Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tanpa AC/Kipas Seharian! 5 Trik Bikin Kamar Tetap Adem Saat Siang Terik Puncak kemarau

Kota Semarang
Tanpa AC/Kipas Seharian! 5 Trik Bikin Kamar Tetap Adem Saat Siang Terik Puncak kemarau
ilustrasi kipas angin (unsplash.com/Delaney Van)
  • Menutup jendela dan tirai tebal sejak pagi hingga sore membantu menghalangi radiasi matahari yang dapat memerangkap panas di dalam kamar.
  • Pada malam atau dini hari, buka jendela dan pintu yang berhadapan untuk menciptakan ventilasi silang agar udara panas keluar dan digantikan udara lebih sejuk.
  • Kurangi sumber panas dari elektronik dan lampu, gunakan tanaman indoor, serta pilih seprai katun, linen, atau bambu yang menyerap keringat dan memiliki sirkulasi udara baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tanpa AC/Kipas Seharian! 5 Trik Bikin Kamar Tetap Adem Saat Siang Terik Puncak Kemarau

Semarang, IDN Times — Cuaca terik di puncak musim kemarau sering kali membuat suhu di dalam rumah mendadak melonjak drastis. Kamar tidur yang seharusnya jadi tempat beristirahat yang nyaman pun berubah terasa mengap dan gerah bak oven.

Mengandalkan pendingin udara (Air Conditioner) atau kipas angin nonstop seharian memang jadi solusi instan. Namun, kebiasaan ini tentu berisiko membuat tagihan listrik rumahmu membengkak di akhir bulan.

Kabar baiknya, kamu bisa menyiasati suhu ruangan tanpa harus menyalakan AC atau kipas angin seharian. Simak 5 trik efektif bikin kamar tetap adem dan sejuk saat siang terik musim kemarau berikut ini!

  1. 1. Terapkan Trik Block-Out: Tutup Tirai dan Jendela di Siang Hari

    Ilustrasi tirai jendela (freepik.com/freepik)
    Ilustrasi tirai jendela (freepik.com/freepik)

    Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah membuka jendela lebar-lebar saat matahari sedang terik dengan harapan ada angin yang masuk.

    Fakta: Sinar matahari langsung yang menembus kaca jendela membawa gelombang panas (greenhouse effect) yang terperangkap di dalam ruangan.

    Solusi: Tutup rapat jendela dan tirai (terutama tirai tebal atau tipe blackout) sejak pukul 09.00 pagi hingga 16.00 sore. Trik ini terbukti ampuh memblokir radiasi panas matahari masuk ke dalam kamar.

  2. 2. Manfaat Teknik Ventilasi Silang (Cross Ventilation) di Malam Hari

    ilustrasi ventilasi silang atau cross ventilation (x.com/07Sketches)
    ilustrasi ventilasi silang atau cross ventilation (x.com/07Sketches)

    Saat matahari sudah tenggelam, suhu udara di luar ruangan biasanya perlahan mendingin.

    Bukalah jendela dan pintu kamar secara berhadapan di malam atau dini hari untuk menciptakan sirkulasi ventilasi silang.

    Udara panas yang terperangkap di dalam kamar selama siang hari akan terdorong keluar dan digantikan oleh angin malam yang lebih segar dan sejuk.

  3. 3. Pasang Tanaman Hias Penyerap Panas di Dalam Kamar

    ilustrasi lidah mertua
    ilustrasi lidah mertua (pexels.com/Dương Nhân)

    Selain mempercantik dekorasi ruangan, beberapa jenis tanaman hias indoor memiliki kemampuan alami untuk mendinginkan suhu udara di sekitarnya.

    Pilihan Tanaman: Letakkan tanaman seperti Sansevieria (lidah mertua), Lili Perdamaian (peace lily), atau Aloe Vera di dekat jendela atau sudut kamar.

    Cara Kerja: Melalui proses transpirasi, tanaman akan melepaskan kelembapan uap air ke udara sekitar sehingga membantu menurunkan suhu dan menyaring racun di dalam kamar.

  4. 4. Cabut Semua Colokan dan Matikan Lampu yang Tidak Terpakai

    ilustrasi matikan lampu jika tidak dipakai (pexels.com/Castorly Stock)
    ilustrasi matikan lampu jika tidak dipakai (pexels.com/Castorly Stock)

    Peralatan elektronik dan lampu yang menyala merupakan sumber penyumbang panas tak kasat mata di dalam ruangan.

    Efek Panas: Lampu pijar, charger HP yang tetap menancap di stopkontak, hingga laptop yang standby selalu memancarkan energi panas (heat emission).

    Solusi: Matikan lampu kamar di siang hari dan manfaatkan pencahayaan alami yang lembut. Pastikan juga untuk mencabut semua colokan elektronik yang sedang tidak digunakan dari sakelar.

  5. 5. Ganti Seprai dan Sarung Bantal Berbahan Katun atau Linen

    ilustrasi sprei linen yang lembut
    ilustrasi sprei linen yang lembut (magnific.com/lifeforstock)

    Jenis bahan seprai yang kamu gunakan sangat memengaruhi kenyamanan dan suhu tempat tidur.

    Hindari penggunaan seprai berbahan polyester atau sintetis tebal karena cenderung menyerap dan memerangkap panas tubuh.

    Beralihlah ke bahan kain alami seperti katun, linen, atau bambu. Bahan-bahan ini memiliki daya serap keringat yang baik serta sirkulasi udara (breathability) tinggi, sehingga permukaan kasur terasa selalu adem saat disentuh kulit.

    Dengan menerapkan trik-trik sederhana di atas, kamu bisa menikmati suasana kamar yang tetap sejuk, nyaman, dan bebas gerah sepanjang siang tanpa perlu panik melihat tagihan listrik!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More