Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iswar Dorong ITMI Perjuangkan Akses Fasilitas Publik Bagi Tunanetra

Kota Semarang
2 min read
Iswar Dorong ITMI Perjuangkan Akses Fasilitas Publik Bagi Tunanetra
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin hadir membuka kegiatan Al-Qur’an Braille Camp yang dirangkai dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) V ITMI Jawa Tengah dan Seminar Wawasan Kebangsaan di Asrama Haji Semarang, Sabtu (26/9/2026).. (dok. Pemkot Semarang)
  • Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin mendorong ITMI Jawa Tengah dan Kota Semarang aktif memperjuangkan hak serta kebutuhan aksesibilitas warga tunanetra kepada pemerintah.

  • Iswar menyoroti fasilitas publik yang belum ramah tunanetra; guiding block perlu didukung penataan ruang, edukasi instansi, dan kebijakan berbasis pengalaman langsung penyandang disabilitas.

  • Semarang merencanakan 27 bus low deck untuk akses transportasi lebih inklusif. Muswil dan Al-Qur’an Braille Camp diikuti sekitar 160 peserta sebagai ruang konsolidasi aspirasi tunanetra.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mendorong Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jawa Tengah dan Kota Semarang lebih aktif menyuarakan kebutuhan warga tunanetra, terutama terkait aksesibilitas fasilitas publik.

  1. 1. Dorong organisasi perjuangkan hak anggotanya

    ITMI, tunanetra, iswar
    Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin hadir membuka kegiatan Al-Qur’an Braille Camp yang dirangkai dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) V ITMI Jawa Tengah dan Seminar Wawasan Kebangsaan di Asrama Haji Semarang, Sabtu (26/9/2026). (dok. Pemkot Semarang)

    Menurut Iswar, organisasi penyandang tunanetra tidak cukup hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga perlu mengambil peran dalam memperjuangkan hak anggotanya kepada pemerintah.

    “Saya ingin agar kemudian ITMI Jawa Tengah Kota Semarang punya peran aktif untuk memperjuangkan kepentingan panjenengan sebagai warga negara,” kata Iswar saat membuka Al-Qur’an Braille Camp yang dirangkai dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) V ITMI Jawa Tengah dan Seminar Wawasan Kebangsaan di Asrama Haji Semarang, Sabtu (26/9/2026).

    Iswar menyoroti masih adanya fasilitas publik yang belum sepenuhnya memberikan kemudahan bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.

    Keberadaan guiding block, menurut dia, perlu dibarengi dengan penataan ruang publik yang benar-benar mempertimbangkan kebutuhan tunanetra.

  2. 2. Warga tunanetra punya kesempatan yang sama

    ITMI, tunanetra, iswar
    Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin hadir membuka kegiatan Al-Qur’an Braille Camp yang dirangkai dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) V ITMI Jawa Tengah dan Seminar Wawasan Kebangsaan di Asrama Haji Semarang, Sabtu (26/9/2026). (dok. Pemkot Semarang)

    Pemerintah juga dinilai perlu memberikan edukasi kepada instansi pemerintah maupun swasta agar aksesibilitas tidak berhenti pada penyediaan fasilitas fisik.

    “Panjenengan memiliki kewajiban dan hak yang sama dengan warga negara yang lainnya,” ujarnya.

    Maka itu, Muswil ITMI dinilai dapat menjadi ruang untuk menghimpun persoalan yang dihadapi anggota, kemudian menyampaikannya kepada pemerintah sebagai bahan perbaikan kebijakan maupun layanan publik.

    Iswar menegaskan, pemenuhan hak penyandang disabilitas merupakan bagian dari pembangunan yang inklusif. Warga tunanetra juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    Persoalan aksesibilitas juga disinggung dalam layanan transportasi publik. Iswar menyampaikan rencana kehadiran 27 unit bus low deck di Kota Semarang yang diarahkan untuk memudahkan akses masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

  3. 3. Himpun aspirasi warga tunanetra

    Seorang qoriah tunanetra menjadi peserta dalam kegiatan pembacaan Al-Qur'an yang didokumentasikan Humas Pemprov Jateng.
    Salah satu qoriah ini juga menjadi peserta dari tunanetra. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

    Kehadiran armada tersebut menjadi salah satu upaya pengembangan transportasi publik yang lebih mudah diakses berbagai kelompok masyarakat.

    Namun, Iswar menekankan pentingnya keterlibatan penyandang disabilitas dalam menyampaikan kebutuhan mereka. Dengan begitu, pembangunan fasilitas dan layanan publik tidak hanya didasarkan pada asumsi pemerintah, tetapi juga pengalaman langsung pengguna.

    Sementara itu, rangkaian Al-Qur’an Braille Camp, Muswil V ITMI Jawa Tengah, dan Seminar Wawasan Kebangsaan diikuti sekitar 160 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.

    Selain menjadi forum pembelajaran Al-Qur’an Braille, kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus penghimpunan aspirasi warga tunanetra.

    Dalam Seminar Wawasan Kebangsaan, Iswar juga mengingatkan pentingnya kebersamaan, toleransi, dan kecintaan terhadap Indonesia.

    “Tidak hanya membutuhkan kemampuan dan pengetahuan, tetapi juga semangat kebersamaan, toleransi dan kecintaan terhadap Indonesia,” katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More