Kronologi Siswa Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam Muntah

- Siswa kelas XI A SRT 1 Mondokan Sragen, ANF, meninggal di RSUD Sragen pada Minggu, 6 September 2026, setelah kondisi kesehatannya menurun drastis.
- ANF memiliki riwayat sakit kelenjar tiroid dan sebelumnya beberapa kali berobat. Sepekan sebelum meninggal, ia mengalami flu serta demam dan diperiksa di Puskesmas Mondokan.
- Setelah pulang pada 5 September, ANF mengalami muntah terus-menerus. Ia dibawa ke dua puskesmas, dirujuk ke RSUD Sragen, lalu meninggal sekitar pukul 14.00 WIB.
Sragen, IDN Times – Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Mondokan, Kabupaten Sragen, berinisial ANF meninggal dunia, Minggu (6/9/2026). Kabar tersebut dibenarkan oleh Kepala SRT 1 Sragen, Giyatno.
1. ANF memiliki riwayat sakit kelenjar tiroid

ilustrasi anatomi kelenjar tiroid pada manusia (commons.wikimedia.org/purple carrot nutrition) Menurut dia, siswa kelas XI A itu meninggal dunia setelah mengalami demam dan muntah.
‘’ANF sempat mendapat pemeriksaan di sejumlah fasilitas kesehatan sebelum kondisinya menurun drastis dan meninggal di RSUD Sragen,’’ ungkap Giyatno saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).
Berdasarkan kronologi yang disampaikan kepala sekolah, ANF memiliki riwayat sakit kelenjar tiroid. Selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, ANF juga telah tiga kali diperiksakan ke RS Amal Sehat Sragen dan mendapat pengobatan.
‘’Setiap siswa yang sakit, sekolah selalu memberikan pelayanan obat di UKS sebagai pertolongan awal. Bila belum kunjung membaik, langkah kedua periksa dan berobat di Puskesmas. Adapun, semua siswa di sini, faskes pertamanya di Puskesmas Mondokan,’’ jelasnya.
Menurut Giyatno, ANF selama berada di sekolah tetap aktif dan ceria serta tidak menunjukkan kondisi sakit berat.
“Selama di SR Anisa aktif dan ceria, tidak menunjukkan kalau dia sakit,” ujarnya.
2. ANF meminta izin pulang

Seorang siswa SD Sekolah Rakyat Rowosari menangis tersedu di pelukan ibundanya. (IDN Times/Fariz Fardianto) Lebih lanjut, Giyatno menjelaskan, sekitar sepekan sebelum meninggal, ANF mengalami flu dan demam. Pihak sekolah kemudian membawa Anisa ke Puskesmas Mondokan untuk diperiksa dan mendapat obat.
Pada Sabtu (5/9/2026) pagi, ANF kembali mengalami demam. Pihak Sekolah Rakyat kembali membawanya ke Puskesmas Mondokan.
Namun, hingga sore hari demam ANF belum mereda. Saat itu ANF menolak kembali dibawa ke puskesmas dan memilih meminta izin pulang. Pihak sekolah kemudian menghubungi orang tua ANF. Ia akhirnya dijemput pada Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Giyatno menyampaikan, saat dijemput, ANF masih terlihat ceria dan senang bertemu orangtuanya.
“Pada saat penjemputan orangtua, anak masih ceria, senang dijemput oleh orangtuanya,” tuturnya.
3. ANF alami muntah terus menerus setelah di rumah

Seorang siswi Sekolah Rakyat Rowosari Semarang berjalan kaki di trotoar kompleks gedung asrama putri. (IDN Times/Fariz Fardianto) Berdasarkan kabar yang diterima Giyatno, setelah tiba di rumah, ibu ANF memberikan obat paracetamol yang sebelumnya diperoleh dari puskesmas. Keluarga sempat mengira demam ANF akan turun karena saat itu tidak ada keluhan lain yang disampaikan.
Namun, kondisi Anisa berubah pada malam harinya. Menurut keterangan ibu ANF kepada pihak sekolah, anaknya mengalami muntah-muntah terus-menerus.
Pada Minggu (6/9/2026) dini hari, keluarga kemudian membawa ANF ke Puskesmas Mondokan. Namun, menurut Giyatno, ANF tidak mendapat perawatan di sana karena fasilitas tersebut sedang penuh.
Keluarga kemudian membawa ANF ke Puskesmas Sukodono. Di Puskesmas Sukodono, ANF masih mengalami demam. Petugas kemudian merujuknya ke RSUD Sragen pada Minggu (6/9/2026).
4. ANF jalani pemeriksaan di IG RSUD Sragen

Sekolah Rakyat 10 Bogor (SRMP 10 Bogor). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) ANF menjalani pemeriksaan di IGD RSUD Sragen untuk mengetahui penyebab kondisi yang dialaminya.
Menurut Giyatno, saat berada di rumah sakit, ANF masih terlihat ceria. Namun, kondisinya kemudian mengalami penurunan. Sekitar pukul 13.00 WIB, setelah masuk ruang rawat inap, kondisi ANF disebut mendadak drop.
Satu jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 14.00 WIB, ANF dinyatakan meninggal dunia di RSUD Sragen.
Giyatno menegaskan, pihak sekolah masih mendampingi proses penanganan terkait meninggalnya ANF bersama pihak terkait.




















