25 Atlet Pelajar Difabel Semarang Bidik Juara Umum di Peparpeda Jateng

- Sebanyak 25 atlet pelajar disabilitas Kota Semarang akan berlaga di Peparpeda Jawa Tengah 2026 di Surakarta, 21–23 Agustus, pada empat cabang olahraga.
- Kontingen Semarang menargetkan juara umum, dengan Wali Kota Agustina Wilujeng menekankan latihan, disiplin, keberanian bertanding, dan semangat bangkit sebagai bekal prestasi.
- Keikutsertaan atlet difabel diposisikan sebagai upaya memperkuat kota inklusif melalui akses, fasilitas, dan pendampingan olahraga prestasi yang setara.
Semarang, IDN Times - Sebanyak 25 atlet pelajar disabilitas Kota Semarang membidik prestasi dalam Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026. Mereka akan bertanding di Indonesia Paralympic Training Center, Kota Surakarta, pada 21-23 Agustus 2026.
1. Atlet Semarang ikuti di empat cabor

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melepas 25 atlet pelajar difabel Kota Semarang membidik prestasi dalam Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026. (dok. Pemkot Semarang) Kontingen tersebut dilepas Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng di Selasar Kantor Wali Kota Semarang, Jumat (21/8/2026).
Bukan sekadar mengejar medali, keikutsertaan atlet pelajar disabilitas ini juga menjadi ujian sejauh mana ruang olahraga di Kota Semarang terbuka bagi atlet dengan beragam kemampuan.
Sebanyak 25 atlet yang diberangkatkan terdiri atas 15 atlet para atletik, enam para tenis meja, dua para bulutangkis, dan dua para renang.
Mereka akan didampingi total 61 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, pendamping, dan rombongan lainnya.
2. Keterbatasan bukan penghalang mengejar prestasi

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melepas 25 atlet pelajar difabel Kota Semarang membidik prestasi dalam Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026. (dok. Pemkot Semarang) Agustina meminta para atlet tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang untuk mengejar prestasi. Ia bahkan menjadikan target juara umum sebagai motivasi bagi kontingen Semarang.
“Kalian tidak berjuang sendirian. Kalian membawa nama Kota Semarang, sekaligus membawa harapan dari keluarga, pelatih, teman-teman, dan seluruh warga Kota Semarang,” ujarnya.
Menurutnya, prestasi tidak lahir secara instan. Latihan panjang, disiplin, keberanian bertanding, serta kemampuan bangkit ketika menghadapi kegagalan menjadi bagian dari perjalanan atlet.
“Berjuanglah sampai batas terbaik kalian. Menanglah dengan rendah hati. Jika hasil pertandingan belum sesuai harapan, pulanglah dengan kepala tegak,” tegasnya.
3. Atlet difabel jadi tolak ukur kota inklusif

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melepas 25 atlet pelajar difabel Kota Semarang membidik prestasi dalam Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026. (dok. Pemkot Semarang) Agustina juga menempatkan Peparpeda sebagai bagian dari upaya membangun kota yang lebih inklusif.
Menurutnya, penyandang disabilitas harus memiliki akses dan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi, termasuk melalui olahraga prestasi.
“Ketika kesempatan terbuka, fasilitas tersedia, dan pendampingan diberikan, potensi setiap orang memiliki ruang untuk berkembang. Para atlet hari ini membuktikan bahwa kesempatan dapat membuka jalan menuju prestasi,” katanya.
Pernyataan tersebut menempatkan keberangkatan 25 atlet bukan hanya sebagai agenda kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya memastikan olahraga prestasi tidak berhenti pada atlet non-disabilitas.
Di balik para atlet yang bertanding, terdapat peran pelatih, pendamping dan keluarga yang selama ini mengawal latihan sekaligus membangun kepercayaan diri mereka.
Agustina meminta seluruh kontingen menjaga nama baik Kota Semarang selama mengikuti kompetisi.
“Berangkatlah dengan membawa Kota Semarang di dada. Berikan yang terbaik. Soal hasil, kita serahkan kepada Tuhan setelah seluruh usaha kita lakukan,” tandasnya.


















