Semarang, IDN Times - Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mendorong Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jawa Tengah dan Kota Semarang lebih aktif menyuarakan kebutuhan warga tunanetra, terutama terkait aksesibilitas fasilitas publik.
Iswar Dorong ITMI Perjuangkan Akses Fasilitas Publik Bagi Tunanetra

1. Dorong organisasi perjuangkan hak anggotanya
Menurut Iswar, organisasi penyandang tunanetra tidak cukup hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga perlu mengambil peran dalam memperjuangkan hak anggotanya kepada pemerintah.
“Saya ingin agar kemudian ITMI Jawa Tengah Kota Semarang punya peran aktif untuk memperjuangkan kepentingan panjenengan sebagai warga negara,” kata Iswar saat membuka Al-Qur’an Braille Camp yang dirangkai dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) V ITMI Jawa Tengah dan Seminar Wawasan Kebangsaan di Asrama Haji Semarang, Sabtu (26/9/2026).
Iswar menyoroti masih adanya fasilitas publik yang belum sepenuhnya memberikan kemudahan bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.
Keberadaan guiding block, menurut dia, perlu dibarengi dengan penataan ruang publik yang benar-benar mempertimbangkan kebutuhan tunanetra.
2. Warga tunanetra punya kesempatan yang sama
Pemerintah juga dinilai perlu memberikan edukasi kepada instansi pemerintah maupun swasta agar aksesibilitas tidak berhenti pada penyediaan fasilitas fisik.
“Panjenengan memiliki kewajiban dan hak yang sama dengan warga negara yang lainnya,” ujarnya.
Maka itu, Muswil ITMI dinilai dapat menjadi ruang untuk menghimpun persoalan yang dihadapi anggota, kemudian menyampaikannya kepada pemerintah sebagai bahan perbaikan kebijakan maupun layanan publik.
Iswar menegaskan, pemenuhan hak penyandang disabilitas merupakan bagian dari pembangunan yang inklusif. Warga tunanetra juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Persoalan aksesibilitas juga disinggung dalam layanan transportasi publik. Iswar menyampaikan rencana kehadiran 27 unit bus low deck di Kota Semarang yang diarahkan untuk memudahkan akses masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
3. Himpun aspirasi warga tunanetra
Kehadiran armada tersebut menjadi salah satu upaya pengembangan transportasi publik yang lebih mudah diakses berbagai kelompok masyarakat.
Namun, Iswar menekankan pentingnya keterlibatan penyandang disabilitas dalam menyampaikan kebutuhan mereka. Dengan begitu, pembangunan fasilitas dan layanan publik tidak hanya didasarkan pada asumsi pemerintah, tetapi juga pengalaman langsung pengguna.
Sementara itu, rangkaian Al-Qur’an Braille Camp, Muswil V ITMI Jawa Tengah, dan Seminar Wawasan Kebangsaan diikuti sekitar 160 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Selain menjadi forum pembelajaran Al-Qur’an Braille, kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus penghimpunan aspirasi warga tunanetra.
Dalam Seminar Wawasan Kebangsaan, Iswar juga mengingatkan pentingnya kebersamaan, toleransi, dan kecintaan terhadap Indonesia.
“Tidak hanya membutuhkan kemampuan dan pengetahuan, tetapi juga semangat kebersamaan, toleransi dan kecintaan terhadap Indonesia,” katanya.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Berdayakan Anak Penyandang Disabilitas Belajar Menjadi Content Creator18 Jun 2024, 21:43 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- 25 Atlet Pelajar Difabel Semarang Bidik Juara Umum di Peparpeda Jateng22 Aug 2026, 04:33 WIB