Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemkot Semarang Tambah 3 Armada Baru Damkar Tahun Ini

Kota Semarang
Pemkot Semarang Tambah 3 Armada Baru Damkar Tahun Ini
Ilustrasi mobil operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang. (dok. Damkar)
Share Article

Semarang, IDN Times – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan layanan pemadam kebakaran tetap berjalan optimal di tengah sorotan terkait operasional armada. Selain memastikan anggaran operasional tersedia, Pemkot juga memperkuat kapasitas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dengan menambah tiga armada baru yang mulai beroperasi pada akhir Juli 2026.

1. Layanan yang terkait keselamatan masyarakat jadi prioritas utama

damkar, mobil damkar, damkar semarang
Ilustrasi mobil operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang. (dok. Damkar)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan, layanan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Maka itu, kesiapsiagaan personel maupun armada pemadam kebakaran terus diperkuat agar mampu merespons setiap kondisi darurat secara cepat.

“Pelayanan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Kami memastikan kebutuhan operasional Dinas Damkar tetap menjadi bagian dari prioritas sehingga petugas dapat bekerja dengan sarana yang memadai dan memberikan respons terbaik ketika masyarakat membutuhkan,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Penguatan layanan Damkar dilakukan melalui pengadaan tiga kendaraan operasional baru yang telah selesai dibeli pada Juni 2026. Armada tersebut terdiri atas satu mobil pemadam kebakaran berkapasitas tangki 1.000 liter yang dirancang untuk menjangkau gang sempit, satu mobil penyelamatan (rescue), serta satu minibus penyuluhan yang akan digunakan untuk edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.

Ketiga armada tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Juli 2026 guna mempercepat waktu tanggap (response time) dan memperluas jangkauan layanan pemadam kebakaran di Kota Semarang.

2. Pemeliharaan kendaraan operasional Damkar

damkar, mobil damkar, damkar semarang
Ilustrasi mobil operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang. (dok. Damkar)

Selain penambahan armada, Pemkot Semarang juga memastikan dukungan anggaran operasional tetap tersedia.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, Sugeng Hartanto menjelaskan, bahwa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah mengalokasikan anggaran pemeliharaan kendaraan operasional Damkar dalam APBD Tahun Anggaran 2026.

Namun, dalam proses penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), Dinas Damkar melakukan penyesuaian alokasi bahan bakar minyak (BBM) yang semula diperuntukkan bagi 17 unit armada menjadi hanya 10 unit. Sebagian anggaran tersebut dialihkan ke pos belanja lainnya.

“Seharusnya hal itu tidak dilakukan oleh dinas karena berpotensi menghambat pelayanan ketika terjadi kebakaran. Alokasi BBM kendaraan tetap harus dijaga karena berkaitan langsung dengan layanan yang vital,” kata Sugeng.

Meski demikian, Sugeng menerangkan, kondisi tersebut tidak mengganggu operasional pelayanan Damkar. Dari total anggaran pemeliharaan kendaraan operasional sebesar Rp1,22 miliar pada tahun 2026, realisasi anggaran hingga 22 Juli baru mencapai Rp568,79 juta atau sekitar 46,4 persen.

‘’Artinya, masih terdapat lebih dari separuh anggaran yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional, termasuk BBM,’’ terangnya.

3. Kebutuhan BBM dipenuhi melalui pergeseran anggaran

damkar, mobil damkar, damkar semarang
Ilustrasi mobil operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang. (dok. Damkar)

Ia menyebut kebutuhan BBM bagi armada yang belum teralokasi masih dapat dipenuhi melalui pergeseran anggaran secara internal tanpa harus menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT).

Saat ini, Dinas Damkar Kota Semarang memiliki 15 unit mobil pemadam kebakaran. Sebanyak 10 unit digunakan untuk pelayanan aktif, sedangkan lima unit lainnya disiagakan di kantor Damkar dalam kondisi baik dan siap diterjunkan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan.

Berdasarkan catatan Pemkot Semarang, sepanjang tahun 2026 belum pernah terjadi kebakaran yang membutuhkan pengerahan lebih dari delapan unit mobil pemadam kebakaran secara bersamaan.

Dari sisi lain, tren kebakaran di Kota Semarang juga menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah kejadian kebakaran tercatat sebanyak 489 kasus pada 2023, turun menjadi 341 kasus pada 2024, dan kembali menurun menjadi 282 kasus pada 2025. Sementara hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 192 kejadian kebakaran.

4. Butuh kesiapan personel

Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati
Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati pada Senin (15/12/2025) pagi. (Dok. Damkar DKI Jakarta)

Menurut Sugeng, penurunan angka kebakaran tidak terlepas dari upaya sosialisasi dan edukasi yang selama ini dilakukan Dinas Damkar kepada masyarakat.

Agustina menambahkan, penguatan kapasitas Damkar tidak hanya berbicara soal jumlah armada, tetapi juga menyangkut kesiapan personel, peralatan pendukung, akses menuju lokasi kebakaran, hingga ketersediaan sumber air saat proses pemadaman berlangsung.

“Penanganan kebakaran membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. Kita tidak hanya bicara soal jumlah kendaraan, tetapi juga kesiapan personel, peralatan, akses menuju lokasi, sumber air, serta kemampuan merespons setiap kejadian. Semua itu harus kita jaga dan kita perkuat secara bertahap,” pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More