Sejarah baru tercipta di dunia olahraga Indonesia saat ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Atlet muda Nurisa Dian Ashrifah sukses meraih medali emas dari cabang olahraga panahan nomor compound individu putri pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Kemenangan itu merupakan pencapaian emas pertama bagi kontingen Merah Putih dari cabang panahan sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games sejak 1978. Sebelumnya, pencapaian maksimal tim panahan Indonesia hanya sebatas medali perak dan perunggu.
Raihan gemilang tersebut sekaligus menyumbang emas kelima bagi kontingen Indonesia pada kejuaraan tersebut.
Bertanding di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose, Jepang, Nurisa menaklukkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco. Laga puncak berjalan sengit hingga ia mengunci podium tertinggi dengan skor tipis 139–137.
Fokus dan ketenangan pada detik-detik akhir pertandingan membantunya melepaskan tembakan tepat di angka 10. Hasil ini menjadi kejutan sekaligus pembuktian besar, mengingat persiapan tim nasional panahan divisi compound sempat berjalan terputus-putus menjelang kompetisi.
Nurisa Dian Ashrifah, akrab dengan sapaan Hani, lahir pada tahun 2005 dan mencatatkan prestasi historis ini pada usia 20 tahun. Atlet asal Kota Semarang, Jawa Tengah itu berstatus sebagai mahasiswi program studi Manajemen di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.
Ia mulai menekuni olahraga panahan sejak usia 11 tahun dan memilih spesialisasi pada divisi compound putri. Debut internasionalnya bermula sejak kelompok usia muda. Konsistensi performa pada tingkat nasional maupun internasional menempatkannya dalam jajaran atlet compound putri terbaik Indonesia. Selama masa pelatihan, ia mendapat arahan langsung dari legenda panahan Indonesia, Lilies Handayani.
Prestasi bersejarah Nurisa Dian Ashrifah menjadi tonggak kebanggaan olahraga panahan Indonesia di pentas Asia. Bagikan artikel profil inspiratif ini ke media sosial agar lebih banyak orang mengenal sosok atlet pembuat sejarah bagi Merah Putih!
