Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bawa Taksi Listrik BYD e6, Bluebird Prime Layani Penumpang di Semarang

Kota Semarang
Bawa Taksi Listrik BYD e6, Bluebird Prime Layani Penumpang di Semarang
Layanan taksi listrik Bluebird Prime di Semarang, Senin (24/8/2026). (IDN Times/Dhana Kencana)
  • Bluebird Group meresmikan Bluebird Prime di Semarang pada 24 Agustus 2026, menghadirkan taksi listrik BYD e6 untuk mendukung mobilitas beremisi rendah.
  • Pada tahap awal, 10 unit taksi listrik melayani rute bandara dan dalam kota Semarang; jumlah serta variasi kendaraan direncanakan bertambah setelah evaluasi operasional.
  • Tarif Bluebird Prime sekitar 12 persen lebih tinggi dari layanan reguler karena memakai kendaraan tujuh kursi; pemesanan tersedia melalui MyBluebird, call center, pangkalan, atau langsung di jalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Sebagai salah satu pusat perekonomian dan mobilitas utama di Jawa Tengah, Kota Semarang memiliki pergerakan masyarakat yang sangat dinamis. Untuk menjawab kebutuhan tersebut sekaligus mendukung ekosistem transportasi hijau, Bluebird Group membuka layanan Bluebird Prime di Semarang, bertepatan dengan acara Grand Launching Transformasi Perhubungan Jawa Tengah 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Senin (24/8/2026).

  1. Bluebird menggunakan mobil listrik BYD

    Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Djokosoetono. (IDN Times/Dhana Kencana)
    Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Djokosoetono. (IDN Times/Dhana Kencana)

    Layanan terbaru ini menggunakan unit kendaraan listrik (EV) BYD e6. Peluncuran armada ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang sedang gencar mendorong transformasi perhubungan beremisi rendah.

    Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Djokosoetono mengapresiasi langkah pemerintah daerah.

    "Kami mengapresiasi langkah pemerintah (provinsi Jawa Tengah) dalam mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan, dan ingin berjalan searah dengan upaya tersebut. Melalui Bluebird Prime, kami ingin masyarakat Semarang memiliki pilihan perjalanan yang lebih nyaman sekaligus ikut berkontribusi terhadap mobilitas Semarang yang berkelanjutan," jelas Sigit.

  2. 10 Unit Perdana dan Rencana Ekspansi

    Layanan taksi listrik Bluebird Prime di Semarang, Senin (24/8/2026). (IDN Times/Dhana Kencana)
    Layanan taksi listrik Bluebird Prime di Semarang, Senin (24/8/2026). (IDN Times/Dhana Kencana)

    Pada tahap awal, Bluebird mengoperasikan 10 unit taksi listrik di wilayah Semarang. Sigit menyebut, jumlah ini ditargetkan bertambah seiring berjalannya evaluasi operasional tahun ini.

    Ekspansi taksi listrik Bluebird tidak hanya berpusat di Semarang. Saat ini, armada ramah lingkungan Bluebird juga telah beroperasi di kota-kota besar lain seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung. Secara nasional, populasi kendaraan listrik Bluebird mendekati angka 1.000 unit.

    "Untuk di Semarang, operasional kendaraan listrik ini bisa mencakup rute bandara hingga mobilitas di dalam kota. Tentu rencana ke depannya akan kami tambah jumlah unit dan variasi tipe kendaraannya," tambah Sigit.

  3. Penghematan Operasional dan Tarif Layanan

    Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mencoba layanan taksi listrik Bluebird Prime di Semarang, Senin (24/8/2026). (IDN Times/Dhana Kencana)
    Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mencoba layanan taksi listrik Bluebird Prime di Semarang, Senin (24/8/2026). (IDN Times/Dhana Kencana)

    Terkait efisiensi bisnis, Sigit mengungkapkan, taksi listrik memberikan penghematan operasional yang cukup signifikan, khususnya dari sisi pengeluaran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan suku cadang. Meski begitu, harga beli awal kendaraan listrik masih lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional.

    Bagi konsumen, tarif layanan Bluebird Prime (BYD e6) dipatok sekitar 12 persen lebih tinggi dibanding layanan reguler yang menggunakan armada tipe MPV standar. Pemilihan unit seven-seater (tujuh kursi) yang lebih lega menjadi alasan penyesuaian tarif tersebut. Namun, Sigit tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mendatangkan armada lima kursi (five-seater) pada masa mendatang agar tarif bisa makin terjangkau bagi publik.

    Untuk memudahkan konsumen, armada Bluebird Prime dapat dipesan langsung melalui aplikasi MyBluebird dengan sistem Fixed Price (harga pasti) maupun argometer. Selain itu, pesanan juga bisa dilakukan via call center, titik pangkalan resmi seperti mal dan bandara, maupun dengan memberhentikan taksi langsung di jalan.

    Untuk diketahui, taksi listrik Bluebird juga didukung ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang memadai di wilayah Semarang dan sekitarnya, ditambah fasilitas pengisian daya mandiri di titik kumpul (pool) internal perusahaan.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi yang ikut mencoba layanan taksi listrik tersebut memberikan dukungannya. Menurutnya, inovasi tanpa polusi udara dan suara ini sangat dibutuhkan untuk menekan penggunaan energi fosil di Jawa Tengah.

    Ia menyatakan, Program Transformasi Perhubungan Jawa Tengah 2026 diluncurkan untuk mempercepat transformasi sektor perhubungan melalui serangkaian inovasi berbasis energi bersih dan digitalisasi layanan. Transformasi itu mulai dari pengoperasian taksi dan travel listrik, pengembangan integrasi transportasi umum, hingga penerapan sistem pembayaran nontunai di terminal.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More