Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jateng Panas Terik! Ini 4 Minuman Kekinian yang Gulanya Lebih Jahat dari Buah Manis
Es kopi susu (pexels.com/makafood)
dalam beberapa hari terakhir

Cuaca panas terik melanda sebagian besar wilayah Jawa Tengah, membuat masyarakat lebih mudah merasa haus.

musim kemarau ini

Konsumsi minuman manis secara berlebihan berisiko memicu lonjakan gula darah, obesitas, dan diabetes melitus di usia muda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Empat minuman kekinian—boba milk tea, Thai tea/green tea latte, es kopi susu bersirup, dan smoothies berpemanis—disebut mengandung gula tinggi bila dikonsumsi berlebihan.
  • Who?
    Pekerja dan anak muda yang memilih minuman dingin saat cuaca panas, serta konsumen minuman kekinian, menjadi kelompok yang perlu memperhatikan asupan gula tambahan.
  • Where?
    Situasi cuaca panas terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah, dengan laporan disampaikan dari Semarang.
  • When?
    Cuaca panas terik dilaporkan melanda sebagian besar Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir, saat musim kemarau berlangsung.
  • Why?
    Minuman tersebut memakai gula tambahan, sirup perisa, krimer, susu kental manis, atau pemanis lain yang dapat meningkatkan konsumsi gula dan kalori.
  • How?
    Konsumsi berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah, obesitas, dan risiko diabetes; pilihan yang disebut lebih rendah gula meliputi air kelapa murni, infused water, teh tawar, atau pesanan less sugar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jawa Tengah sedang panas sekali, jadi banyak orang ingin minum yang dingin. Boba, thai tea, kopi susu manis, dan smoothies dari kedai bisa punya gula banyak. Kalau terlalu sering diminum, gula darah bisa naik dan badan bisa jadi gemuk. Sekarang lebih baik minum air putih, air kelapa tanpa sirup, atau teh tawar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah cuaca panas, perhatian pada kandungan gula membuka ruang bagi pilihan minuman yang tetap menyegarkan tanpa beban pemanis berlebih. Air kelapa murni, infused water, dan teh tanpa gula menawarkan variasi rasa sekaligus hidrasi, sementara opsi kemanisan rendah memungkinkan penikmat minuman kekinian menyesuaikan konsumsi dengan lebih sadar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Cuaca panas terik yang melanda sebagian besar wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir membuat tenggorokan mudah merasa haus. Di tengah teriknya sengatan matahari, meminum es atau minuman dingin kekinian kerap menjadi pilihan utama para pekerja dan anak muda untuk melepaskan dahaga secara instan.

Namun, di balik rasa segar dan tampilannya yang menggugah selera, berbagai jenis minuman kekinian menyimpan bahaya terselubung. Kandungan gula tambahan (added sugar) dan sirup perisa di dalamnya sangat tinggi, bahkan jauh melampaui kadar gula alami (fruktosa) yang ada pada buah-buahan manis sekalipun.

Jika dikonsumsi berlebihan secara terus-menerus di musim kemarau ini, minuman manis tersebut berisiko memicu lonjakan kadar gula darah, kegemukan (obesitas), hingga risiko diabetes melitus di usia muda.

Biar tidak salah pilih saat dahaga menyerang, hindari mengonsumsi 4 jenis minuman kekinian tinggi gula berikut secara berlebihan!

1. Boba Milk Tea (Brown Sugar Milk)

Ilustrasi segelas minuman boba boba milk tea dingin. pexels.com/RDNE Stock project

Minuman kenyal manis ini masih menjadi salah satu pilihan teratas saat cuaca sedang panas. Padahal, kombinasi susu, sirup brown sugar, dan topping tapioka boba mengandung kadar gula yang sangat masif.

Mengapa Berbahaya? Satu gelas boba milk tea ukuran sedang rata-rata mengandung sekitar 38 hingga 50 gram gula—sama dengan mengonsumsi 9 sampai 12 sendok teh gula sekaligus! Angka ini sudah melebihi batas konsumsi gula harian yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan RI (maksimal 50 gram per hari).

Bandingkan dengan Buah: Kadar gula dalam satu porsi boba milk tea bahkan 2–3 kali lipat lebih tinggi dibanding rasa manis alami dari satu porsi buah mangga matang atau anggur.

2. Thai Tea dan Green Tea Latte Kemasan/Gerai

Potret Thai tea honey lemon (vecteezy.com/Sutyono Z)

Warna kecokelatan khas Thai tea atau hijau menyegarkan dari green tea latte sering menipu mata seolah-olah minuman ini menyehatkan karena berbasis teh.

Mengapa Berbahaya? Racikan Thai tea di gerai kekinian umumnya menggunakan campuran krimer kental manis, susu evaporasi, dan sirup pemanis dalam jumlah besar untuk menutupi rasa pahit alami teh. Satu porsi Thai tea standar dapat menyumbang hingga 30–40 gram gula murni.

3. Es Kopi Susu Kekinian Pakai Sirup Perisa (Flavored Coffee)

ilustrasi es kopi susu (pexels.com/Sóc Năng Động)

Segelas es kopi susu gula aren, caramel macchiato, atau hazelnut latte dingin memang ampuh mengusir kantuk sekaligus menyegarkan badan saat siang hari di kantor.

Mengapa Berbahaya? Tambahan sirup perisa buatan dan gula aren cair membuat kalori dan kandungan gula dalam es kopi susu melonjak tajam. Tanpa disadari, kebiasaan "ngopi" manis setiap hari saat cuaca terik bisa menyuplai ratusan kalori kosong (empty calories) ke dalam tubuh tanpa memberi rasa kenyang.

4. Smoothies Buah Blended dengan Tambahan Pemanis

Ilustrasi resep smoothies alpukat kurma (unsplash.com/id/@fallonmichaeltx)

Banyak orang mengira smoothies buah dingin adalah opsi minuman paling sehat saat cuaca panas. Padahal, smoothies buatan kedai minuman sering kali sudah ditambahi gula cair, kental manis, atau es krim vanilla agar rasanya lebih creamy.

Mengapa Berbahaya? Proses penghancuran buah (blended) merusak struktur serat alami pada buah. Ketika ditambah gula cair, minuman ini akan langsung diserap cepat oleh tubuh dan memicu sugar spike (lonjakan gula darah mendadak) yang membahayakan pankreas.

Alternatif Minuman Penghilang Dahaga yang Lebih Sehat:

Air Kelapa Murni Tanpa Sirup: Menyegarkan, kaya elektrolit alami untuk mencegah dehidrasi, dan memiliki indeks glikemik rendah.

Infused Water: Air putih dingin yang diberi potongan lemon, timun, atau daun mint untuk memberikan sensasi segar tanpa gula tambahan.

Es Teh Hijau/Teh Hitam Tawar (Unsweetened Tea): Tetap mendapatkan kesegaran teh dan antioksidan tanpa tambahan kalori gula.

Minta Less Sugar (0–25%): Jika tetap ingin membeli minuman kekinian, selalu minta opsi tingkat kemanisan paling minimal (less sugar atau no added sugar).a

Curated For You

Editorial Team

Related Article