Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Maknai HLN, PLN Targetkan PLTS 100 GWp dan Respons Gangguan Listrik

Kota Semarang
3 min read
Maknai HLN, PLN Targetkan PLTS 100 GWp dan Respons Gangguan Listrik
Ilustrasi personel PLN sedang melakukan inspeksi panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Momentum 81 tahun PLN menerangi negeri, menjadi refleksi perjalanan kelistrikan sekaligus menegaskan komitmen dalam mewujudkan swasembada energi hijau untuk menggerakkan kehidupan dan kemandirian bangsa. (Dok. PLN)
  • PLN menargetkan pelaksanaan program PLTS 100 GWp sesuai arahan pemerintah, bersamaan dengan penuntasan RUPTL bersama Kementerian ESDM dan Danantara Indonesia.

  • Untuk mempercepat pemulihan listrik, PLN memetakan gangguan berulang berdasarkan risiko serta memperkuat kesiapan personel, peralatan, material, dan tindak lanjut keluhan pelanggan.

  • Pada HLN ke-81, PLN menegaskan listrik andal menopang pendidikan, kesehatan, usaha kecil, industri, dan ekonomi, sambil menjalankan transisi energi, digitalisasi, serta inovasi teknologi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - PT PLN (Persero) menegaskan komitmen mempercepat transisi energi sekaligus meningkatkan keandalan layanan listrik dalam momentum Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81. Perusahaan di bawah naungan Danantara tersebut menyatakan akan menjalankan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) sesuai arahan pemerintah.

  1. 1. Program 100 GWp PLTS harus dilaksanakan

    Pln, petugas pln
    Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. (Dok. PLN)

    Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar mengatakan, percepatan transisi energi harus diterjemahkan ke dalam perencanaan, investasi, dan pelaksanaan yang terukur. PLN juga berkomitmen menuntaskan pekerjaan yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

    “Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan energi dan percepatan energi bersih, transisi energi adalah tanggung jawab kita. Program 100 gigawatt peak (GWp) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) harus kita laksanakan. Seluruh pekerjaan yang ada di Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) harus kita tuntaskan,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).

    Ia menyebut PLN akan menjalankan arahan tersebut bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Danantara Indonesia untuk mendukung kedaulatan serta swasembada energi.

    Peringatan HLN ke-81 tahun ini mengusung tema Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia. PLN menyatakan arah pengembangan perusahaan tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan, tetapi juga transisi energi, digitalisasi sistem kelistrikan, dan inovasi teknologi.

  2. 2. PLN perkuat penanganan gangguan listrik

    Pln, petugas pln
    Tak kenal lelah, petugas PLN terus bekerja hingga malam hari untuk mempercepat penanganan gangguan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas. Dalam setiap pekerjaan, PLN mengedepankan kecepatan respons, ketelitian, dan keselamatan sebagai prinsip utama. (Dok. PLN)

    Selain mendorong transisi energi, PLN menyoroti pentingnya penanganan gangguan listrik secara cepat. Menurut Suroso, gangguan pasokan dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan belajar hingga pelayanan kesehatan dan operasional industri.

    Untuk meningkatkan respons, PLN memetakan titik gangguan berulang berdasarkan tingkat risiko. Perusahaan juga memperkuat kesiapan personel, peralatan, dan material agar pemulihan pasokan dapat dilakukan lebih cepat.

    PLN turut menekankan pentingnya tindak lanjut keluhan pelanggan yang jelas dan terukur. Upaya tersebut dinilai penting agar masyarakat memperoleh kepastian ketika terjadi gangguan listrik.

    “Ketika keluhan atau gangguan datang, harus segera ditangani, meskipun kita sangat paham tantangan di lapangan sungguh berat. Ada petugas yang harus menyeberang untuk mencapai lokasi tugas, menghadapi medan sulit, cuaca buruk, keterbatasan peralatan atau perjalanan panjang ketika gangguan listrik terjadi,” ujar Suroso.

    Ia menegaskan, penanganan gangguan tidak boleh berhenti sebagai komitmen yang disampaikan dalam peringatan tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui perbaikan layanan.

    “Saya tidak ingin perjuangan ini hanya menjadi cerita di Hari Listrik Nasional, namun menjadi perubahan nyata dalam merespons kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

  3. 3. Listrik jadi penggerak ekonomi dan kehidupan masyarakat

    Pln, petugas pln
    Upaya petugas PLN saat membawa material kelistrikan untuk menerangi sekolah-sekolah di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Selatan. Dengan semangat _Empower All_, PLN terus memperluas akses listrik hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk mendukung terwujudnya energi yang berkeadilan bagi rakyat Indonesia. (Dok. PLN)

    Suroso menyampaikan, peran listrik kini melampaui kebutuhan energi sebagai komoditas. Pasokan listrik yang andal menjadi penopang kegiatan sosial dan ekonomi, termasuk usaha kecil, pendidikan, layanan kesehatan, dan industri.

    Menurutnya, manfaat pelayanan kelistrikan dapat dilihat dari aktivitas masyarakat yang tetap berjalan ketika listrik tersedia secara andal. Karena itu, PLN mengusung semangat PLN Empower All untuk mendorong energi menjadi sarana pemberdayaan masyarakat.

    “Hasil kerja PLN terlihat pada lampu-lampu yang terus menemani anak-anak masa depan bangsa ini belajar, usaha kecil yang terus berputar melayani pembeli, industri yang berkembang pesat, ekonomi yang tumbuh baik, setiap rumah yang selalu tenang dengan listrik yang terus menyala. Di sanalah pengabdian menemukan artinya,” tutup Suroso.

    Melalui momentum HLN ke-81, PLN menegaskan dua fokus yang berjalan beriringan, yakni mendukung agenda transisi energi nasional dan memastikan layanan kelistrikan semakin andal bagi masyarakat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More