42 Warga Terluka Akibat Aksi Anarkis Demo di Jateng

- Puluhan orang diamankan kepolisian terkait aksi anarkis di Semarang
- Polda imbau warga jangan terprovokasi dan lakukan aksi unjuk rasa dengan tertib
- Aksi anarkis terjadi di Semarang, Magelang, dan Solo
Semarang, IDN Times - Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyebutkan sekitar 42 orang menjadi korban aksi anarkis saat unjuk rasa solidaritas kematian ojol Affan. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan korban berasal dari aparat keamanan, masyarakat maupun pengunjuk rasa itu sendiri.
"Jumlah tersebut merupakan korban aksi anarkis di sejumlah wilayah. Rata-rata mengalami luka di kepala akibat lemparan batu, luka memar dan sesak nafas," ungkapnya, Sabtu (30/8/2025).
1. Puluhan orang diamankan kepolisian

Terkait aksi anarkis di Semarang, pihaknya juga telah mengamankan puluhan orang yang diduga provokator dan pelaku dari aksi tersebut.
Seluruhnya saat ini dalam pendataan dan pemeriksaan di Polda Jateng dan Polrestabes Semarang.
Jumlah orang yang diduga provokator yang ditangkap di Polrestabes Semarang ada sembilan orang. Dan ada juga 45 orang ditangkap di Polda Jateng.
"Di Polrestabes Semarang ada sembilan orang yang diamankan, sedangkan di Polda Jateng ada 45. Semua tertangkap tangan saat melakukan aksi anarkis, saat ini masih dalam pendataan dan pemeriksaan petugas," terangnya.
2. Polda imbau warga jangan terprovokasi

Lebih jelas pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan melakukan aksi unjuk rasa dengan tertib dan sesuai aturan.
"Kami dari kepolisian selalu siap menghadapi situasi yang dinamis, kami himbau pada masyarakat jangan mudah terprovokasi dan melakukan aksi anarkis. Perbuatan tersebut akan merugikan kita semua," katanya.
3. Aksi anarkis terjadi di Semarang, Magelang Solo

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir aksi anarkis yang merugikan masyarakat.
“Aksi massa kali ini sudah mengarah pada tindakan anarkis dengan merusak fasilitas umum dan membakar kendaraan. Tindakan kepolisian yang dilakukan saat ini adalah semata-mata untuk melindungi keselamatan warga Kota Semarang dari aksi kelompok tak bertanggung jawab,” tegasnya.
Ketegasan petugas akhirnya membuahkan hasil dan memulihkan ketertiban pada pukul 22.30 WIB saat seluruh massa menghentikan aksi anarkis dan membubarkan diri.
Dalam keterangannya usai pengamanan, Kabid Humas menyebut bahwa aksi anarkis tersebut juga terjadi di Surakarta dan Magelang.
"Ada beberapa wilayah selain Kota Semarang, aksi anarkis juga terjadi di Magelang Kota dan Solo," ungkapnya.