Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jam Nanggung KRL Solo–Jogja, Waktu Paling Sepi dari Rombongan Piknik Hari Minggu

Kota Surakarta
Jam Nanggung KRL Solo–Jogja, Waktu Paling Sepi dari Rombongan Piknik Hari Minggu
KRL Commuter Line Solo-Jogja berhenti di Stasiun Solo Balapan. (IDN Times/Larasati Rey)
Share Article

Surakarta, IDN Times — Naik Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Solo–Jogja di hari Minggu memang butuh mental dan kesabaran ekstra. Selain dijejali anak muda yang mau cafe hopping atau pelancong akhir pekan, gerbong kereta biasanya dipenuhi oleh fenomena ikonis akhir pekan: rombongan ibu-ibu piknik.

Identik dengan pakaian seragam berwarna mencolok, bawaan bekal yang berlimpah, hingga obrolan seru yang memenuhi seisi gerbong, keberadaan rombongan ini kerap membuat suasana KRL penuh sesak. Gelombang utama mereka biasanya memadati stasiun pada jam-jam prima pagi hari (sekitar pukul 06.00–08.30 WIB) untuk berangkat dan sore hari (pukul 15.30–17.30 WIB) saat jalan pulang.

Nah, buat kamu penglaju (commuter) atau introvert yang mendambakan perjalanan tenang dan ingin berpeluang besar mendapat tempat duduk, ada triknya!

Yuk, catat 3 jam 'nanggung' paling sepi di KRL Solo–Jogja pas hari Minggu ala IDN Times berikut ini, Lur!

1. Pukul 10.00 – 11.30 WIB: Jeda Antara Rombongan Pagi dan Siang

KRL Solo-Jogja. (IDN Times/Larasati Rey)
KRL Solo-Jogja. (IDN Times/Larasati Rey)

Ini adalah waktu 'paling aman' pertama di hari Minggu. Kenapa? Karena rombongan ibu-ibu piknik gelombang pertama sudah sampai di Yogyakarta dan sedang asyik menjelajahi Pasar Beringharjo atau Malioboro. Sementara itu, rombongan piknik gelombang siang belum berangkat karena masih bersiap-siap atau menunggu waktu makan siang.

Lebih renggang, udara pendingin ruangan (AC) terasa lebih dingin, dan kamu tidak perlu berdesak-desakan di pintu masuk.

Peluang mendapat kursi kosong di Stasiun Solo Balapan maupun Purwosari cukup besar!

2. Pukul 13.00 – 14.30 WIB: Waktu 'Rehat' Sebelum Gelombang Pulang Sore

Penumpang menaiki KRL Solo-Yogyakarta dari Stasiun Solo Balapan. (IDN Times/Larasati Rey)
Penumpang menaiki KRL Solo-Yogyakarta dari Stasiun Solo Balapan. (IDN Times/Larasati Rey)

Siang hari bolong di hari Minggu justru menjadi salah satu momen terbaik untuk naik KRL. Pukul 13.00 hingga 14.30 WIB merupakan waktu "transisi" di mana sebagian besar wisatawan sedang menikmati makan siang di resto/warung atau masih berada di tempat wisata.

Kondisi Gerbong: Kereta tidak begitu padat penumpang berdiri. Ibu-ibu piknik biasanya belum bergeser menuju stasiun karena jadwal kepulangan mereka rata-rata dipatok mulai pukul 15.30 WIB.

Keuntungan: Cocok buat kamu yang ingin tidur siang sejenak di kereta tanpa terganggu hiruk-pikuk obrolan rombongan besar.

3. Pukul 19.30 WIB Ke Atas: Kereta Malam yang Renggang dan Syahdu

KRL Solo-Yogyakarta yang berhenti di Stasiun Palur. (IDN Times/Larasati Rey)
KRL Solo-Yogyakarta yang berhenti di Stasiun Palur. (IDN Times/Larasati Rey)

Ingin perjalanan yang benar-benar tenang, damai, dan leluasa? Pilih jadwal KRL paling malam di atas pukul 19.30 WIB. Rombongan ibu-ibu piknik hampir dipastikan sudah tidak ada lagi di jam-jam ini karena mereka memilih pulang lebih awal agar tidak kemalaman sampai di rumah.

Kondisi Gerbong: Penumpang dominan berisi pekerja shift malam, anak kuliah, atau pelancong mandiri. Suasana gerbong jauh lebih hening dan tidak bising.

Keuntungan: Kamu hampir dijamin 100 persen bisa duduk santai sambil menikmati pemandangan malam di sepanjang jalur Solo–Jogja.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More