Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Google Cloud Perluas Ekosistem AI, Integrasikan Model OpenAI dan Codex

Kota Semarang
3 min read
Google Cloud Perluas Ekosistem AI, Integrasikan Model OpenAI dan Codex
Google Cloud Next 2026. (IDN Times/Uni Lubis)
  • Google Cloud mengintegrasikan model OpenAI dalam model garden, memungkinkan pelanggan perusahaan memilih GPT-6 Astra, GPT 6.1 Sol, atau GPT 6.0 Luna sesuai kebutuhan.

  • Penggunaan model OpenAI diproses melalui Google Cloud Marketplace dengan tagihan terpadu, dukungan komitmen cloud dan FSP, serta integrasi API, Codex, dan platform Gemini.

  • Google Cloud menyatakan data pelanggan tetap terlindungi, dengan kueri terisolasi, audit terpadu, VPC Service Controls, serta opsi Zero Data Retention dan Confidential Compute yang akan tersedia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Google Cloud memperluas pilihan model kecerdasan buatan (AI) bagi pelanggan perusahaan dengan menghadirkan model OpenAI di platformnya. Melalui integrasi ini, pelanggan dapat mengakses model AI dari berbagai penyedia dalam satu ekosistem untuk mendukung kebutuhan bisnis dan pengembangan agen AI.

President sekaligus Co-founder OpenAI, Greg Brockman mengatakan, integrasi tersebut memperluas akses pelanggan terhadap teknologi AI OpenAI melalui platform yang telah digunakan untuk mengembangkan berbagai solusi bisnis.

“Dengan begitu, pelanggan memiliki lebih banyak pilihan dalam memanfaatkan teknologi AI terdepan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem agen AI bersama-sama,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).

  1. 1. Tiga model OpenAI hadir untuk kebutuhan berbeda

    ilustrasi logo Open AI (pexels.com/Andrew Neel)
    ilustrasi logo Open AI (pexels.com/Andrew Neel)

    Melalui model garden Google Cloud, pelanggan perusahaan dapat memilih model AI sesuai kebutuhan pekerjaan, mulai dari tugas sehari-hari hingga pemrograman dan riset yang kompleks.

    Adapun, berikut tiga model OpenAI yang tersedia melalui program private preview bagi pelanggan perusahaan. Pertama, GPT-6 Astra dirancang untuk pekerjaan kompleks, termasuk pemrograman, penggunaan komputer, tugas profesional, dan riset ilmiah.

    Kedua, GPT 6.1 Sol menawarkan kemampuan kecerdasan yang diklaim setara dengan Astra dengan biaya lebih rendah. Model ini ditujukan untuk kebutuhan seperti pemrograman berbasis agen AI dan pekerjaan profesional.

    Ketiga, GPT 6.0 Luna, model yang mengutamakan kecepatan dan efisiensi biaya untuk mendukung pekerjaan sehari-hari dalam skala besar.

    CEO Google Cloud, Thomas Kurian menjelaskan, penambahan model OpenAI memberikan keleluasaan kepada pelanggan untuk memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

    “Kami terus berkomitmen untuk memberikan beragam pilihan model kepada pelanggan, termasuk model dari OpenAI. Hal ini bertujuan agar pelanggan dapat memilih model yang paling sesuai untuk setiap kebutuhan. Dengan demikian, pelanggan dapat memperoleh hasil yang optimal dengan biaya yang lebih efisien,” jelasnya.

    Pelanggan juga dapat mengganti model secara dinamis berdasarkan kebutuhan performa, latensi, dan efisiensi biaya tanpa harus bergantung pada satu arsitektur AI.

  2. 2. Transaksi model AI terintegrasi dalam tagihan Google Cloud

    ilustrasi Google Cloud (www.linkedin.com/pulse)
    ilustrasi Google Cloud (www.linkedin.com/pulse)

    Integrasi ini juga ditujukan untuk mempermudah pengelolaan penggunaan AI di lingkungan perusahaan.

    Transaksi model OpenAI dilakukan melalui Google Cloud Marketplace sehingga biaya penggunaannya tercatat dalam satu tagihan Google Cloud. Pelanggan juga dapat memanfaatkan komitmen cloud yang telah dimiliki serta Flexible Savings Plans (FSP) yang mencakup penggunaan berbagai model AI.

    Bagi developer, ketersediaan ratusan model dalam satu platform memberikan fleksibilitas untuk membangun aplikasi dan agen AI sesuai kebutuhan tanpa harus mengandalkan satu penyedia model.

    Google Cloud juga menyebut pelanggan dapat membangun solusi melalui API Google Cloud serta menghubungkan alur kerja Codex CLI dan Codex Desktop yang berjalan secara lokal ke platform Gemini untuk menjalankan inferensi model.

    Dalam waktu dekat, model OpenAI juga direncanakan hadir di Gemini for Business dan Google Antigravity.

  3. 3. Google Cloud klaim data pelanggan tetap terlindungi

    Tangkapan layar perkenalan AI Mode (Dok.youtube.com/Google)
    Tangkapan layar perkenalan AI Mode (Dok.youtube.com/Google)

    Selain fleksibilitas model dan biaya, Google Cloud menyoroti aspek keamanan serta tata kelola data untuk penggunaan AI di lingkungan perusahaan.

    Google Cloud menyatakan bahwa prompt, konteks, dan output pelanggan tetap berada dalam batas data yang telah ditetapkan serta tidak digunakan untuk melatih model AI fondasi.

    Google Cloud juga menyebut model OpenAI akan berjalan pada infrastruktur khususnya. Seluruh kueri diproses melalui gerbang akses yang diperkuat dan terisolasi, sementara penyedia model pihak ketiga tidak memiliki akses tanpa izin ke lingkungan cloud pelanggan.

    Platform tersebut turut mendukung autentikasi identitas, pencatatan audit terpadu, dan perlindungan melalui VPC Service Controls.

    Adapun opsi Zero Data Retention (ZDR), yang memungkinkan data tidak disimpan setelah pemrosesan, serta dukungan Confidential Compute disebut akan segera tersedia.

    Model GPT-6 Astra, GPT 6.1 Sol, dan GPT 6.0 Luna saat ini mulai diperkenalkan melalui program private preview bagi pelanggan perusahaan terpilih. Model lainnya dijadwalkan menyusul.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More