Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Java United FC Mulai Kompetisi dengan Minus 2 Poin, Ini Penyebabnya

Kota Semarang
Java United FC Mulai Kompetisi dengan Minus 2 Poin, Ini Penyebabnya
Pemain Java United FC menjalani latihan jelang pertandingan Super League 2026/2027. (dok. JUFC)
  • Java United FC memulai BRI Super League 2026/2027 dengan minus dua poin setelah memindahkan homebase dari Maluku Utara ke Stadion Jatidiri, Semarang.
  • Pengurangan poin merupakan konsekuensi administratif pemenuhan lisensi infrastruktur yang sebelumnya menggunakan Stadion Gelora Kie Raha, bukan karena Stadion Jatidiri tidak layak.
  • Manajemen menerima keputusan tersebut dan meminta skuad Fabio Lefundes menjadikannya motivasi untuk agresif mengumpulkan poin demi tetap bersaing di liga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Java United FC harus memulai perjuangan di BRI Super League 2026/2027 dengan beban minus dua poin. Hukuman tersebut menjadi konsekuensi perubahan homebase klub dari Maluku Utara ke Stadion Jatidiri, Semarang.

  1. 1. Jadi motivasi menang di setiap pertandingan

    jufc, java united, latihan
    Pemain Java United FC menjalani latihan jelang pertandingan Super League 2026/2027. (dok. JUFC)

    Meski demikian, manajemen Java United menegaskan kondisi tersebut tidak akan mengendurkan ambisi Laskar Kepodang Emas untuk bersaing sepanjang musim.

    Manajer Java United FC, Alan Haviludin mengatakan, para pemain justru harus menjadikan situasi tersebut sebagai motivasi untuk memburu poin di setiap pertandingan.

    “Pengurangan dua poin di awal kompetisi tidak mengurangi semangat kami untuk bersaing di musim ini,” ungkapnya, Sabtu (5/9/2026).

    Menurut Alan, manajemen menerima keputusan terkait pengurangan poin tersebut. Kini fokus klub beralih pada upaya mengumpulkan sebanyak mungkin poin pada setiap agar tetap mampu bersaing di kompetisi.

  2. 2. Terima keputusan yang sudah ditetapkan

    jufc, java united, latihan
    Pemain Java United FC menjalani latihan jelang pertandingan Super League 2026/2027. (dok. JUFC)

    “Kami menerima keputusan yang sudah ditetapkan. Tugas kami sekarang adalah mendapatkan poin sebanyak mungkin untuk tetap bersaing di liga,” ujarnya.

    Pengurangan dua poin tersebut berkaitan dengan pemenuhan lisensi klub, khususnya aspek infrastruktur setelah terjadi perubahan homebase.

    Saat masih menggunakan nama Malut United FC dan bermarkas di Maluku Utara, klub telah memenuhi seluruh kewajiban lisensi klub. Stadion Gelora Kie Raha yang didaftarkan dalam proses lisensi juga disebut telah memenuhi aspek infrastruktur untuk kompetisi 2026/2027.

  3. 3. Pengurangan poin karena perubahan homebase

    jufc, java united, latihan
    Pemain Java United FC menjalani latihan jelang pertandingan Super League 2026/2027. (dok. JUFC)

    Persoalan muncul setelah klub berpindah homebase ke Stadion Jatidiri, Semarang. Perubahan tersebut membuat pemenuhan aspek infrastruktur yang sebelumnya telah dipenuhi melalui proses lisensi di Maluku Utara tidak lagi dapat digunakan untuk homebase baru. Skuad asuhan Fabio Lefundes ini akhirnya harus memulai kompetisi dengan pengurangan dua poin.

    Manajemen menegaskan pengurangan poin tersebut bukan disebabkan Stadion Jatidiri tidak layak menggelar pertandingan. Stadion Jatidiri telah dinyatakan layak dan siap digunakan untuk pertandingan BRI Super League 2026/2027. Pengurangan poin disebut sepenuhnya merupakan konsekuensi administratif dari perubahan homebase klub.

    Dengan kondisi tersebut, Java United menghadapi tantangan berbeda sejak kompetisi dimulai. Alih-alih mengawali musim dari nol, Laskar Kepodang Emas harus lebih agresif mengumpulkan poin untuk menutup defisit yang sudah melekat di klasemen.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More