Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tak Cuma Baca, Duta Literasi Undip Semarang Dituntut Cerdas Saring Informasi

Kota Semarang
Tak Cuma Baca, Duta Literasi Undip Semarang Dituntut Cerdas Saring Informasi
Direktorat Perpustakaan, Undip Press, dan Kearsipan menggelar Pemilihan Duta Literasi Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) 2026. (dok. Direktorat Perpustakaan)
  • Pemilihan Duta Literasi Mahasiswa Undip 2026 menekankan bahwa literasi mencakup kemampuan memahami, mengolah, menyaring, dan menggunakan informasi secara bijak di tengah banjir informasi.
  • Sebanyak 12 finalis melewati seleksi berupa presentasi gagasan peningkatan minat baca dan wawancara yang menguji wawasan, public speaking, serta integritas karakter.
  • Afri Yudatama Siregar, Ardiyanti Rahma Sekarsari, dan Iqbal Farel Arya Saputra meraih Gold Medalist; para duta diharapkan menggerakkan budaya baca, belajar, dan berbagi pengetahuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Kemampuan berliterasi di era banjir informasi tak lagi cukup hanya dengan membaca. Mahasiswa dituntut mampu memahami, mengolah, menyaring, hingga menggunakan informasi secara bijak.

  1. 1. Jadi penggerak budaya literasi

    ilustrasi orang tua memberi contoh literasi (freepik.com/freepik)
    ilustrasi orang tua memberi contoh literasi (freepik.com/freepik)

    Pesan tersebut mengemuka dalam ajang Pemilihan Duta Literasi Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) 2026 yang mengusung tema “Cerdas Berliterasi, Mengabdi dengan Bakti”. Kegiatan yang digelar Direktorat Perpustakaan, Undip Press, dan Kearsipan ini mempertemukan 12 mahasiswa finalis untuk menjadi penggerak budaya literasi di lingkungan kampus.

    Wakil Rektor Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum, dan Organisasi Undip, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T. mengatakan, mahasiswa perlu memiliki kepekaan dalam memilih informasi.

    “Literasi bukan sekadar membaca, tetapi juga kemampuan untuk memahami, mengolah, menyaring, dan menggunakan informasi secara bijak,” ungkapnya, Minggu (6/9/2026).

  2. 2. 12 mahasiswa lewati seleksi berlapis

    duta literasi
    Direktorat Perpustakaan, Undip Press, dan Kearsipan menggelar Pemilihan Duta Literasi Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) 2026. (dok. Direktorat Perpustakaan)

    Untuk mencapai babak grand final, 12 mahasiswa harus melewati sejumlah tahapan seleksi. Mereka terlebih dahulu mempresentasikan gagasan mengenai upaya meningkatkan minat baca mahasiswa.

    Tahap berikutnya adalah wawancara mendalam bersama dewan juri. Pada sesi ini, para peserta diuji dari sisi wawasan, kemampuan berbicara di depan publik, hingga integritas karakter sebagai calon duta literasi.

    Grand final kemudian menjadi ruang bagi para finalis untuk menunjukkan kemampuan sekaligus kesiapan mereka menggerakkan budaya literasi di lingkungan kampus.

    Ajang tersebut tidak hanya menilai kemampuan peserta dalam memahami literasi, tetapi juga sejauh mana mereka memiliki kepekaan dan kesiapan untuk menerjemahkan literasi menjadi aksi.

  3. 3. Lahirkan pembelajar kritis dan kreatif

    Membaca Buku (pexels.com/Rahul Shah)
    Membaca Buku (pexels.com/Rahul Shah)

    Setelah seluruh rangkaian seleksi selesai, dewan juri menetapkan 12 finalis sebagai penerima penghargaan dalam tiga tingkatan medali.

    Predikat Gold Medalist diraih oleh Afri Yudatama Siregar, S.T., Ardiyanti Rahma Sekarsari, dan Iqbal Farel Arya Saputra.

    Sementara itu, Silver Medalist diberikan kepada Ira Rahmawati, Muhamad Ryllo Pambudi, Najwa Basandid, dan Rachel Tiurma Sitompul. Adapun, predikat Bronze Medalist diraih Azizatuluthfia Ahida Fatahunna’im, Cindy Claudia Sihotang, Fathina Mutawakkila, Naela Parisya Syafnel Putri, dan Najwa Lathfa Ashila.

    Melalui ajang ini, Undip berharap para duta literasi tidak berhenti pada pencapaian di atas panggung. Mereka diharapkan menjadi penggerak budaya literasi yang mendorong mahasiswa untuk semakin gemar membaca, belajar, serta berbagi pengetahuan.

    Semangat tersebut sekaligus menjadi upaya membangun lingkungan akademik yang melahirkan pembelajar kritis dan kreatif, sekaligus mampu menghadirkan solusi melalui aksi nyata.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More