Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hampir Setahun di Solo, Permintaan Taksi Bluebird Tumbuh 17 Persen

Kota Surakarta
3 min read
Hampir Setahun di Solo, Permintaan Taksi Bluebird Tumbuh 17 Persen
Taksi Bluebird di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Menjelang setahun beroperasi di Solo, permintaan taksi Bluebird tumbuh rata-rata 17 persen per kuartal, didorong wisatawan menuju destinasi, hotel, dan simpul transportasi.
  • Bluebird mengoperasikan 100 taksi serta memperluas akses di stasiun, hotel, pusat belanja, dan rumah sakit; layanan Goldenbird dan Cititrans turut tersedia untuk kebutuhan berbeda.
  • Aplikasi MyBluebird menyumbang 47 persen pemesanan, dengan fitur tarif tetap dan pemesanan awal; perusahaan menjaga kualitas melalui pembekalan pengemudi, pemeriksaan armada, serta kolaborasi komunitas lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surakarta, IDN Times – Bluebird Group mencatat pertumbuhan permintaan layanan taksi di Solo rata-rata 17 persen setiap kuartal menjelang satu tahun operasionalnya. Wisatawan menjadi salah satu penyumbang utama permintaan, terutama untuk perjalanan menuju destinasi wisata, hotel, dan simpul transportasi.

Untuk mengimbangi kebutuhan perjalanan tersebut, Bluebird kini mengoperasikan 100 unit taksi di Solo. Perusahaan juga memperluas akses layanan di sejumlah lokasi strategis serta melanjutkan kolaborasi dengan operator taksi lokal, Kosti Solo.

  1. 1. Perluas akses di stasiun hingga rumah sakit

    Sigit dan Andre Djokosoetono berada di depan armada Bluebird Prime, dengan latar sejumlah kendaraan transportasi.
    Sigit & Andre Djokosoetono di depan armada Bluebird Prime

    Kepala Operasi Bluebird Group Solo, Raden Nano, mengatakan kemudahan akses menjadi salah satu fokus perusahaan. Selain melayani wisatawan, Bluebird berupaya meningkatkan pemanfaatan layanan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat lokal.

    “Kami memastikan pelanggan dapat menjangkau layanan Bluebird di berbagai lokasi strategis, mulai dari stasiun, kawasan hotel, pusat perbelanjaan, hingga rumah sakit. Kehadiran di titik-titik ini menjadi langkah untuk lebih dekat dengan kebutuhan konektivitas pelanggan ke berbagai tujuan perjalanan,” ujar Nano dalam keterangan tertulis, Minggu (16/10/2026).

    Selain taksi, Bluebird Group menyediakan Goldenbird untuk kebutuhan sewa kendaraan per jam maupun harian. Sementara itu, layanan Cititrans tersedia untuk perjalanan antarkota antarprovinsi.

    Pilihan tersebut ditujukan untuk mengakomodasi perjalanan di Solo dan sekitarnya maupun kebutuhan pelanggan yang ingin melanjutkan perjalanan ke kota lain.

  2. 2. MyBluebird jadi kanal utama dengan kontribusi 47 persen

    IMG_2990.jpeg
    Taksi Bluebird di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

    Pemesanan melalui kanal digital turut mendukung layanan Bluebird di Solo. Perusahaan menyebut aplikasi MyBluebird menjadi kanal utama dengan kontribusi sebesar 47 persen.

    Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat menggunakan fitur Fixed Price untuk mengetahui tarif sejak awal. Ada pula fitur Advance Booking bagi pelanggan yang ingin memesan kendaraan sebelum waktu perjalanan.

    Selain melalui aplikasi, pelanggan tetap dapat mengakses taksi melalui call center, menyetop kendaraan secara langsung di jalan, maupun mendatangi pangkalan resmi.

    Dengan sejumlah pilihan akses tersebut, pelanggan dapat menyesuaikan cara pemesanan dengan kebutuhan perjalanan mereka.

  3. 3. Jaga kualitas layanan dan buka kolaborasi komunitas.

    Pengemudi armada taksi Bluebird, anak perusahaan Bluebird Group. (IDN Times/Dhana Kencana)
    Pengemudi armada taksi Bluebird, anak perusahaan Bluebird Group. (IDN Times/Dhana Kencana)

    Head of Communications & Community PT Blue Bird Tbk, Sekar Adisty, mengatakan pertumbuhan layanan perlu diikuti dengan kualitas pelayanan yang konsisten. Upaya tersebut dilakukan melalui pembekalan pengemudi dan pemeriksaan armada secara rutin.

    “Pertumbuhan layanan harus berjalan seiring dengan kualitas yang konsisten di setiap perjalanan,” kata Sekar.

    Selain memperkuat pelayanan, Bluebird membuka peluang kerja sama dengan komunitas lokal. Kolaborasi tersebut dapat mencakup kegiatan budaya, hobi, hingga aktivitas sosial.

    “Lebih dari menyediakan transportasi, Bluebird Group juga ingin membangun kedekatan dengan masyarakat yang menjadi bagian dari kehidupan kota Solo,” ujar Sekar.

    Melalui perluasan akses dan kolaborasi tersebut, perusahaan berharap layanannya semakin menjangkau kebutuhan perjalanan warga Solo maupun wisatawan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More