Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

42 Warga Terluka Akibat Aksi Anarkis Demo di Jateng

IMG-20250829-WA0086.jpg
Para driver ojol dari Shopee dan Gojek ikut merangsek bersama para mahasiswa Semarang untuk demo di Mapolda Jateng. (IDN Times/bt)
Intinya sih...
  • Puluhan orang diamankan kepolisian terkait aksi anarkis di Semarang
  • Polda imbau warga jangan terprovokasi dan lakukan aksi unjuk rasa dengan tertib
  • Aksi anarkis terjadi di Semarang, Magelang, dan Solo
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyebutkan sekitar 42 orang menjadi korban aksi anarkis saat unjuk rasa solidaritas kematian ojol Affan. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan korban berasal dari aparat keamanan, masyarakat maupun pengunjuk rasa itu sendiri. 

"Jumlah tersebut merupakan korban aksi anarkis di sejumlah wilayah. Rata-rata mengalami luka di kepala akibat lemparan batu, luka memar dan sesak nafas," ungkapnya, Sabtu (30/8/2025). 

1. Puluhan orang diamankan kepolisian

Gambar WhatsApp 2025-08-29 pukul 22.40.43_38a073f3.jpg
Aparat Kepolisian dari Polresta Solo terlihat berjaga di Simpang empat Nonongan Surakarta, Jumat (29/8/2025). (IDN Times/Bandot Arywono)

Terkait aksi anarkis di Semarang, pihaknya juga telah mengamankan puluhan orang yang diduga provokator dan pelaku dari aksi tersebut. 

Seluruhnya saat ini dalam pendataan dan pemeriksaan di Polda Jateng dan Polrestabes Semarang.

Jumlah orang yang diduga provokator yang ditangkap di Polrestabes Semarang ada sembilan orang. Dan ada juga 45 orang ditangkap di Polda Jateng. 

"Di Polrestabes Semarang ada sembilan orang yang diamankan, sedangkan di Polda Jateng ada 45. Semua tertangkap tangan saat melakukan aksi anarkis, saat ini masih dalam pendataan dan pemeriksaan petugas," terangnya.

2. Polda imbau warga jangan terprovokasi

Para driver ojol saat berkumpul di jalan S Parman menuju alun alun Purwokerto sempat menjadi perhatian warga, Selasa (20/5/2025).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Para driver ojol saat berkumpul di jalan S Parman menuju alun alun Purwokerto sempat menjadi perhatian warga, Selasa (20/5/2025).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Lebih jelas pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan melakukan aksi unjuk rasa dengan tertib dan sesuai aturan.

"Kami dari kepolisian selalu siap menghadapi situasi yang dinamis, kami himbau pada masyarakat jangan mudah terprovokasi dan melakukan aksi anarkis. Perbuatan tersebut akan merugikan kita semua," katanya. 

3. Aksi anarkis terjadi di Semarang, Magelang Solo

Aksi unjuk rasa para pengemudi ojek online (ojol), Selasa (20/5/2025) di Patung Kuda. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Aksi unjuk rasa para pengemudi ojek online (ojol), Selasa (20/5/2025) di Patung Kuda. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir aksi anarkis yang merugikan masyarakat. 

“Aksi massa kali ini sudah mengarah pada tindakan anarkis dengan merusak fasilitas umum dan membakar kendaraan. Tindakan kepolisian yang dilakukan saat ini adalah semata-mata untuk melindungi keselamatan warga Kota Semarang dari aksi kelompok tak bertanggung jawab,” tegasnya.

Ketegasan petugas akhirnya membuahkan hasil dan memulihkan ketertiban pada pukul 22.30 WIB saat seluruh massa menghentikan aksi anarkis dan membubarkan diri.

Dalam keterangannya usai pengamanan, Kabid Humas menyebut bahwa aksi anarkis tersebut juga terjadi di Surakarta dan Magelang. 

"Ada beberapa wilayah selain Kota Semarang, aksi anarkis juga terjadi di Magelang Kota dan Solo," ungkapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us