankan semua polisi yang bertugas saat demo 2 tahun Prabowo supaya menghindari sikap arogan maupun perkataan yang dapat memicu konflik.
Selain kesiapan personel, pengaturan arus lalu lintas dan pengawalan pergerakan peserta aksi turut menjadi perhatian. Koordinasi dengan instansi terkait disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan yang terdampak kegiatan. Sehingga mobilitas masyarakat tetap terlayani dan potensi gangguan terhadap aktivitas warga dapat diminimalkan.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto juga mengklaim personelnya nanti jadi pengawal proses demokrasi. Untuk itu, Polda Jateng siap memberikan pelayanan kepolisian secara profesional, humanis serta dengan mengedepankan komunikasi dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
“Polri hadir untuk mengawal masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib. Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, menghormati hak sesama, serta tidak mudah terprovokasi. Kepada masyarakat, kami mengimbau agar tetap beraktivitas seperti biasa dengan memperhatikan kondisi lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar kata Yuli.
