Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Para kader Posyandu menghadiri acara launching Pandu Tangguh di Gradika Bhakti Praja Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Kader Posyandu di 35 kabupaten/kota Jawa Tengah akan dilatih memakai aplikasi Perlinsos melalui program Pandu Tangguh untuk mendampingi warga mengakses bantuan sosial Kemensos.

  • Pendampingan diprioritaskan bagi perempuan miskin, penyandang disabilitas, dan lansia, menyusul masalah data seperti warga layak yang belum terdaftar atau penerima bantuan yang dicoret.

  • Kader akan membantu warga mengakses portal Perlinsos, mengajukan sanggahan atas data tidak sesuai, serta mengikuti proses perbaikan status kepesertaan bantuan sosial.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2 November 2026

Program Pandu Tangguh diresmikan di Gedung Gradhika Bhakti Praja. Kader Posyandu dari 35 kabupaten/kota akan dilatih menggunakan aplikasi Perlinsos untuk mendampingi warga mengakses dan memperbaiki data bantuan sosial.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Program Pandu Tangguh diresmikan untuk melatih kader Posyandu menggunakan aplikasi Perlinsos dalam mendampingi warga mengakses bantuan sosial dan mengajukan sanggahan data.
  • Who?
    Kader Posyandu dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah akan dilatih. Program ini diresmikan Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin dan diapresiasi Wagub Taj Yasin Maimoen.
  • Where?
    Peresmian berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja. Pelatihan dan pendampingan akan melibatkan Posyandu di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
  • When?
    Program Pandu Tangguh diresmikan pada Senin, 2 November 2026.
  • Why?
    Pelatihan dilakukan karena masih ada ketidaksesuaian data penerima bansos, warga kurang mampu belum terdata, serta penerima bantuan yang dicoret dari daftar meski kondisi sosial ekonominya memerlukan bantuan.
  • How?
    Kader akan dilatih mengakses portal Perlinsos, membantu pengajuan bantuan, serta mendampingi perempuan miskin, penyandang disabilitas, lanjut usia, dan warga lain menyampaikan sanggahan atas data atau status bantuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kader Posyandu di Jawa Tengah akan belajar memakai aplikasi Perlinsos. Mereka akan membantu orang miskin, orang tua, dan orang disabilitas mendapat bantuan dari Kemensos. Kader dari 35 kota dan kabupaten bisa membantu kalau data warga salah atau bantuan berhenti. Sekarang program Pandu Tangguh sudah dimulai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Program Pandu Tangguh membuka ruang bagi kader Posyandu di seluruh kabupaten/kota Jawa Tengah untuk memperkuat peran sosialnya melalui pelatihan aplikasi Perlinsos. Pendampingan yang memprioritaskan perempuan miskin, penyandang disabilitas, dan lansia dapat membuat proses akses bantuan serta perbaikan data terasa lebih dekat dan lebih mudah dipahami warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Sejumlah kader Posyandu wilayah Jawa Tengah akan dibekali sejumlah kemampuan menggunakan aplikasi Perlinsos. Penggunaan aplikasi Perlinsos ini dimaksudkan untuk membantu warga kurang mampu memperoleh bansos dari Kemensos.

Saat meresmikan program Pandu Tangguh, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (2/11/2026), Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengatakan, Pandu Tangguh merupakan implementasi transformasi Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya pada bidang sosial. 

Kader dari Posyandu di 35 kabupaten/ kota akan dibekali pelatihan, sebelum memberikan pendampingan kepada masyarakat.

"Jadi bagaimana nanti kader-kader di Posyandu 35 kabupaten/ kota ini kita latih, untuk bagaimana cara menggunakan aplikasi Perlinsos," katanya, Senin (2/11/2026).

Nawal menjelaskan, pendampingan akan diprioritaskan bagi kelompok masyarakat rentan, seperti perempuan miskin, penyandang disabilitas, dan lanjut usia. Langkah itu dinilai penting, ujarnya karena masih ditemukan persoalan dalam pendataan penerima bantuan sosial, termasuk ketidaksesuaian data dengan kondisi sosial ekonomi warga.

Ditambahkan, persoalan yang muncul biasanya warga yang sebenarnya tidak sesuai dengan pengelompokan desil tertentu, masyarakat kurang mampu yang belum terdata sebagai penerima bantuan, hingga warga yang sebelumnya menerima bantuan tetapi kemudian dicoret dari daftar penerima.

Melalui Pandu Tangguh, kader Posyandu diharapkan dapat membantu warga mengakses portal Perlinsos, termasuk ketika harus menyampaikan sanggahan atas ketidaksesuaian data atau status kepesertaan bantuan sosial.

"Dan terus juga bagaimana ketika mengajukan satu bantuan, ternyata ditutup (dicoret) bantuannya, bagaimana caranya menjawab sanggahan yang ada di aplikasi ini," kata Nawal. 

Untuk pelibatan kader Posyandu menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan sosial kepada masyarakat. Dengan pendampingan tersebut, warga diharapkan lebih mudah mengakses aplikasi Perlinsos dan mengikuti proses perbaikan data sesuai ketentuan.

"Ini nanti kita akan melatih kader Posyandu, dan kemudian nantinya bisa mendampingi masyarakat untuk menggunakan aplikasi Perlinsos. Ini adalah layanan bidang sosial Posyandu," urainya.

Wagub Taj Yasin Maimoen mengapresiasi peluncuran Pandu Tangguh. Menurutnya, inovasi tersebut relevan dengan kondisi di lapangan, mengingat masih banyak masyarakat yang mengeluhkan ketidaksesuaian data penerima bantuan sosial.

"Ketika masyarakat didampingi oleh Posyandu, bagaimana nanti ada sanggahan, mengusulkan penilaian yang harus masuk, ini akan memudahkan masyarakat," tandasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article