Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ditlantas Polda Jateng Bakal Tindak Tegas Sopir Truk yang Jalan Lelet

Kota Semarang
2 min read
Ditlantas Polda Jateng Bakal Tindak Tegas Sopir Truk yang Jalan Lelet
ilustrasi truk berjalan di jalan tol (pexels.com/craigadderley)
  • Ditlantas Polda Jateng akan menindak sopir truk yang melaju pelan di lajur kanan tol serta kendaraan dengan lampu belakang bermasalah, menyusul keluhan dan risiko tabrak belakang.

  • Kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah Januari–September 2026 naik 28 persen menjadi 6.935 kejadian dibanding periode sama 2025, sehingga kepatuhan keselamatan menjadi fokus.

  • Operasi Patuh Candi berlangsung 26 Oktober–8 November 2026, memakai ETLE dan tilang manual selektif untuk pelanggaran berisiko fatal seperti lawan arus, terobos lampu merah, tanpa helm, dan bonceng tiga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah menegaskan bakal menindak tegas para sopir truk yang kerap melanggar aturan berkendara di ruas jalan tol. 

Penindakan nantinya difokuskan pada perilaku sopir truk yang terpantau lalai saat mengendarai armadanya di ruas tol.

"Karena banyak keluhan masyarakat di jalur tol mengingat Tol Jawa termasuk area lintas tol bagian tengah utama, maka untuk angkutan truk yang jalan pelan di jalur kanan, lampu redup-redup karena sering kejadian tabrak belakang. Maka itu jadi salah satu target kita. Ini yang harus jadi kesadaran bagi pengendara," ujar Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Muhammad Aldian di sela gelar operasi patuh candi di Mapolda Jateng, Senin (26/10/2026).

  1. Lakalantas meningkat 28 persen

    ilustrasi truk (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
    ilustrasi truk (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

    Diungkapkannya bahwa angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah pada periode Januari hingga September 2026 meningkat 28 persen atau mencapai 6.935 kejadian ketimbang periode yang sama tahun 2025 silam.

    Kondisi tersebut menjadi perhatian serius sehingga diperlukan langkah konkret untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat, terutama terhadap aturan yang berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan.

    “Operasi Patuh bukan ajang untuk memperbanyak tilang. Keberhasilan operasi diukur dari meningkatnya kesadaran kepatuhan dan keselamatan, bukan dari banyaknya penindakan," jelasnya.

  2. Dirlantas tegaskan pemotor cenglu akan disikat

    Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Muhammad Aldian saat gelar Operasi Patuh Candi di Mapolda Jateng.
    Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Muhammad Aldian di sela gelar operasi patuh candi di Mapolda Jateng, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Lebih lanjut lagi, pihaknya juga akan melakukan penindakan yang menyasar pada perilaku pengendara yang beresiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang fatal.

    Ia bilang tindakan tegas untuk pengendara yang menerabas lampu merah, tidak menyalakan lampu di bemper belakang, lawan arus dan pengendara cenglu atau pembonceng tiga.

    "Kita lakukan penindakan yang mengakibatakan kecelakaan fatal. Semisal menerobos traffic lights, di tol lampu tidak menyala di belakang, lawan arus, tidak pakai  helm dan pembonceng tiga. Jadi kita fokus ke potensi lakalantas yang menyebabkan fatalitas," tegasnya.

  3. Penindakan dilakukan dari ETLE dan tilang manual

    ilustrasi pengendara motor di jalan ramai (pexels.com/Jimmy Liao)
    ilustrasi pengendara motor di jalan ramai (pexels.com/Jimmy Liao)

    Operasi patuh candi, katanya dikerjakan dua minggu mulai 26 Oktober-8 November 2026. Dalam pelaksanaannya, penegakan hukum dilakukan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun tilang manual secara selektif sesuai tingkat risiko pelanggaran. 

    Personel yang bertugas di lapangan juga berada dalam pengawasan pengamanan internal dan perwira pengendali untuk memastikan operasi berjalan sesuai ketentuan. 

    "ETLE masih tetap dan penilangan manual juga skala prioritas. Semua personel sudah mengawasi termasuk dari pengamanan dan perwira pengendali. Untuk penilangan manual khusus yang berpotensi fatalitas. Hanya saja kita lakukan humanisme," paparnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More