Kiprah Plastik dari Limbah Tahu Karya Mahasiswa Undip di CN Fest 2025

Semarang, IDN Times - Plastik ramah lingkungan yang terbuat dari limbah tahu moncer buatan mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI), Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) moncer di Cipta Nusantara Fest 2025. Inovasi tersebut meraih tiga penghargaan di ajang kompetisi ilmiah nasional yang digelar oleh EduHub Youth Invention bersama Universitas Riau, belum lama ini.
1. Mahasiswa ambil peran dalam perubahan iklim

Dalam kompetisi yang mempertemukan ratusan mahasiswa kreatif dari berbagai penjuru Indonesia ini, Tim TRKI Undip yang terdiri dari Maya Qisthina Gaissani, Sigit Pramana, Mochammad Wibisono Faizun S, dan Aisha Adinda Satyarani berhasil mencuri perhatian lewat karya inovatif bertajuk “Edible Film dari Limbah Tahu dan Mikroalga Chlorella vulgaris sebagai Alternatif Pengemas Ramah Lingkungan untuk Mendukung Indonesia Emas 2045.”
Upaya mereka merupakan bukti bahwa mahasiswa turut mengambil peran dalam perubahan di tengah tantangan perubahan iklim dan urgensi akan solusi berkelanjutan.
“Inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap dua masalah besar pada isu lingkungan, yaitu limbah industri pangan, khususnya limbah tahu dan pencemaran plastik sekali pakai. Kami ingin menghadirkan solusi yang fungsional sekaligus berkelanjutan,” ungkap ketua tim, Maya Qisthina dalam keterangan resmi, Minggu (18/5/2025).
2. Manfaatkan nata de soya

Mereka lalu memanfaatkan nata de soya hasil fermentasi dari limbah cair tahu dan mikroalga Chlorella vulgaris untuk menciptakan edible film, sebuah bahan pengemas yang bisa dimakan dan mudah terurai secara alami.
Tak hanya ramah lingkungan, edible film ini juga memiliki fungsi sebagai kemasan aktif yang mampu memperpanjang umur simpan produk, terutama bahan pangan. Dengan mengusung prinsip biodegradabilitas, zero waste, dan sustainability, inovasi ini dinilai sejalan dengan konsep ekonomi sirkular berbasis inovasi lokal dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Alhasil, dari kerja keras tersebut, mahasiswa perwakilan Undip itu berhasil meraih penghargaan Gold Medal di bidang Energi dan Lingkungan, predikat Best Idea, serta Juara 3 untuk kategori Essay.
3. Bisa dikembangkan jadi produk komersial

Maya menyampaikan rasa bahagia dan bangga atas pencapaian ini. Sebab, kemenangan ini adalah hasil kerja keras dan semangat kolaborasi riset dan ingin memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
“Harapan kedepannya, inovasi ini bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi produk komersial yang bisa dimanfaatkan masyarakat luas dan industri,” imbuhnya.
Sementara, keberhasilan tim ini tidak terlepas dari dukungan dosen pembimbing, Yusuf Ma’Rifat Fajar Azis, S.T., M.T., yang secara intensif mendampingi dan mengarahkan mereka dari tahap awal riset hingga penyusunan karya ilmiah.
4. Dorong mahasiswa aktif berkegiatan ilmiah

Begitupun pencapaian tersebut tidak hanya mencerminkan keunggulan akademik, tetapi juga peran dari Undip khususnya melalui wadah TRKI yang mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan ilmiah dan pengembangan inovasi. Kolaborasi lintas disiplin ilmu mulai dari formulasi material, kajian lingkungan hingga strategi komunikasi ilmiah dalam penulisan karya tulis dan esai menjadi kekuatan utama terhadap pengembangan inovasi ini.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Prodi TRKI, Mohamad Endy Julianto, S.T., M.T. turut menyampaikan apresiasinya.
“Kami sangat bangga. Semoga semangat riset dan inovasi TRKI ini terus tumbuh berkembang dan berkontribusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan bagi masyarakat luas,” ujarnya.
TRKI Vokasi UNDIP berkomitmen dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan visi Indonesia Emas 2045. Dalam visi jangka panjang ini, aspek keberlanjutan lingkungan dan efisiensi sumber daya menjadi kunci utama dalam pembangunan ekonomi dan industri yang inklusif.