Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jateng Panas Terik! Ini 4 Minuman Kekinian yang Gulanya Lebih Jahat dari Buah Manis

Kota Semarang
3 min read
Jateng Panas Terik! Ini 4 Minuman Kekinian yang Gulanya Lebih Jahat dari Buah Manis
Es kopi susu (pexels.com/makafood)
dalam beberapa hari terakhir
Cuaca panas terik melanda sebagian besar wilayah Jawa Tengah, membuat masyarakat lebih mudah merasa haus.
musim kemarau ini
Konsumsi minuman manis secara berlebihan berisiko memicu lonjakan gula darah, obesitas, dan diabetes melitus di usia muda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Cuaca panas terik yang melanda sebagian besar wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir membuat tenggorokan mudah merasa haus. Di tengah teriknya sengatan matahari, meminum es atau minuman dingin kekinian kerap menjadi pilihan utama para pekerja dan anak muda untuk melepaskan dahaga secara instan.

Namun, di balik rasa segar dan tampilannya yang menggugah selera, berbagai jenis minuman kekinian menyimpan bahaya terselubung. Kandungan gula tambahan (added sugar) dan sirup perisa di dalamnya sangat tinggi, bahkan jauh melampaui kadar gula alami (fruktosa) yang ada pada buah-buahan manis sekalipun.

Jika dikonsumsi berlebihan secara terus-menerus di musim kemarau ini, minuman manis tersebut berisiko memicu lonjakan kadar gula darah, kegemukan (obesitas), hingga risiko diabetes melitus di usia muda.

Biar tidak salah pilih saat dahaga menyerang, hindari mengonsumsi 4 jenis minuman kekinian tinggi gula berikut secara berlebihan!

  1. 1. Boba Milk Tea (Brown Sugar Milk)

    Tangan memegang gelas plastik minuman boba milk tea dengan sedotan
    Ilustrasi segelas minuman boba boba milk tea dingin. pexels.com/RDNE Stock project

    Minuman kenyal manis ini masih menjadi salah satu pilihan teratas saat cuaca sedang panas. Padahal, kombinasi susu, sirup brown sugar, dan topping tapioka boba mengandung kadar gula yang sangat masif.

    Mengapa Berbahaya? Satu gelas boba milk tea ukuran sedang rata-rata mengandung sekitar 38 hingga 50 gram gula—sama dengan mengonsumsi 9 sampai 12 sendok teh gula sekaligus! Angka ini sudah melebihi batas konsumsi gula harian yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan RI (maksimal 50 gram per hari).

    Bandingkan dengan Buah: Kadar gula dalam satu porsi boba milk tea bahkan 2–3 kali lipat lebih tinggi dibanding rasa manis alami dari satu porsi buah mangga matang atau anggur.

  2. 2. Thai Tea dan Green Tea Latte Kemasan/Gerai

    Potret Thai tea honey lemon
    Potret Thai tea honey lemon (vecteezy.com/Sutyono Z)

    Warna kecokelatan khas Thai tea atau hijau menyegarkan dari green tea latte sering menipu mata seolah-olah minuman ini menyehatkan karena berbasis teh.

    Mengapa Berbahaya? Racikan Thai tea di gerai kekinian umumnya menggunakan campuran krimer kental manis, susu evaporasi, dan sirup pemanis dalam jumlah besar untuk menutupi rasa pahit alami teh. Satu porsi Thai tea standar dapat menyumbang hingga 30–40 gram gula murni.

  3. 3. Es Kopi Susu Kekinian Pakai Sirup Perisa (Flavored Coffee)

    Es kopi susu
    ilustrasi es kopi susu (pexels.com/Sóc Năng Động)

    Segelas es kopi susu gula aren, caramel macchiato, atau hazelnut latte dingin memang ampuh mengusir kantuk sekaligus menyegarkan badan saat siang hari di kantor.

    Mengapa Berbahaya? Tambahan sirup perisa buatan dan gula aren cair membuat kalori dan kandungan gula dalam es kopi susu melonjak tajam. Tanpa disadari, kebiasaan "ngopi" manis setiap hari saat cuaca terik bisa menyuplai ratusan kalori kosong (empty calories) ke dalam tubuh tanpa memberi rasa kenyang.

  4. 4. Smoothies Buah Blended dengan Tambahan Pemanis

    Ilustrasi resep smoothies alpukat kurma
    Ilustrasi resep smoothies alpukat kurma (unsplash.com/id/@fallonmichaeltx)

    Banyak orang mengira smoothies buah dingin adalah opsi minuman paling sehat saat cuaca panas. Padahal, smoothies buatan kedai minuman sering kali sudah ditambahi gula cair, kental manis, atau es krim vanilla agar rasanya lebih creamy.

    Mengapa Berbahaya? Proses penghancuran buah (blended) merusak struktur serat alami pada buah. Ketika ditambah gula cair, minuman ini akan langsung diserap cepat oleh tubuh dan memicu sugar spike (lonjakan gula darah mendadak) yang membahayakan pankreas.

    Alternatif Minuman Penghilang Dahaga yang Lebih Sehat:

    Air Kelapa Murni Tanpa Sirup: Menyegarkan, kaya elektrolit alami untuk mencegah dehidrasi, dan memiliki indeks glikemik rendah.

    Infused Water: Air putih dingin yang diberi potongan lemon, timun, atau daun mint untuk memberikan sensasi segar tanpa gula tambahan.

    Es Teh Hijau/Teh Hitam Tawar (Unsweetened Tea): Tetap mendapatkan kesegaran teh dan antioksidan tanpa tambahan kalori gula.

    Minta Less Sugar (0–25%): Jika tetap ingin membeli minuman kekinian, selalu minta opsi tingkat kemanisan paling minimal (less sugar atau no added sugar).a

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More