Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Atasi Kekeringan, BMT Amindo, Dompet Dhuafa dan BI Bangun Sumur Bor

Kab. Banyumas
Atasi Kekeringan, BMT Amindo, Dompet Dhuafa dan BI Bangun Sumur Bor
Wakaf sumur bor yang dibangun oleh kolaborasi dompet dhuafa, BMT Amanah Indonesia, dan Bank Indonesia di desa Karangkemojing untuk atasi kekurangan air bersih di kecamatan Gumelar, Banyumas, Sabtu (13/9/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • BMT Amindo, Bank Indonesia, dan Dompet Dhuafa Jawa Tengah membangun sumur wakaf di Masjid Al Quraisy, Desa Karangkemojing, Gumelar, untuk menambah akses air bersih warga.
  • Kecamatan Gumelar mengalami kekeringan di sedikitnya 10 desa, dengan Telaga dan Samudera terdampak paling parah; sumur baru diperkirakan melayani sekitar 200 warga Grumbul Tipar.
  • Setelah proses penyaringan dan pemasangan filter, sumur diresmikan bersamaan dengan layanan kesehatan gratis bagi lebih dari 80 warga; krisis air Banyumas telah meluas ke 58 desa dan kelurahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyumas, IDN Times – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas membuat akses air bersih menjadi persoalan serius bagi masyarakat. Kondisi itu juga dirasakan warga di Kecamatan Gumelar yang sebagian wilayahnya berada di kawasan pegunungan dan lembah.

Di tengah kondisi tersebut, warga Desa Karangkemojing mendapat tambahan sumber air bersih melalui program wakaf sumur yang dibangun di kompleks Masjid Al Quraisy. Program ini merupakan kolaborasi BMT Amindo, Bank Indonesia (BI), dan Dompet Dhuafa Jawa Tengah melalui cabang Purwokerto.

Sumur tersebut kini diserahterimakan untuk dimanfaatkan masyarakat. Puluhan warga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Selain peresmian pemanfaatan sumur, warga juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian vitamin dari tenaga medis Dompet Dhuafa.

  1. 1. Kecamatan Gumelar ada 10 Desa terdampak kekeringan

    Warga Desa Karangkemojing menggunakan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama kemarau panjang.
    Desa karangkemojing menjadi salah satu desa paling terdmpak kemarau, hingga perlu sumur bor untuk penuhi kebutuhan air bersih, Sabtu (14/9/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Camat Gumelar, melalui kasi pelayanan, Ibnu Solehan, mengatakan kondisi geografis wilayahnya membuat sejumlah desa cukup rentan mengalami kekurangan air saat musim kemarau.

    Menurutnya, wilayah Gumelar memiliki karakter geografis berupa pegunungan, lembah, hingga kawasan ngarai. Saat kemarau berlangsung panjang, sejumlah sumber air warga mengalami penurunan debit bahkan mati.

    "Untuk saat ini, kemarau kami sudah banyak mengalami kekeringan di desa-desa tertentu. Tapi alhamdulillah dari BMT Amindo sudah memberikan wakaf sumur, sehingga kami merasa terbantu sekali,"kata Ibnu kepada IDN Times.

    Ia menyebut sedikitnya terdapat 10 desa di Kecamatan Gumelar yang terdampak kekeringan. Desa Telaga dan Samudera menjadi wilayah yang mengalami kondisi paling parah.

    "Semoga sumur ini bisa bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi warga Desa Karangkemojing,"ujarnya.

    Keberadaan sumur di kompleks Masjid Al Quraisy dinilai cukup strategis karena dapat menjadi sumber air bersama bagi masyarakat sekitar. Ibnu menyebut sumber air tersebut diperkirakan dapat mewakili kebutuhan sekitar 200 warga di wilayah Grumbul Tipar.

    Kondisi di Gumelar juga mendapat perhatian dari berbagai pihak. Pada akhir Agustus 2026, Polresta Banyumas misalnya menyalurkan 10 ribu liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan di Gumelar, termasuk Samudra Kulon dan Desa Tlaga.

