Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenbud Mulai Revitalisasi Karaton Surakarta, Kantoran Dalem Dibuka
Pencanangan Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Kementerian Kebudayaan memulai revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat pada 23 September 2026, mencakup penataan fisik kawasan serta pelestarian naskah, tradisi, dan warisan budaya.
  • Kantoran Dalem, bangunan administrasi Karaton dari era Pakubuwono IV yang terakhir digunakan pada masa Pakubuwono XI, telah direvitalisasi untuk mendukung pelestarian kebudayaan.
  • Digitalisasi koleksi Karaton mulai dijalankan bersama berbagai pihak, termasuk target 200 naskah kuno oleh Manasa, sementara pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor untuk keberlanjutan program.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (23/9/2026)

Fadli Zon, Respati Ardi, PB XIV Hangabehi, dan Panembahan Agung Tedjowulan meletakkan batu pertama revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat. Fadli Zon juga meresmikan hasil revitalisasi Kantoran Dalem.

Saat ini

Digitalisasi koleksi Karaton telah dimulai melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Manasa, dengan target sekitar 200 naskah kuno.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat dimulai, bersamaan dengan peresmian hasil revitalisasi Kantoran Dalem dan pelaksanaan program digitalisasi naskah serta pengetahuan Karaton.
  • Who?
    Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wali Kota Solo Respati Ardi, Sinuhun PB XIV Hangabehi, Panembahan Agung Tedjowulan, GKR Koes Moertiyah Wandansari, Kementerian Kebudayaan, dan Karaton Surakarta terlibat.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat, Surakarta, termasuk Kantoran Dalem yang dahulu menjadi pusat administrasi Karaton.
  • When?
    Peletakan batu pertama revitalisasi Karaton Surakarta dan peresmian Kantoran Dalem dilakukan pada Rabu, 23 September 2026.
  • Why?
    Program ini dijalankan untuk merawat bangunan cagar budaya, melestarikan naskah, tradisi, dan pengetahuan Karaton, serta memperluas akses masyarakat terhadap koleksi bersejarah.
  • How?
    Revitalisasi dilakukan melalui pemugaran dan penataan kawasan, pembukaan kembali Kantoran Dalem, digitalisasi koleksi bersama Manasa dengan target sekitar 200 naskah, serta kolaborasi pemerintah dan lembaga terkait.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Fadli Zon, Wali Kota Solo, dan orang-orang Karaton Surakarta memulai perbaikan Karaton Surakarta. Mereka juga membuka lagi Kantoran Dalem, bangunan tua yang dulu jadi kantor. Sekarang, bangunan itu dirawat agar tetap ada. Pemerintah juga mulai membuat sekitar 200 naskah kuno menjadi digital supaya lebih banyak orang bisa melihat dan belajar tentang Karaton.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surakarta, IDN Times - Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Walikota Solo Respati Ardi dan Sinuhun PB XIV Hangabehi, serta Panembahan Agung Tedjowulan melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat, Rabu (23/9/2026). Pada kesempatan yang sama, ia juga meresmikan hasil revitalisasi Kantoran Dalem, bangunan bersejarah yang menjadi pusat administrasi Karaton pada masa lalu.

Revitalisasi tersebut tidak hanya berfokus pada pemugaran bangunan fisik, tetapi juga mencakup pelestarian warisan budaya, termasuk digitalisasi naskah dan pengetahuan Karaton agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

“Revitalisasi Karaton Surakarta tidak hanya menyangkut pemulihan dan penataan fisik kawasan. Proses tersebut juga diarahkan pada penguatan pelestarian pengetahuan, naskah, tradisi, serta berbagai warisan budaya yang berada di lingkungan Karaton,” ujar Fadli Zon.

1. Kantoran Dalem dihidupkan kembali sebagai bagian dari pelestarian sejarah.

Pencanangan Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. (IDN Times/Larasati Rey)

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Fadli Zon melakukan pemotongan pita sebagai simbol selesainya revitalisasi Kantoran Dalem Karaton Surakarta.

Kantoran Dalem merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada masa pemerintahan Pakubuwono IV. Dalam perkembangannya, bangunan itu terakhir digunakan sebagai kantor pada era Pakubuwono XI.

Revitalisasi dilakukan sebagai upaya menjaga keberlangsungan bangunan cagar budaya agar tetap terawat sekaligus mendukung aktivitas pelestarian kebudayaan di lingkungan Karaton Surakarta.

“Penyelesaian revitalisasi Kantoran Dalem menjadi bagian dari upaya menjaga dan merawat bangunan bersejarah milik Karaton Surakarta agar keberadaannya tetap terpelihara dan dapat mendukung kegiatan pelestarian kebudayaan,” jelas politisi Partai Gerindra tersebut.

2. Digitalisasi jadi fokus pelestarian naskah Karaton.

Pencanangan Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. (IDN Times/Larasati Rey)

Selain revitalisasi fisik, pemerintah juga mendorong pelestarian warisan intelektual Karaton melalui digitalisasi berbagai koleksi bersejarah.

Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap naskah, arsip, dan pengetahuan yang selama ini tersimpan di lingkungan Karaton.

Saat ini proses digitalisasi telah dimulai melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Manasa, yang menargetkan digitalisasi sekitar 200 naskah kuno. Meski demikian, jumlah tersebut masih menjadi sebagian kecil dari keseluruhan koleksi yang memerlukan pelestarian secara berkelanjutan.

“Digitalisasi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap berbagai koleksi dan sumber pengetahuan Karaton Surakarta. Dengan pemanfaatan teknologi, warisan pengetahuan yang selama ini tersimpan dapat dipelajari dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas,” pungkasnya.

3. Pemerintah dorong kolaborasi untuk menjaga keberlanjutan Karaton.

Pencanangan Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. (IDN Times/Larasati Rey)

Kementerian Kebudayaan menilai keberhasilan revitalisasi Karaton Surakarta memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga kebudayaan, akademisi, hingga sektor swasta.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembiayaan sekaligus mempercepat pelestarian aset budaya yang dimiliki Karaton Surakarta.

Dikesempatan yang sama, Pengangeng Sasana Wilopo GKR Koes Moertiyah Wandansari mengatakan peletakan batu pertama revitalisasi Karaton Surakarta menjadi penanda dimulainya tahap baru pelestarian kawasan bersejarah tersebut. Sementara revitalisasi Kantoran Dalem menjadi simbol bahwa upaya menjaga warisan budaya tidak hanya dilakukan dengan merawat bangunan, tetapi juga memperkuat akses pengetahuan melalui digitalisasi demi generasi mendatang.

“Kolaborasi antara Karaton Surakarta, pemerintah, lembaga terkait, serta berbagai pihak lainnya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program revitalisasi dan pelestarian,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article