Semarang, IDN Times — Fenomena pengendara motor yang lupa mematikan lampu sen setelah belok—atau bahkan menyalakan sen kiri tapi belok ke kanan—sudah menjadi pemandangan sehari-hari di jalan raya. Selain membingungkan pengguna jalan lain, kebiasaan ini juga sangat membahayakan keselamatan lalu lintas karena berpotensi memicu kecelakaan.
Namun, alih-alih sekadar kelalaian disengaja, fenomena ini ternyata bisa dijelaskan melalui pendekatan ilmu psikologi dan mekanisme kerja otak manusia.
Berikut alasan psikologis mengapa banyak pemotor kerap lupa mematikan lampu indikator sein kendaraan mereka:
