Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sampah Plastik Biang Kerok Masalah Drainase Simpang Lima Semarang Mampet

Sampah Plastik Biang Kerok Masalah Drainase Simpang Lima Semarang Mampet
Petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang saat melakukan pembersihan sampah di drainase Kawasan Simpang Lima. (dok. DPU)
Intinya Sih
  • Tumpukan sampah plastik ditemukan menyumbat drainase di kawasan Simpang Lima Semarang, memicu potensi genangan saat hujan dan menjadi fokus pembersihan rutin Dinas Pekerjaan Umum.
  • Meski setiap pintu gorong-gorong sudah dilengkapi grill penyaring, sampah kecil masih lolos dan mengendap di dasar saluran sehingga mengurangi kapasitas aliran air.
  • Pemerintah Kota Semarang menegaskan persoalan genangan juga dipengaruhi perilaku masyarakat, sehingga kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan sangat dibutuhkan agar drainase tetap optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times - Tumpukan sampah plastik menjadi salah satu biang kerok drainase di Kawasan Simpang Lima, Kota Semarang mampet. Berbagai jenis sampah yang menghambat aliran air dan berpotensi memicu genangan saat hujan itu ditemukan petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) saat melakukan pembersihan di lokasi tersebut. 

1. Kawasan Simpang Lima salah satu titik prioritas pembersihan

simpang lima semarang, drainase, saluran air, revitalisasi
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai melakukan revitalisasi kawasan Lingkar Luar Simpang Lima dengan mengubah konsepnya menjadi ruang publik modern yang lebih ramah pejalan kaki, hijau, dan bebas genangan. (dok. Pemkot Semarang)

Pengerukan dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan rutin saluran drainase menjelang musim hujan. Selain endapan lumpur dan sedimen, petugas mengangkat gelas plastik sekali pakai, bungkus plastik, hingga sampah berukuran kecil yang menumpuk di dalam gorong-gorong.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, pembersihan difokuskan di kawasan Simpang Lima yang menjadi salah satu titik prioritas karena merupakan pusat aktivitas masyarakat sekaligus ikon Kota Semarang.

“Pembersihan sedimen saluran di seputar Simpang Lima terus dilakukan oleh kawan-kawan Dinas Pekerjaan Umum agar air bisa lancar mengalir,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Selain mengeruk sedimen, DPU juga melakukan perbaikan grill atau penutup saluran drainase yang berfungsi menyaring sampah sebelum masuk ke gorong-gorong. Namun, keberadaan penyaring tersebut belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan sampah.

2. Sampah berukuran kecil mengendap di dasar saluran

sampah, sampah semarang, simpang lima, drainase
Petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang saat melakukan pembersihan sampah di drainase Kawasan Simpang Lima. (dok. DPU)

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto menjelaskan, setiap pintu masuk gorong-gorong sebenarnya telah dilengkapi grill penyaring. Meski demikian, sampah berukuran kecil masih dapat lolos bersama aliran air dan akhirnya mengendap di dasar saluran.

“Grill di setiap pintu masuk gorong-gorong yang tertutup sudah ada. Namun memang masih ada sampah-sampah kecil yang lolos,” katanya.

Menurutnya, endapan sampah dan sedimen yang terus menumpuk dapat mengurangi kapasitas saluran drainase sehingga memperlambat aliran air ketika curah hujan tinggi.

Maka itu, pembersihan saluran dan pemeliharaan grill akan dilakukan secara berkala agar fungsi drainase tetap optimal.

3. Persoalan genangan tak hanya dipengaruhi infrastruktur

sampah, sampah semarang, simpang lima, drainase
Petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang saat melakukan pembersihan sampah di drainase Kawasan Simpang Lima. (dok. DPU)

Temuan sampah di bawah kawasan Simpang Lima kembali menunjukkan bahwa persoalan genangan tidak hanya dipengaruhi kapasitas infrastruktur, tetapi juga perilaku masyarakat dalam membuang sampah.

Meski sistem penyaring telah dipasang di sejumlah titik, sampah plastik berukuran kecil tetap masuk ke saluran dan menjadi penyumbat yang sulit dihindari.

Pemerintah Kota Semarang berharap pembersihan rutin dapat menjaga kapasitas drainase, namun efektivitasnya juga bergantung pada kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke jalan maupun saluran air. Dengan berkurangnya sampah yang masuk ke drainase, risiko genangan di kawasan Simpang Lima saat musim hujan diharapkan dapat ditekan.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More