Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Klaim Satu Pelaku Bullying Siswa SD Bukan Anak Polisi
Ilustrasi Bullying (Foto: IDN Times)
  • Polres Pemalang membantah narasi bahwa salah satu terduga pelaku perundungan siswa SD MHA merupakan anak anggota polisi.

  • Pengecekan kartu keluarga dari sekolah menunjukkan orang tua tiga anak terduga pelaku bekerja sebagai tenaga medis dan wiraswasta, bukan polisi.

  • Polisi telah memeriksa saksi keluarga dan sekolah, mengidentifikasi tiga anak terlibat, serta masih menunggu hasil resmi autopsi RS Bhayangkara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
6 Oktober 2026

Polres Pemalang menyatakan satu pelaku bullying terhadap MHA bukan anak polisi, berdasarkan data kartu keluarga dari sekolah. Polisi juga membantah narasi bahwa seorang anak dibawa orang tuanya ke luar kota.

Saat ini

Polisi masih mendalami keterlibatan dua siswa kelas lima dan satu siswa kelas enam. Penyidik menunggu hasil resmi autopsi dari RS Bhayangkara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Polres Pemalang menyatakan salah satu dari tiga anak yang diduga melakukan perundungan terhadap siswa SD berinisial MHA bukan anak anggota polisi.
  • Who?
    Kasatreskrim Polres Pemalang AKBP Faizal Wildan Umar Rela, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto, tiga anak terduga pelaku, serta MHA terlibat dalam penanganan kasus ini.
  • Where?
    Penanganan perkara dilakukan Polres Pemalang, Kabupaten Pemalang. Autopsi telah dilaksanakan di RS Bhayangkara, sementara hasil resminya masih menunggu keterangan dokter.
  • When?
    Pernyataan AKBP Faizal Wildan Umar Rela disampaikan pada Selasa, 6 Oktober 2026. Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil autopsi.
  • Why?
    Klarifikasi dilakukan setelah beredar informasi di media sosial yang menyebut salah satu terduga pelaku merupakan anak polisi dan ada anak yang dibawa orang tuanya ke luar kota.
  • How?
    Polisi menelusuri kartu keluarga dari sekolah dan memeriksa saksi keluarga serta sekolah. Data menyebut orang tua ketiga anak bekerja sebagai tenaga medis dan wiraswasta; hasil autopsi masih menunggu keterangan resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polisi di Pemalang bilang anak yang diduga membully MHA bukan anak polisi. Mereka sudah melihat data keluarga tiga anak itu. Ada dua anak kelas lima dan satu anak kelas enam yang diduga terlibat. Polisi juga bilang tidak ada anak yang dibawa pergi ke luar kota. Sekarang polisi masih mencari tahu dan menunggu hasil autopsi dari rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penanganan kasus ini menunjukkan upaya verifikasi yang berjalan melalui pemeriksaan data keluarga, saksi di lingkungan sekolah dan keluarga, serta proses autopsi yang masih ditunggu secara resmi. Klarifikasi terhadap informasi yang beredar juga dapat membantu menjaga penanganan tetap bertumpu pada bukti dan pendalaman aparat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemalang, IDN Times - Kasus perundungan atau bullying terhadap siswa SD di Pemalang yang terindikasi dilakukan seorang pelaku dari anak anggota polisi ditepis oleh jajaran kepolisian setempat. Pihak Polres Pemalang mengklaim salah satu pelaku bullying terhadap MHA bukan dari anak polisi. 

Kasatreskrim Polres Pemalang, AKBP Faizal Wildan Umar Rela mengaku sudah menelusuri data kartu keluarga ketiga pelaku bullying. 

Untuk salah satu pelaku bullying yang terindikasi merupakan anak polisi, Faizal bilang si anak tersebut punya orag tua yang bekerja sebagai wiraswasta. 

“Hal tersebut dibuktikan dari data kartu keluarga yang kami terima dari pihak sekolah. Pekerjaan orang tua dari ketiga anak tersebut adalah tenaga medis dan wiraswasta,” ujarnya, Selasa (6/10/2026). 

Ia juga menyatakan tidak ada anak yang dilarikan ke luar kota oleh orang tuanya, seperti narasi yang beredar di media sosial. 

Pihaknya telah memeriksa saksi-saksi di lingkungan keluarga dan sekolah. Hasil pendalaman, ada dua anak kelas lima dan satu anak kelas enam yang diduga terlibat.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut. Termasuk menunggu hasil otopsi yang dilakuan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jateng.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Yuliyanto, turut memantau perkembangan penanganan kasus di Pemalang. Ia juga berani menyampaikan bahwa informasi tentang salah satu pelaku perudungan merupakan anak anggota Polri, merupakan kabar bohong. 

"Informasinya bahwa sempat ada salah satu orangtua ABH itu orangtuanya Polisi, tidak benar. Polres Pemalang sudah cek KK sebagainya, mereka bukan anak Polisi," katanya. 

Untuk hasil autopsi, penyidik masih menunggu keterangan resmi dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara. "RS Bhayangkara sudah laksanakan outopsi, hasil resmi masih tunggu dokter yang bersangkutan," bebernya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article