Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Industri Alas Kaki dan Kulit Jateng Serap Tenaga Kerja 77.330 Jiwa
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Johan Hadiyanto. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Realisasi investasi Jawa Tengah Januari-September 2026 mencapai Rp72,54 triliun, tumbuh 9,7 persen secara tahunan dan menyerap 340.334 tenaga kerja dari 82.420 proyek.

  • PMA menyumbang Rp40,77 triliun dan PMDN Rp31,77 triliun; total investasi telah mencapai 73,21 persen dari target resmi tahunan Rp99,09 triliun.

  • Industri kulit dan alas kaki menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 77.330 orang, diikuti tekstil 69.422 orang; Hong Kong memimpin asal investasi asing Rp11,02 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
triwulan III 2025

Realisasi investasi Jawa Tengah tercatat Rp20,55 triliun.

triwulan III 2026

Realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp24 triliun, naik 16,78 persen dibandingkan triwulan III 2025.

Januari-September 2026

Realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp72,54 triliun dari PMDN dan PMA. Investasi dari 82.420 proyek menyerap 340.334 tenaga kerja, dengan industri kulit dan alas kaki menyerap 77.330 orang.

Kemarin

Gubernur, Kapolda, dan Pangdam Jawa Tengah bersepakat menjaga kondusivitas daerah untuk mendukung kenyamanan investor.

Saat ini

Jawa Tengah memiliki 12 kawasan industri, termasuk dua kawasan ekonomi khusus di Kendal dan Batang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Realisasi investasi Jawa Tengah Januari–September 2026 mencapai Rp72,54 triliun dan menyerap 340.334 tenaga kerja. Industri barang kulit dan alas kaki menyerap tenaga kerja terbesar, sebanyak 77.330 orang.
  • Who?
    DPMPTSP Jawa Tengah mencatat capaian tersebut. Plt Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Johan Hadiyanto menyampaikan data investasi, sementara Gubernur Ahmad Luthfi, Kapolda, dan Pangdam berkomitmen menjaga kondusivitas daerah.
  • Where?
    Capaian investasi terjadi di Jawa Tengah. Paparan disampaikan di Kantor DPMPTSP Jawa Tengah, Semarang. Kawasan industri tersedia di berbagai wilayah, termasuk kawasan ekonomi khusus di Kendal dan Batang.
  • When?
    Data mencakup periode Januari hingga September 2026. Johan Hadiyanto menyampaikan paparan realisasi investasi triwulan III 2026 pada Senin, 26 Oktober 2026.
  • Why?
    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjaga iklim usaha, mengawal perizinan investor, menjaga kondusivitas, mengembangkan kawasan industri, serta menyiapkan sumber daya manusia melalui SMK dan lembaga pelatihan kerja.
  • How?
    Investasi terealisasi melalui PMDN Rp31,77 triliun dan PMA Rp40,77 triliun, dari 82.420 proyek. Nilainya mencapai 73,21 persen dari target tahunan Rp99,09 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dari Januari sampai September 2026, banyak orang menanam uang untuk usaha di Jawa Tengah. Jumlahnya Rp72,54 triliun dan membuat 340.334 orang bisa bekerja. Pabrik sepatu dan barang kulit memberi kerja paling banyak, yaitu 77.330 orang. Pemerintah Jawa Tengah menjaga daerah agar pengusaha nyaman dan ingin datang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pertumbuhan investasi Jawa Tengah sepanjang sembilan bulan 2026 menggambarkan ruang ekonomi yang semakin aktif, tercermin dari 82.420 proyek yang membuka 340.334 kesempatan kerja. Industri alas kaki dan kulit menjadi contoh nyata karena menyerap 77.330 pekerja, sementara pengawalan perizinan, kondusivitas daerah, kawasan industri, dan kesiapan pendidikan kejuruan memperkuat fondasi aktivitas investasi tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang Januari-September 2026 mencapai Rp72,54 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja 340.334 orang. Capaian tersebut tumbuh 9,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Johan Hadiyanto mengatakan, capaian tersebut merupakan akumulasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).

“Secara kumulatif Januari sampai dengan September 2026 itu capaian realisasi investasi di Jawa Tengah. Itu Rp72,54 triliun,” kata Johan, saat menyampaikan paparan capaian Realiasi Investasi Triwulan III tahun 2026, di Kantor DPMPTSP Jawa Tengah, Semarang, Senin (26/10/2026).

Ditambahkan, berdasarkan data DPMPTSP Jateng, realisasi investasi tersebut terdiri atas PMDN sebesar Rp31,77 triliun dan PMA Rp40,77 triliun. Nilai itu mencapai 73,21 persen dari target investasi tahunan sebesar Rp99,09 triliun.

"Pak Gubernur (Ahmad Luthfi) benar kalau target (capaian investasi bisa mencapai Rp110 triliun). Tapi kalau secara resmi target dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Rp99,09 triliun. Adapun tahun kemarin memang capaian kita Rp110 triliun itu sudah ditambah dengan capaian realisasi UMK, dan itu belum kita masukkan," bebernya.

Kinerja investasi, terang Johan, juga terlihat pada triwulan III 2026 yang mencapai Rp24 triliun. Nilai tersebut meningkat 16,78 persen dibandingkan triwulan III 2025 yang sebesar Rp20,55 triliun. Dari sisi penyerapan tenaga kerja, investasi sepanjang Januari-September 2026 menghasilkan 340.334 kesempatan kerja dari 82.420 jumlah proyek, meningkat 4,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Johan menjelaskan, industri barang dari kulit dan alas kaki menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar, yakni 77.330 orang. Posisi berikutnya ditempati industri tekstil dengan 69.422 pekerja, disusul industri lainnya sebanyak 30.132 pekerja.

Johan mengatakan, capaian investasi tersebut didukung upaya pemerintah daerah menjaga iklim usaha dan mengawal pelayanan perizinan bagi investor, mulai dari tahap penjajakan hingga realisasi penanaman modal.

“Kemarin Pak Gubernur, Pak Kapolda dan Pangdam bersepakat berkomitmen menjaga kondusivitas Provinsi Jawa Tengah, sehingga investor atau calon investor nyaman dan akan senang hati masuk ke Jawa Tengah,” ujarnya.

Selain menjaga kondusivitas daerah, Pemprov Jateng mendorong pengembangan kawasan industri. Saat ini, Jawa Tengah memiliki 12 kawasan industri, termasuk dua kawasan ekonomi khusus di Kendal dan Batang. Pemerintah juga merencanakan penambahan 12 kawasan industri baru di sejumlah kabupaten/ kota.

Johan menambahkan, ketersediaan sumber daya manusia menjadi salah satu modal yang ditawarkan kepada investor. Jawa Tengah memiliki 1.557 sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri dan swasta dengan jumlah siswa lebih dari 800.000 orang, serta lembaga pelatihan kerja untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, peluang investasi baru juga terus dijajaki. Johan mengungkapkan, calon investor dari Uni Emirat Arab tengah menjajaki investasi di Jawa Tengah, termasuk rencana pembangunan fasilitas kilang mikro di sekitar Jepara.

Dari sisi negara asal investasi asing, katanya, Hong Kong menempati posisi pertama dengan nilai Rp11,02 triliun atau 27,04 persen. Singapura menyusul dengan Rp9,59 triliun, kemudian Tiongkok Rp6,74 triliun, Thailand Rp3 triliun, dan Jepang Rp2,41 triliun.

Curated For You

Editorial Team

Related Article