PSIS Semarang Incar Kemenangan Kedua, Tak Gentar Lawan Semen Padang

- PSIS Semarang menargetkan kemenangan kedua saat menghadapi Semen Padang pada pekan kedua Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, setelah menang 2-1 atas PSPS Pekanbaru.
- Pelatih Widodo Cahyono Putro meminta PSIS fokus pada kesiapan fisik, mental, dan taktik, tanpa terpengaruh nama pemain berpengalaman Semen Padang.
- PSIS mengevaluasi kebobolan pada laga pertama dan menajamkan penyelesaian akhir, sementara Abduh Lestaluhu menyatakan tim siap bekerja keras meraih kemenangan.
Semarang, IDN Times – PSIS Semarang akan menghadapi Semen Padang FC pada laga pekan kedua Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (20/9/2026). Pada laga tandang ini Laskar Mahesa Jenar mengincar kemenangan kedua setelah sebelumnya meraih tiga poin melawan PSPS Pekanbaru di kandang.
1. PSIS bawa modal kemenangan sebelumnya

Pemain PSIS Semarang menjalani sesi latihan. (dok. PSIS) PSIS mengawali kompetisi dengan menundukkan PSPS Pekanbaru 2-1 di Stadion Jatidiri Semarang. Sedangkan, Semen Padang juga membawa modal kemenangan 1-0 atas Persiraja Banda Aceh.
Pertemuan kedua tim pun menjadi ujian berikutnya bagi PSIS yang belum terkalahkan sejak masa pramusim di bawah asuhan Widodo Cahyono Putro.
Namun, Semen Padang memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang pernah tampil di level tertinggi sepak bola Indonesia, di antaranya Safrudin Tahar, Stefano Lilipaly, dan Ilija Spasojevic.
Widodo mengakui Semen Padang memiliki kedalaman skuad yang bagus. Namun, ia meminta para pemain PSIS tidak terpengaruh oleh nama besar pemain lawan.
2. Kesiapan fisik, mental dan fisik pemain penting

Pemain PSIS Semarang menjalani sesi latihan. (dok. PSIS) Menurutnya, kesiapan fisik, mental, dan taktik akan menjadi faktor penting dalam pertandingan.
“Kami tentu berharap para pemain bisa maksimal. Pemain kami juga sudah berpengalaman di kompetisi Indonesia. Harapan publik menjagokan kami saya ucapkan terima kasih. Tapi bagi kami yang terpenting kesiapan, mentality menghadapi Semen Padang,” ungkapnya pada konferensi pers jelang pertandingan, Sabtu (19/9/2026).
Widodo bahkan menekankan, bahwa status pemain bintang tidak boleh menjadi pembeda ketika pertandingan sudah berlangsung.
“Di lapangan itu tidak ada lagi istilah pemain bintang atau bukan pemain bintang. Semua sama. Tergantung bagaimana mereka menerjemahkan taktikal itu di lapangan,” ujarnya.
Selain mempersiapkan strategi menghadapi Semen Padang, PSIS melakukan evaluasi dari pertandingan pertama. Widodo menyebut masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus diperbaiki, terutama proses terjadinya gol lawan.
“Dari hasil match pertama itu kita tarik evaluasi. Ada nilai plus dan nilai minus, positif dan negatif. Itu yang terus kita perbaiki, terutama negatifnya. Bagaimana terjadinya gol lawan itu perlu kita antisipasi juga nanti saat melawan Semen Padang,” katanya.
3. Ingin peluang bisa dikonversi jadi gol

PSIS Semarang menggelar pemusatan latihan untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027 mulai pekan ini hingga 1 Agustus 2026 di Yogyakarta. (dok. PSIS) Selanjutnya, finishing juga menjadi perhatian. Widodo ingin peluang yang tercipta bisa dikonversi menjadi gol agar PSIS dapat menjaga peluang meraih kemenangan.
“Karena sepak bola ini tujuannya akhirnya pada kemenangan. Jadi sebisa mungkin di setiap pertandingan kita usahakan untuk bisa meraih kemenangan,” ujarnya.
Sementara, bek kiri PSIS, Abduh Lestaluhu, memastikan skuad Mahesa Jenar siap menghadapi pertandingan yang diprediksi tidak mudah tersebut.
“Untuk kesiapan laga besok, kami sudah siap. Satu minggu kami siapkan tim ini untuk menghadapi Semen Padang. Kami tahu mereka tim bagus. Kami tahu laga yang tidak mudah maka kami akan bekerja keras dan berharap besok bisa meraih kemenangan,” katanya.


















