Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ngantuk Pasca Makan Siang? Waspada Sugar Crash, 3 Lauk Murah Buat Mencegahnya
ilustrasi ngantuk, menguap (magnific.com/pressfoto)
  • Sugar crash terjadi saat gula darah melonjak cepat akibat makanan tinggi karbohidrat atau gula, lalu turun drastis hingga memicu lemas, kantuk, dan sulit berkonsentrasi.

  • Tempe-tahu, telur, serta ikan lokal seperti kembung atau tongkol mengandung protein, serat, atau lemak sehat yang membantu memperlambat penyerapan glukosa dan menjaga energi lebih stabil.

  • Untuk mengurangi kantuk setelah makan siang, kurangi porsi nasi putih, perbanyak sayur dan lauk, hindari minuman manis, serta berjalan santai 5–10 menit setelah makan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times — Pernahkah kamu merasakan kantuk yang amat berat sampai ingin langsung "banting badan" di kasur atau meja kerja usai menyantap makan siang? Kondisi lemas, loyo, dan sulit berkonsentrasi setelah makan sering kali dianggap sebagai hal yang wajar. Padahal, bisa jadi tubuhmu sedang mengalami kondisi yang dikenal dengan sebutan sugar crash!

Sugar crash terjadi ketika kadar gula darah melonjak drastis secara cepat akibat konsumsi makanan tinggi karbohidrat atau gula, lalu mendadak anjlok dalam waktu singkat. Akibatnya, tubuh kehilangan energi dengan cepat dan memicu rasa kantuk yang luar biasa.

Eits, jangan khawatir! Kamu tidak perlu membeli suplemen mahal untuk mengatasi masalah ini. Cukup dengan menambahkan 3 pilihan lauk murah meriah yang kaya protein dan serat berikut ini, makan siangmu dijamin tetap bikin bertenaga tanpa drama mengantuk!

1. Tempe dan Tahu: Si Murah Meriah Kaya Protein Asam Amino

Ilustrasi tempe, tahu dna kacang-kacangan (shutterstock.com/Nunung Noor Aisyah)

Siapa yang tidak kenal duo bahan makanan merakyat ini? Tempe dan tahu bukan sekadar lauk pendamping biasa, melainkan pahlawan pencegah sugar crash yang sangat efektif.

Kenapa efektif? Tempe dan tahu kaya akan protein nabati dan serat. Protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh dibandingkan karbohidrat sederhana (seperti nasi putih).

Kehadiran protein dan serat akan memperlambat penyerapan glukosa ke dalam darah, sehingga lonjakan gula darah menjadi lebih stabil dan bertahan lebih lama tanpa memicu penurunan drastis.

2. Telur Rebus atau Ceplok: Sumber Protein Lengkap dan Lemak Sehat

Gambaran telur rebus. (Gambar: Unsplash/Mustafa Bashari)

Telur adalah salah satu bahan makanan paling praktis, terjangkau, dan kaya nutrisi yang wajib ada di piring makan siangmu.

Kenapa efektif? Telur mengandung protein berkualitas tinggi serta lemak sehat yang dapat memperlambat proses pengosongan lambung.

Mengombinasikan nasi dengan telur akan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sekaligus menjaga kadar gula darah tetap stabil. Alhasil, kamu bisa terhindar dari rasa kantuk berat saat harus kembali melanjutkan pekerjaan atau belajar.

3. Ikan Kembung atau Tongkol: Protein Tinggi dan Sehat bagi Jantung

ilustrasi ikan tongkol (pexels.com/Adera Abdoulaye Dolo)

Tidak perlu selalu membeli daging sapi atau ikan salmon yang mahal untuk mendapatkan asupan protein dan omega-3 yang baik. Ikan lokal seperti kembung, tongkol, atau lele adalah pilihan lauk sehat yang sangat terjangkau.

Kenapa efektif? Protein tinggi pada ikan laut lokal membantu menyeimbangkan indeks glikemik dari makanan yang kamu konsumsi.

Efeknya: Mencerna ikan membutuhkan proses metabolisme yang konstan, sehingga pasokan energi ke otak terjaga dengan stabil tanpa membuat tubuh terasa lunglai usai makan.

Tips Tambahan Agar Bebas Mengantuk Pasca Makan Siang

Selain menambahkan tiga lauk murah di atas, perhatikan juga beberapa kebiasaan makan siang berikut:

Atur Porsi Nasi: Kurangi sedikit porsi nasi putih dan perbanyak porsi sayur serta lauk pauk.

Minum Air Putih: Hindari mengonsumsi es teh manis atau minuman bergula tinggi saat makan siang, karena justru akan memperparah efek sugar crash.

Sempatkan Jalan Santai: Luangkan waktu 5–10 menit untuk berjalan kaki ringan setelah makan guna membantu menyerap glukosa ke dalam otot secara optimal.

Apakah artikel di atas sudah pas, atau ada penyesuaian gaya bahasa dan poin tambahan yang ingin dimasukkan?

Curated For You

Editorial Team

Related Article