Dies Natalis ke-69, Undip Semarang Pamerkan Riset yang Jawab Masalah Masyarakat

Undip menegaskan hilirisasi riset pada Dies Natalis ke-69 agar penelitian tak berhenti di publikasi, melainkan menjawab tantangan perubahan iklim, pangan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Inovasi Undip mencakup desalinasi di 11 titik, pendampingan 1.200 nelayan ikan teri hingga ekspor, serta teknologi pangan, pengelolaan limbah, dan energi pengering rumput laut.
Bappenas mendorong kampus memakai pendekatan living laboratory dan kolaborasi lintas sektor; Undip dinilai berpotensi menangani abrasi, rob, ketahanan pangan, serta ekonomi masyarakat pesisir.
Undip pada Dies Natalis ke-69 menegaskan hilirisasi riset agar kampus tidak hanya mengejar publikasi dan peringkat, tetapi menghadirkan solusi bagi tantangan masyarakat.
Inovasi Undip mencakup desalinasi di 11 titik, pendampingan 1.200 nelayan teri hingga ekspor, serta teknologi pangan, lingkungan, dan energi yang membuka pekerjaan perempuan.
Bappenas mendorong kampus memakai living laboratory dan kolaborasi lintas sektor; dampak nyata riset dinilai sebagai ukuran penting keunggulan universitas, melampaui publikasi dan reputasi ilmiah.
Semarang, IDN Times – Universitas Diponegoro (Undip) memperkuat hilirisasi riset agar hasil penelitian kampus bisa menjawab persoalan masyarakat. Sejumlah inovasi yang dikembangkan telah dimanfaatkan, mulai dari teknologi pengolahan air laut menjadi air siap minum hingga pendampingan usaha nelayan yang berhasil membuka akses ekspor.
1. Undip berupaya perluas penerapan riset

Sidang Terbuka Senat Akademik untuk memperingati Dies Natalis ke-69 Undip di Muladi Dome, Kampus Tembalang, Semarang, Kamis (15/10/2026). (dok. Undip) Komitmen tersebut disampaikan Rektor Undip, Suharnomo, dalam Sidang Terbuka Senat Akademik untuk memperingati Dies Natalis ke-69 Undip di Muladi Dome, Kampus Tembalang, Semarang, Kamis (15/10/2026).
Menurut Suharnomo, perguruan tinggi tidak cukup hanya mengejar reputasi akademik, jumlah publikasi ilmiah, atau pemeringkatan internasional. Kampus juga harus mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Di tengah tantangan perubahan iklim, ketahanan pangan, disrupsi teknologi, dan ketidakpastian global, Undip berupaya memperluas penerapan riset agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
2. Teknologi air bersih hingga pemberdayaan nelayan

Inovasi Desalinasi Air yang dikembangkan Universitas Diponegoro (Undip) menjangkau wilayah pesisir Kabupaten Pemalang. (dok. Undip) Salah satu inovasi Undip adalah teknologi desalinasi yang mengolah air laut menjadi air siap minum. Teknologi tersebut telah dimanfaatkan di 11 titik, termasuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa, Maluku, dan Nusakambangan. Inovasi ini juga digunakan untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Di sektor ekonomi pesisir, pendampingan usaha ikan teri turut membuka akses ekspor ke Jepang, Singapura, dan Sri Lanka. Program tersebut melibatkan sekitar 1.200 nelayan dan membuka lapangan kerja bagi 200 perempuan.
Undip juga mengembangkan teknologi pengering rumput laut berbasis tenaga surya dan biomassa. Sementara di bidang pangan dan lingkungan, inovasi yang dikembangkan mencakup pencegahan stunting serta pengolahan limbah menjadi kompos, budidaya maggot, dan teknologi pirolisis.
Berbagai program tersebut memperlihatkan potensi riset perguruan tinggi untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
3. Riset kampus didorong menjawab masalah daerah

Para mahasiswa memamerkan produk dan inovasi di kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu (7/10/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum) Pentingnya penerapan hasil penelitian juga menjadi sorotan Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, dalam orasi ilmiahnya.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran lebih luas daripada mencetak lulusan berkualitas. Kampus juga perlu menjadi penggerak produktivitas, sumber inovasi, penghubung kerja sama global, dan bagian dari penyelesaian persoalan sosial, ekonomi, serta lingkungan.
Pungkas mendorong perguruan tinggi mengembangkan pendekatan living laboratory, yakni pemanfaatan wilayah dan persoalan nyata sebagai ruang penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, keunggulan Undip dalam bidang kebumian, lingkungan, peternakan, kelautan, dan ekonomi berpotensi menjawab berbagai persoalan di daerah, termasuk abrasi, banjir rob di Pantura, ketahanan pangan, dan pengembangan usaha masyarakat pesisir.
Salah satu praktik yang disorot adalah pengembangan Desa Bedono, Kabupaten Demak, melalui rehabilitasi mangrove, kolaborasi penelitian internasional, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Pendekatan tersebut membutuhkan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Pengukuran dampak juga diperlukan agar manfaat program dapat berkelanjutan dan berpotensi diterapkan di wilayah lain.
4. Dampak riset jadi ukuran keunggulan kampus

Sidang Terbuka Senat Akademik untuk memperingati Dies Natalis ke-69 Undip di Muladi Dome, Kampus Tembalang, Semarang, Kamis (15/10/2026). (dok. Undip) Perspektif serupa disampaikan Prof. Datuk ChM. Ts. Dr. Taufiq Yap Yun Hin dari Universiti Putra Malaysia melalui orasi ilmiah bertajuk From Research Excellence to Global Impact: Building a World-Class University.
Ia menilai jumlah publikasi, pendanaan penelitian, dan reputasi ilmiah tetap penting, tetapi belum cukup untuk menggambarkan keberhasilan sebuah universitas. Ukuran yang lebih mendasar adalah sejauh mana ilmu pengetahuan dan hasil penelitian mampu membawa perubahan bagi kehidupan manusia.
Taufiq juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia, kualitas pembelajaran, jejaring penelitian internasional, dan ekosistem inovasi untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi.
Dalam peringatan Dies Natalis ke-69 ini, Undip turut memberikan apresiasi kepada tujuh akademisinya yang masuk daftar 2 persen ilmuwan terbaik dunia versi Elsevier 2026. Acara juga diisi dengan peluncuran Learning Management System (LMS) DELTA serta pemberian penghargaan kepada dosen, doktor baru, dan tenaga kependidikan berprestasi.
Melalui momentum Dies Natalis ke-69, Undip menegaskan komitmen memperkuat sinergi dan inovasi dengan mendorong hasil penelitian keluar dari ruang akademik agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.





















