Listrik di 13 Venue MTQ Nasional Siaga 24 Jam, Didukung Gardu Bergerak

- PLN UID Jawa Tengah menyiagakan kelistrikan di 13 venue MTQ Nasional XXXI 2026 Semarang, termasuk Simpang Lima, untuk mendukung 2.242 kafilah dari 38 provinsi pada 11–20 September.
- Pengamanan mencakup venue utama, bandara, dan penginapan peserta, dengan dukungan 35 personel teknik, 8 PDKB, 45 Yantek, 24 mitra kerja, serta kendaraan dan peralatan cadangan.
- PLN membuka posko siaga 24 jam untuk pemantauan real time, berkoordinasi dengan pemda, TNI/Polri, dan BPBD, serta meminta masyarakat melaporkan potensi gangguan melalui PLN Mobile atau 123.
Semarang, IDN Times - PLN UID Jawa Tengah menyiagakan sistem kelistrikan selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang. Pengamanan dilakukan di 13 venue yang digunakan untuk rangkaian kegiatan, termasuk lokasi pembukaan dan penutupan di Lapangan Pancasila Simpang Lima.
1. Pastikan kegiatan tidak terganggu persoalan listrik

PLN UID Jawa Tengah menyiagakan sistem kelistrikan selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang. (Dok. PLN) Sebanyak 2.242 kafilah dari 38 provinsi mengikuti MTQ Nasional yang berlangsung pada 11-20 September 2026. Untuk memastikan kegiatan tidak terganggu persoalan listrik, PLN menyiapkan personel, kendaraan, hingga peralatan cadangan di sejumlah lokasi.
General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi mengatakan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada venue utama MTQ, tetapi juga lokasi pendukung seperti bandara dan tempat penginapan peserta.
“Berbagai langkah pengamanan telah kami siapkan, mulai dari penguatan keandalan jaringan, kesiapan peralatan pendukung, hingga penyiagaan personel di venue utama pelaksanaan MTQ dan lokasi penunjang lain seperti bandara, tempat menginap, dan lain sebagainya,” ungkapnya, Minggu (13/9/2026).
Untuk mendukung pengamanan kelistrikan selama MTQ, PLN menyiagakan 35 personel Tim Teknik, 00delapan personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), 45 personel Tim Pelayanan Teknik (Yantek), serta 24 personel dari mitra kerja.
2. Siapkan peralatan untuk antisipasi gangguan

PLN UID Jawa Tengah menyiagakan sistem kelistrikan selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang. (Dok. PLN) PLN juga menyiapkan sejumlah peralatan untuk mengantisipasi gangguan maupun kebutuhan teknis di lapangan.
Peralatan tersebut meliputi 15 kendaraan roda empat, 12 kendaraan roda dua, tiga unit crane, 15 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), satu unit Gardu Bergerak (UGB), dan satu unit genset.
Seluruh peralatan tersebut disiapkan dalam kondisi siap digunakan selama periode pelaksanaan MTQ.
Kesiapan sistem kelistrikan telah dilakukan PLN sejak awal September melalui Apel Kolaborasi PDKB. Skema tersebut memungkinkan pemeliharaan jaringan dilakukan tanpa harus memadamkan aliran listrik.
3. Posko kelistrikan siaga 24 Jam

PLN UID Jawa Tengah menyiagakan sistem kelistrikan selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang. (Dok. PLN) Selama periode siaga 11-20 September 2026, PLN juga membuka posko yang beroperasi selama 24 jam.
Posko tersebut memantau kondisi kelistrikan secara real time dan menjadi bagian dari koordinasi pengamanan selama MTQ berlangsung.
PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, serta BPBD untuk mengantisipasi potensi gangguan yang dapat memengaruhi kelancaran kegiatan.
Bramantyo mengajak masyarakat ikut menjaga infrastruktur kelistrikan selama gelaran MTQ Nasional.
“Jika menemukan potensi gangguan kelistrikan, masyarakat dapat melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123,” tandasnya.




















