Salatiga, IDN Times - PLN meningkatkan kapasitas peralatan di dua gardu induk (GI) 150 kV di wilayah Salatiga. Upaya itu untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan sekaligus mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik.
Hadapi Lonjakan Beban Listrik, PLN Perkuat Dua Gardu Induk di Salatiga

1. Jaga kemampuan sistem hadapi pertumbuhan beban listrik
Peningkatan kapasitas atau uprating dilakukan di GI 150 kV Jelog dan GI 150 kV Sanggrahan. Pekerjaan tersebut telah rampung dan diikuti proses energize atau pemberian tegangan pada peralatan yang ditingkatkan kapasitasnya.
PLN menyebut penguatan infrastruktur tersebut penting untuk menjaga kemampuan sistem dalam menghadapi pertumbuhan beban listrik di masa mendatang, termasuk kebutuhan pelanggan rumah tangga maupun sektor industri.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT), Amiruddin mengatakan, keberhasilan proyek tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur transmisi agar pasokan listrik tetap andal.
“Sinergi yang solid antar unit membuktikan komitmen kami untuk terus menghadirkan infrastruktur listrik yang andal. Kami optimis peningkatan kapasitas di GI Jelog dan Sanggrahan ini akan memberikan fondasi kelistrikan yang tangguh demi mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).
2. Sejumlah peralatan utama diganti
Peningkatan kapasitas tidak hanya dilakukan melalui pengoperasian peralatan baru, tetapi juga mencakup peremajaan sejumlah komponen utama pada gardu induk. Pada GI Jelog, pekerjaan meliputi uprating Bay Sanggrahan 1 dan 2 serta energize pada Bay Line Sanggrahan 1.
Sementara di GI Sanggrahan, pekerjaan mencakup uprating Bay Jelog 1 dan 2 serta penyelesaian pada Bay Line Jelog 1.
Sejumlah peralatan yang diperbarui antara lain Lightning Arrester (LA), pemisah (PMS) line, Capacitive Voltage Transformer (CVT), Current Transformer (CT), Pemutus Tenaga (PMT), serta PMS bus 1 dan 2.
PLN juga melakukan penggantian konduktor. Komponen tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penyaluran daya karena memungkinkan sistem membawa kapasitas listrik yang lebih besar.
3. Dikerjakan lintas unit
Pengerjaan proyek melibatkan sejumlah unit PLN, mulai dari PLN UIT JBT, PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga, hingga PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Salatiga.
Dukungan juga diberikan PLN Pusmanpro UPMKI-PSO Jateng 1 dan PLN Pusat Sertifikasi (PUSERTIF). Sementara pengaturan operasional beban selama pekerjaan dikawal PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Tengah dan DIY (UP2B JTD).
Manager PLN UPT Salatiga, Ardylla Rommyonegge mengatakan, pekerjaan peningkatan kapasitas tersebut memiliki tantangan teknis karena menyangkut sejumlah peralatan utama sistem transmisi.
“Penggantian konduktor dan peningkatan kapasitas pada sejumlah peralatan utama seperti CT, PMT, hingga PMS di GI Jelog dan Sanggrahan ini akan sangat berdampak positif pada stabilitas sistem kelistrikan kita ke depannya,” ujarnya.
Menurut Ardylla, seluruh pekerjaan juga dilakukan dengan menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3). PLN menyatakan proses pengerjaan hingga energize berlangsung tanpa kecelakaan kerja.
‘’Kami berharap penguatan kapasitas kedua gardu induk tersebut dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi sistem transmisi dalam menghadapi peningkatan kebutuhan listrik, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan industri di wilayah Jawa Tengah,’’ pungkasnya.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Tower Listrik Terpapar Kebakaran TPA Putri Cempo Solo, PLN Siapkan Mitigasi15 Sep 2026, 06:05 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- Layani 12,7 Juta Pelanggan di Jateng, Bos PLN Turun Langsung ke Loket09 Sep 2026, 06:30 WIB