Pati, IDN Times - Sejumlah bangkai ikan sapu-sapu kedapatan mengganggu kenyamanan warga Desa Bungasrejo Jakenan Pati karena baunya menyengat. Bangkai ikan sapu-sapu banyak ditemukan warga di dasar Bendung Karet Juana yang kondisinya mengering.
Waduh! Bangkai Sapu-sapu Cemari Bendung Karet Juana Pati yang Mengering

- Bendung Karet Juana yang mengering di Desa Bungasrejo, Pati, dipenuhi bangkai ikan sapu-sapu berbau menyengat dan mengganggu warga; kondisi serupa sebelumnya terjadi pada 2024.
- Warga meminta aliran air waduk dibuka kembali agar sungai tergenang, bau berkurang, dan kebutuhan pengairan pertanian di sekitar lokasi dapat terpenuhi.
- Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Pati akan memindahkan lalu mengubur bangkai ikan di lahan kosong sekitar bendung; penanganan diperkirakan memakan waktu sepekan.
Sekretaris Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan, Luwito Kito, mengatakan, kejadian mengeringnya Bendung Karet Sungai Juana ini adalah kali kedua.
Sebelumnya juga terjadi pada tahun 2024. Ia meminta bau bangkai ikan sapu-sapu ini segera diatasi agar tak menimbulkan dampak negatif lainnya seperti penyebaran penyakit.
Harapannya, air waduk bisa dialirkan di sungai. Hal itu menjadi permintaan petani yang berada di sekitar lokasi.
"Permintaan kami, air dialirkan lagi untuk pertanian dan bau bangkai ikan tertangani," kata Lukito.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jawa Tengah, Urip Sihabudin, menyampaikan, ia sudah mengecek lokasi dan bertemu dengan warga serta perangkat desa setempat.
Berdasarkan keluhan warga, bau bangkai ikan sapu-sapu yang mengganggu warga. Karenanya, mereka meminta agar dibuka aliran air dari waduk, sehingga sungai akan tergenangi. Sehingga, aliran air ini diharapkan bisa mencukupi untuk kebutuhan pengairan pertanian milik warga.
"Intinya, masyarakat mengharapkan sungai ada air kembali, sehingga bisa dimanfaatkan dan juga menghilangkan dampak bau dari ikan sapu-sapu," kata Urip Rabu (9/9/2026).
Untuk penanganan bau bangkai ikan sapu-sapu, pihaknya bersama dengan Pemkab Pati sepakat segera memindahkan agar bau tak lagi mengganggu. Rencananya, bangkai akan diambil dan dikubur di sekitar Bendung Karet.
"Ada lahan kosong. Bangkai nanti dikubur agar bau tidak lagi mengganggu," ujarnya.
Untuk menyelesaikanya, diperkirakan butuh waktu sepekan. Lantaran perlu mendatangkan alat berat yang digunakan untuk menggali tanah. Perihal aliran air untuk pertanian, kata Urip, perlu waktu. Lantaran harus berkoordinasi dengan instansi yang menaunginya.
























