Rob Tinggi, Tanggul di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jebol

Semarang, IDN Times - Tanggul di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tepatnya di depan PT Koja Bahari jebol, Jumat (23/5/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi itu mengakibatkan banjir setinggi kurang lebih 50 cm di seputaran Pos 1 Pelabuhan Tanjung Emas.
1. Tekanan air laut yang tinggi

Untuk diketahui, jebolnya Pagar Panel Blok di kawasan pelabuhan itu akibat tekanan air laut yang tinggi dan cuaca ekstrem.
Wakil Walikota Semarang, Camat Semarang Utara, Danramil 03 dan Kapolsek Semarang Utara langsung melakukan peninjauan di lokasi tanggul yang jebol. Saat ini air limpahan dari tanggul belum berdampak ke pemukiman warga masyarakat.
Kendati demikian, Pelindo sudah melakukan evakuasi terhadap para pekerja di lokasi kejadian dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
General Manager Pelindo Cabang Tanjung Emas, Hardianto mengatakan, insiden jebolnya Pagar Panel Blok di kawasan Pelabuhan Semarang ini akibat tekanan air laut yang tinggi dan cuaca ekstrem.
2. Evakuasi para pekerja di lokasi kejadian

‘’Prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pekerja dan pihak yang berada di kawasan pelabuhan. Kami telah melakukan evakuasi terhadap para pekerja yang berada di lokasi kejadian dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,’’ ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (23/5/2025).
Tim tanggap darurat Pelindo bekerja menyiapkan langkah-langkah mitigasi awal, termasuk pengamanan area terdampak, serta pemasangan penghalang sementara untuk mengendalikan aliran air.
‘’Upaya sementara yang kami lakukan adalah dengan melokalisir penyebaran air menggunakan sand bag dan kontainer di area terdampak. Penutupan Pagar Panel Blok yang jebol akan dilakukan secepatnya, seiring dengan surutnya pasang air laut,’’ katanya.
Sementara, dalam insiden tersebut aktivitas bongkar muat barang dan pelayanan penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas saat ini masih berjalan normal tanpa kendala.
3. Pemkot Semarang bantu kirim sand bag

‘’Kami akan terus memberikan informasi terbaru kepada publik seiring perkembangan situasi. Pelindo berkomitmen penuh terhadap keselamatan dan kelancaran operasional pelabuhan serta terus bersinergi dengan seluruh pihak dalam proses penanganan insiden ini,’’ tandas Hardianto.
Sementara, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin dalam pantauan menyampaikan, pihaknya berupaya untuk menangani insiden tanggul jebol yang ada di kawasan pelabuhan. Sebab, kalau tidak segera ditangani, air limpasan bisa membanjiri dan menerjang permukiman warga.
‘’Kami sudah minta Dinas Pekerjaan Umum untuk mengirim sand bag untuk menutup tanggul yang jebol. Semoga upaya ini tidak berdampak luas ke rumah warga,’’ tandasnya.