ilustrasi karhutla (pexels.com/Eclipse Chasers)
Merespons laporan masyarakat, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Tawangmangu, BPBD Kabupaten Karanganyar, Perhutani, TNI, relawan, hingga warga setempat langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat.
Namun, sulitnya medan lereng yang terjal membuat armada mobil pemadam kebakaran maupun mobil tangki air tidak dapat menjangkau titik api. Tim di lapangan terpaksa mengandalkan teknik pemadaman manual serta pembuat sekat bakar (ilaran).
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharjo, membenarkan kendala teknis penanganan kebakaran di medan perbukitan tersebut.
"Kamis jam 11.00 kami mendapat informasi bahwa di hutan lindung Lawu, tepatnya di Petak 28, 32, dan 62C di Desa Gondosuli, telah terjadi kebakaran hutan. Saat itu juga relawan serta Perhutani menuju tempat titik api dan berusaha memadamkan api. Karena angin cukup kencang, api dari ketiga titik tersebut sampai saat ini belum padam," ungkap Sugiharjo saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2026).
Sugiharjo menambahkan, fokus utama personel di lapangan saat ini adalah mengisolasi pergerakan api agar tidak menjalar lebih jauh ke area hutan lindung lainnya.
"Pemadamannya karena posisinya ada di lereng itu ya secara manual bisanya, kita buat ilaran dan sebagainya. Jadi untuk mobil pemadam ataupun tangki kita tidak bisa naik ke atas. Manual, ada yang pakai gebyok, kemudian kita buat ilaran di sekitarnya biar tidak merambat terluas, dan ada pompa-pompa tangan," jelasnya.