Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hasil Imbang, Widodo CP Puji Perjuangan PSIS Semarang Lawan Semen Padang

Kota Semarang
2 min read
Hasil Imbang, Widodo CP Puji Perjuangan PSIS Semarang Lawan Semen Padang
PSIS Semarang melawan Semen Padang pada laga pekan kedua Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (20/9/2026) malam. (Dok. PSIS)
  • PSIS Semarang bermain imbang 1-1 dengan Semen Padang pada pekan kedua Pegadaian Championship 2026/2027, setelah tertinggal lewat gol Igor Cukovic pada menit kedelapan.

  • Widodo Cahyono Putro menilai PSIS sempat canggung dan butuh adaptasi di awal laga, namun mulai menjalankan pola permainan serta menekan lawan pada babak kedua.

  • Hari Nur Yulianto menyamakan skor pada menit ke-89. Widodo menyoroti penyelesaian akhir, penampilan kiper lawan, mental juang pemain, dan kontribusi pemain pengganti.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times -  Pelatih PSIS Semarang Widodo Cahyono Putro mengevaluasi penampilan timnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Semen Padang pada pekan kedua Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (20/9/2026) malam.

  1. 1. PSIS butuh waktu adaptasi di awal laga

    Psis, semen padang
    PSIS Semarang melawan Semen Padang pada laga pekan kedua Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (20/9/2026) malam. (Dok. PSIS)

    Menurut pelatih yang akrab disapa WCP itu, PSIS membutuhkan waktu untuk beradaptasi pada awal pertandingan. Setelah memasuki babak kedua, permainan Laskar Mahesa Jenar mulai lebih sesuai dengan pola yang disiapkan.

    PSIS sempat tertinggal melalui gol Igor Cukovic pada menit kedelapan, tapi bisa menyamakan kedudukan lewat Hari Nur Yulianto pada menit ke-89.

    “Permainan memang sama, praktis saling serang-menyerang. Tapi memang di babak pertama kami sedikit canggung dulu, adaptasi dengan situasi yang ada,” ungkapnya, Senin (21/9/2026).

    Widodo secara khusus menyoroti periode awal pertandingan. Menurutnya, pemain PSIS belum langsung mampu memainkan pola permainan yang telah dipersiapkan.

    “Sudah saya ungkapkan mungkin menit-menit awal, tujuh menit tadi pemain belum bisa. Baru kita bisa memainkan pertandingan dan memainkan bola,” terangnya.

  2. 2. Penyelesaian akhir jadi perhatian pelatih

    Psis, semen padang
    PSIS Semarang melawan Semen Padang pada laga pekan kedua Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (20/9/2026) malam. (Dok. PSIS)

    Setelah melewati fase tersebut, PSIS mulai lebih nyaman memainkan bola dan memberikan tekanan kepada Semen Padang.

    “Setelah babak kedua baru kita mulai memainkan permainan kita,” lanjut Widodo.

    Selain adaptasi pada awal laga, penyelesaian akhir juga menjadi perhatian Widodo. PSIS memiliki sejumlah peluang sepanjang pertandingan, tetapi beberapa di antaranya belum mampu dikonversikan menjadi gol.

    Menurutnya, penampilan kiper Semen Padang juga menjadi salah satu faktor yang membuat peluang PSIS gagal berbuah gol.

    “Banyak peluang ya. Memang salah satu goalkeeper-nya cukup bagus. Beberapa kali kita punya peluang, tapi tidak terjadi,” ungkapnya.

  3. 3. Widodo puji mentalitas pemain

    psis, hari nur yulianto, semen padang
    Gol Hari Nur Yulianto pada menit ke-89 berhasil menahan imbang pertandingan antara PSIS Semarang vs Semen Padang yang berakhir dengan skor 1-1. (dok. PSIS)

    PSIS akhirnya baru mendapatkan gol penyeimbang pada menit ke-89 melalui Hari Nur Yulianto.

    Dari sejumlah evaluasi tersebut, Widodo menilai ada hal positif dari penampilan timnya, yakni mentalitas pemain untuk terus berjuang hingga pertandingan berakhir. PSIS tidak berhenti mencari gol meski sempat tertinggal sejak menit kedelapan.

    “Bagaimanapun mental pemain dari kami sangat luar biasa. Terima kasih telah berjuang keras,” ujar Widodo.

    Ia juga menilai kontribusi pemain pengganti menjadi bagian penting dalam upaya mengubah permainan pada babak kedua.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More