Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Semarang Kebut 7 Proyek Antisipasi Banjir, Ini Titik yang Dibongkar

Kota Semarang
3 min read
Semarang Kebut 7 Proyek Antisipasi Banjir, Ini Titik yang Dibongkar
Pemerintah Kota Semarang memperkuat sistem drainase di kawasan Simpang Lima agar genangan air dapat diminimalkan dan mobilitas masyarakat tetap lancar. (dok. Pemkot Semarang)
  • DPU Kota Semarang mempercepat tujuh proyek drainase dan peningkatan jalan, dengan target selesai 15–20 Desember 2026 agar fasilitas pengendalian banjir siap menghadapi puncak musim hujan.

  • Pekerjaan mencakup drainase Pierre Tendean, Gajah, Simpang Lima, Pahlawan, dan Muktiharjo Lor, serta pembangunan pompa di Taman Hasanudin untuk memperlancar aliran dan penanganan genangan.

  • DPU juga memperbaiki jalur Ungaran dan Manyaran serta berkoordinasi mengatur lalu lintas; proyek besar di Jalan Citarum dan Pelabuhan Tanjung Mas direncanakan pada anggaran 2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mengebut pengerjaan tujuh proyek drainase dan peningkatan jalan di sejumlah titik kota. Seluruh proyek ditargetkan rampung paling lambat pertengahan Desember 2026, sebelum memasuki puncak musim hujan.

  1. 1. DPU juga perbaiki sejumlah akses jalan

    sampah, sampah semarang, simpang lima, drainase
    Petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang saat melakukan pembersihan sampah di drainase Kawasan Simpang Lima. (dok. DPU)

    Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto mengatakan, percepatan dilakukan agar sistem drainase, penangkap air, hingga rumah pompa dapat berfungsi maksimal saat intensitas hujan meningkat.

    “September ini waktunya masih cukup. Kebanyakan pekerjaan ditargetkan selesai pertengahan Desember, sekitar tanggal 15 sampai 20 Desember,” ungkapnya, Selasa (29/9/2026).

    Tujuh proyek tersebut tidak hanya menyasar saluran drainase. DPU juga mengerjakan rekayasa aliran air, penambahan fasilitas pompa hingga perbaikan sejumlah akses jalan.

    Adapun, proyek yang tengah dikerjakan di antaranya drainase Jalan Pierre Tendean yang sebelumnya sempat tertunda kembali dilanjutkan.

    Lalu, DPU juga memodelkan rekayasa lalu lintas, karena lokasi pekerjaan berada di ruas dengan mobilitas kendaraan cukup tinggi. Seperti di kawasan Gajah, DPU membangun drainase baru untuk memperlancar pembuangan air.

  2. 2. Pekerjaan sasar area lapak PKL Simpang Lima

    sampah, sampah semarang, simpang lima, drainase
    Petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang saat melakukan pembersihan sampah di drainase Kawasan Simpang Lima. (dok. DPU)

    Pekerjaan tersebut menyasar kawasan padat permukiman yang membutuhkan peningkatan kapasitas saluran agar aliran air lebih cepat terbuang.

    Pekerjaan juga dilakukan di kawasan Simpang Lima, tepatnya pada area lapak pedagang kaki lima (PKL). Saluran drainase diperbesar untuk mengurangi potensi genangan. Pembenahan saluran juga ditujukan untuk mengatasi sumber bau yang selama ini muncul di kawasan tersebut.

    Selanjutnya di Jalan Pahlawan, DPU memasang penangkap air berbahan besi atau grill steel. Fasilitas ini dirancang untuk memotong laju air deras dari arah Jalan Diponegoro sehingga aliran tidak langsung menumpuk ke Simpang Lima. Air selanjutnya diarahkan menuju Saluran Sabuk Sriwijaya.

    Kemudian, penanganan genangan juga dilakukan di Muktiharjo Lor. DPU memasang saluran beton bertulang atau U-Ditch untuk memperlancar aliran air di kawasan yang rawan mengalami genangan.

    Lalu di Taman Hasanudin, DPU membangun sarana dan unit pompa air. Pompa tersebut disiapkan untuk mempercepat penyedotan genangan di wilayah Semarang Utara yang memiliki persoalan genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.

  3. 3. Pekerjaan skala besar dikerjakan tahun 2027

    drainase, saluran air
    Ilustrasi drainase atau saluran air di Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

    Selain proyek drainase, DPU juga memperbaiki akses jalan di jalur Ungaran dan Manyaran. Pekerjaan meliputi perbaikan geometris serta pengaspalan ruas penghubung menuju perbatasan Kabupaten Semarang dan jalur yang digunakan kendaraan dengan tonase besar di kawasan Manyaran.

    Selanjutnya ada sejumlah proyek berada di ruas protokol dengan lalu lintas padat, termasuk Jalan Pahlawan dan Pierre Tendean. Maka itu, DPU berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang untuk mengatur rekayasa lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

    Suwarto menyampaikan, tidak seluruh persoalan infrastruktur bisa dituntaskan pada tahun ini. Untuk pekerjaan dengan skala besar dan berpotensi berdampak luas terhadap pergerakan kendaraan berat, seperti Jalan Citarum dan kawasan Pelabuhan Tanjung Mas, pengerjaannya diproyeksikan masuk tahun anggaran 2027.

    “Keterbatasan waktu pelaksanaan dan kondisi lalu lintas menjadi pertimbangan kami. Yang utama saat ini, proyek antisipasi banjir di titik-titik krusial bisa tuntas tepat waktu pertengahan Desember ini demi kenyamanan warga,” tandasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More