Jumlah luasan wilayah Kodam IV Diponegoro Semarang dipastikan berkurang menyusul adanya pembentukan Kodam Mataram Yogyakarta.
Saat sertijab rotasi jabatan, Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Sudaryanto mengatakan dengan terbentuknya Kodam Mataram, secara otomatis ada sepuluh kodim yang terpisah dari wilayahnya.
"Ada 10 kodim yang dipisah dengan Kodam Diponegoro. Lima dari Yogyakarta dan lima dari Jateng," terangnya, Senin (19/10/2026).
Kesepuluh kodim yang masuk wilayah Kodam Mataram ialah Kodim 0706/Temanggung, Kodim 0707/Wonosobo, Kodim 0708/Purworejo, Kodim 0729/Bantul, Kodim 0730/Gunungkidul, Kodim 0731/Kulonprogo, Kodim 0732/Sleman, Kodim 0734/Yogyakarta, Kodim 0723/Klaten, Kodim 0728/Wonogiri.
"Itu termasuk wilayah Klaten dan Temanggung," katanya.
Lebih lanjut lagi, pihaknya menekankan bahwa dengan pemisahan wilayah antara Kodam Diponegoro dengan Kodam Mataram, maka pihaknya ke depan lebih fokus melaksanakan penataan wilayah, pertahanan dan keamanan.
Sudaryanto mengatakan, tentunya selama dirinya menjadi Pangdam Diponegoro tetap memperkuat sistem keamanan. Tak cuma itu saja, pihaknya juga melanjutkan program ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan air. "Jadi itu strategi yang kita lakukan," jelasnya.
Dengan dukungan seluruh personel, ia berharap kesinambungan program dan semangat pengabdian dapat terus dijaga untuk membawa Kodam Diponegoro semakin maju dan dicintai rakyat.
Sedangkan, Mayjen TNI Achiruddin yang resmi pindah tugas bilang keberhasilan pelaksanaan program kerja dan anggaran, serta dukungan terhadap program pemerintah di daerah, tidak terlepas dari kontribusi seluruh jajaran.
"Saya berpesan kepada para prajurit di sini supaya dedikasi kerjasama juga harus diberikan ke pejabat yang baru," paparnya.
Ia juga juga meminta maaf kepada seluruh personel atas segala kekhilafan selama menjalankan tugas bersama. Ia berharap hubungan kekeluargaan dan silaturahmi yang telah terjalin tetap terpelihara meskipun dirinya melanjutkan pengabdian sebagai Wakil Kepala Staf Teritorial TNI.