  2. 2. BMT Amindo setiap tetes air diharapkan Jadi amal jariyah

    Dani Kristanti, Direktur BMT Amanah Indonesia, menjelaskan manfaat wakaf sumur bagi warga terdampak krisis air bersih.
    Direktur BMT Amanah Indonesia, Dani Kristanti sebut wakaf sumur untuk atasi krisis air bersih bisa dimanfaatkan untuk jangka panjang bagi warga terdmpak, Sabtu (13/9/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Direktur BMT Amindo, Dani Kristanti, mengatakan wakaf sumur tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

    “Bisa memberikan manfaat positif terutama bagi masyarakat. Insyaallah setiap air yang menetes akan menjadi amal jariyah,” kata Dani.

    Menurut dia, penyediaan akses air bersih menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya ketika sumber air warga mulai berkurang akibat kemarau.

    Selain di Karangkemojing, BMT Amindo juga telah membangun sumur wakaf di Desa Panusupan yang kini telah selesai. Ke depan, program serupa juga direncanakan kembali dibangun di wilayah Binorong, Kabupaten Banjarnegara.

    “Alhamdulillah hari ini kita launching sumur wakaf di Masjid Al Quraisy. Ini berkat kerja sama kita dengan Bank Indonesia dan alhamdulillah sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.

    Dalam kegiatan tersebut, BMT Amindo bersama mitra juga menghadirkan layanan kesehatan untuk masyarakat sekitar.

  3. 3. Sumur bor sempat membutuhkan proses penyaringan

    Maskuri (kiri) berada di lokasi sumur bor sedalam 40 meter yang hasil airnya terhambat kontur tanah keras.
    Maskuri (kiri) sebut karena kontur tanah yang keras, sumur bor sedalam 40 meter sempat terhambat hasil air sehingga perlu ada proses penyaringan, Sabtu (13/9/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Sementara itu, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah melalui cabang Purwokerto, Maskuri menjelaskan bahwa program sumur wakaf tersebut sebenarnya telah diamanahkan sejak sekitar satu tahun lalu.

    Namun, sumur tidak dapat langsung digunakan secara maksimal karena masih membutuhkan proses penyaringan serta pemasangan filter agar air yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Setelah proses tersebut dilakukan, sumur akhirnya dapat dimanfaatkan dan diluncurkan untuk masyarakat Karangkemojing.

    Dompet Dhuafa juga melengkapi kegiatan dengan layanan kesehatan gratis. Tenaga medis Dompet Dhuafa, dr. Wahyu Prabangkara, memeriksa kondisi kesehatan warga, termasuk pengecekan kadar gula dan kolesterol serta pemeriksaan kesehatan lainnya.

    Lebih dari 80 warga tercatat mengikuti layanan kesehatan tersebut dan mendapatkan vitamin.

  4. 4. Kekeringan Banyumas terus meluas

    Hamparan perbukitan di Kecamatan Gumelar tampak kering dengan vegetasi kecokelatan akibat kemarau panjang.
    Daerah perbukitan di Kecamatan Gumelar nampak mengalami kekeringan akibat kemarau panjang, Sabtu (13/9/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Program penyediaan sumur wakaf ini hadir ketika persoalan kekeringan di Banyumas masih berlangsung. Data BPBD Banyumas pada 10 Agustus 2026 mencatat sebanyak 28.222 jiwa dari 8.371 keluarga di 37 desa/kelurahan pada 14 kecamatan terdampak kekeringan. Saat itu, BPBD telah melakukan 233 ritase pengiriman air bersih dengan total 1,135 juta liter.

    Dampak kekeringan bahkan terus meluas. Data yang diberitakan pada 7 September 2026 menyebut hingga 5 September terdapat 49.450 jiwa atau 14.090 keluarga di 58 desa dan kelurahan yang mengalami krisis air bersih di Banyumas.

    BPBD Banyumas juga mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih. Pada awal September 2026, Banyumas masuk kategori awas atau merah potensi kekeringan meteorologis. Kondisi lingkungan yang semakin kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

    Di tengah situasi tersebut, sumur wakaf di Karangkemojing diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi warga. Sumber air itu bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi fasilitas bersama yang manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.

    Bagi para pihak yang terlibat, setiap aliran air dari sumur tersebut diharapkan menjadi bentuk kepedulian sekaligus amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir bagi masyarakat

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More