Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

40 Qori Netra Berlaga di MTQ Semarang, Siti Latihan 9 Bulan

Kota Semarang
40 Qori Netra Berlaga di MTQ Semarang, Siti Latihan 9 Bulan
Qoriah asal Kaltim ini tak mau kalah mendendangkan tilawahan dari salah satu ayat Quran. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • Sebanyak 40 qori dan qoriah disabilitas netra dari 37 provinsi mengikuti kategori Tilawah Disabilitas Netra pada MTQ XXXI 2026 di Semarang, dinilai oleh sembilan hakim.
  • Qoriah Kalimantan Timur, Siti Nurjanah, berlatih dua kali sehari selama sembilan bulan dan menargetkan juara pertama setelah sebelumnya meraih juara harapan satu.
  • Qori Semarang Ahmad Zainuddin mengikuti MTQ untuk memperdalam tilawah Al-Qur'an; ia pernah meraih juara dua MTQ tingkat Jawa Tengah di Pati dan Tegal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pelaksanaan ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI tahun 2026 di Kota Semarang rupanya jadi pembuktian para qori dan qoriah untuk menampilkan kemampuan terbaiknya. 

Menginjak hari kedua MTQ, Minggu (13/9/2026), sejumlah qori dari kalangan disabilitas netra tampil untuk kategori Tilawah Disabilitas Netra. 

Bertempat di Studio Catwalk BBPVP Kementerian Tenaga Kerja Jalan Majapahit, Semarang, sejumlah qori dan qoriah percaya diri melantunkan tilawahan. 

Seorang qoriah dari Kalimantan Timur, Siti Nurjanah gembira bisa ikut menyemarakkan acara MTQ Nasional di Kota Lumpia. 

Siti yang jauh-jauh datang dari Bumi Borneo berkata dirinya kerap latihan sehari dua kali agar tilawahannya lancar. "Saya dengan pelatih berlatih dua kali dalam satu hari, selama sembilan bulan itu. Harapannya ya bisa mendapat juara satu, karena di ajang tahun lalu mendapat juara harapan satu," tutur Siti.

  1. Punya niatan memperdalam ayat-ayat Al-Qur'an

    Seorang qori asal Pedurungan, Semarang, melantunkan tilawah di ruangan BBVP Semarang saat kegiatan berlangsung.
    Seorang qori asal Pedurungan Semarang saat melantunkan tilawahan di ruangan BBVP Semarang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

    Qori lainnya dari Semarang Ahmad Zainuddin mengaku ikut MTQ bukan semata-mata untuk mengejar gelar juara. Saat ditemui di lokasi Majelis 3, Zainuddin baru saja menyelesaikan penampilannya. Di hadapan sembilan dewan hakim, ia melantunkan Surat Ali Imran ayat 189.

    "Bukan niat cari juara, saya niatnya untuk mempelajari tilawah Al-Qur'an itu lebih dalam," ujar warga Tlogomulyo, Pedurungan ini.

  2. Torehkan prestasi tingkat provinsi

    Seorang qoriah tunanetra menjadi peserta dalam kegiatan pembacaan Al-Qur'an yang didokumentasikan Humas Pemprov Jateng.
    Salah satu qoriah ini juga menjadi peserta dari tunanetra. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

    Saat ikut MTQ Nasional, ia membawa niat belajar lebih dalam tentang seni tilawah Al-Qur'an. Soal hasil dan gelar juara, sepenuhnya diserahkan kepada Allah.

    Bagi Zainuddin, Al-Qur'an bukan sekadar bacaan. Ayat-ayat Kalamullah memberinya ketenangan bagi kalbu. Sejak berusia 16 tahun, dia mulai serius mendalami Al-Qur'an, dengan belajar di Pondok Pesantren Al Khairat, Jepara.

    Perjalanannya menghafal Al-Qur'an pun tidak selalu mudah. Zainuddin mengaku sempat frustrasi ketika pertama kali belajar menghafal. Hingga suatu ketika, sebuah pertemuan sederhana dengan seorang lelaki tua membuka mata batinnya.

    "Waktu itu saya bertemu dengan orang tua. Kata teman saya, dia hanya bercelana dan telanjang dada. Di situ saya dikatai, 'Hei goblok, kamu dikasih telinga, pikiran dan mulut juga hati.' Habis itu dia pergi," kenangnya.

    Ucapan itu sempat membuat Zainuddin merenung. Dia kemudian menyadari, setiap bagian tubuh yang diberikan Allah memiliki fungsi untuk membantu manusia belajar.

    "Lalu saya merenung. Ternyata telinga untuk mendengar, pikiran untuk mengingat dan hati untuk menyimpan," tuturnya.

    Sejak saat itu, niat Zainuddin semakin kuat untuk terus menghafal dan menyempurnakan bacaan Al-Qur'an. Dia kemudian mulai mengikuti berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an, dari tingkat kecamatan hingga provinsi.

    Sejumlah prestasi pun berhasil diraihnya. Prestasi tertingginya adalah meraih juara dua pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah di Pati dan Tegal.

    Baginya, berada di tengah orang-orang yang sama-sama mencintai Al-Qur'an, sudah menjadi pengalaman yang patut disyukuri. "Alhamdulillah, ini pengalaman yang saya rasakan memang sangat nikmat banget, berkumpul dengan ahlul Qur'an. Teman-teman yang sefrekuensi," paparnya.

  3. Dinilai sembilan hakim

    Seorang qori tampil percaya diri di panggung ajang MTQN Semarang, membawa suasana khidmat dalam kompetisi tilawah Al-Quran.
    Seorang qori pede tampil di ajang MTQN Semarang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

    Person in Charge (PIC) Majelis 3 Tartil dan Tilawah Disabilitas Netra, Mohammad Asyiq mengatakan ada 40 peserta tilawah disabilitas netra dari 37 provinsi.

    Babak penyisihan berlangsung Minggu hingga Kamis, sedangkan babak final dijadwalkan Jumat. Hari ini penyisihan dan final pada Jumat. Untuk materi itu satu jam sebelum tampil baru peserta mendapatkan, demikian pula urutan tampil. 

    "Mereka kemudian harus membaca, baik itu hafalan atau dengan Al-Qur'an Braille, di depan sembilan dewan hakim," tutup Asyiq.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More