Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menekankan semua personelnya untuk melakukan deteksi dini terhadap resiko gangguan kamtibmas selama berjalannya konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur Magelang.
Hal itu terlihat dari kesiapan pengamanan dengan melibatkan 3.707 personel gabungan dari Polda Jateng, Polresta Magelang, personel BKO dari sejumlah polres jajaran, TNI, dan instansi terkait. Kesiapan ditandai dengan apel gelar pasukan pada Sabtu (31/10/2026) pukul 08.00 WIB yang dipimpin Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Muhammad Aldian selaku Kepala Pelaksana Pengamanan (Kalakpam).
"Kedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional dalam setiap pelaksanaan tugas. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan seluruh penonton. Apabila terdapat penyampaian aspirasi atau aksi penolakan, hadapi dengan tenang, terukur, dan sesuai prosedur dengan tetap menghormati hak-hak masyarakat," demikian amanat Kapolda Jateng.
Semua personel juga diperintahkan melaksanakan pengamanan secara maksimal dan profesional sesuai rencana yang telah disusun. Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, termasuk pengamanan akses masuk, area parkir, perimeter kawasan Borobudur hingga lokasi utama kegiatan.
"Koordinasi dan pertukaran informasi antar fungsi maupun dengan instansi terkait harus dilakukan secara cepat agar setiap potensi gangguan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan nyata," tegasnya.
Kapolda juga menekankan pentingnya deteksi dini dan antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas, termasuk perkembangan situasi di ruang siber.
Untuk mendukung pelaksanaan pengamanan, telah disiapkan sembilan satuan tugas dan 12 titik penyekatan. Pengaturan lalu lintas dan rekayasa jalan menuju kawasan Borobudur juga menjadi perhatian, termasuk memastikan akses keluar-masuk kendaraan, jalur darurat, dan jalur evakuasi tetap tersedia sehingga mobilitas masyarakat serta kebutuhan penanganan dalam situasi darurat dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menyampaikan bahwa pengamanan konser tersebut tidak hanya berorientasi pada kelancaran penyelenggaraan acara, tetapi juga memastikan seluruh masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan secara adil dan proporsional.
"Kami memastikan bahwa pengamanan dilaksanakan secara profesional dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Baik masyarakat yang hadir untuk menyaksikan konser, wisatawan, warga sekitar, maupun masyarakat yang menyampaikan aspirasi, seluruhnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan dan rasa aman," jelasnya.
Masyarakat diimbau saling menghormati, menjaga ketertiban, serta menyampaikan aspirasi secara damai sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman dan tertib. Mari kita jaga bersama suasana yang sejuk, saling menghargai perbedaan, dan mengutamakan kepentingan bersama. Kehadiran Polri adalah untuk melindungi dan melayani seluruh masyarakat," pungkasnya.
