Cerita Mahasiswa Palangkaraya Tembus KMI Expo XVII di Purwokerto

Mahasiswa Universitas Palangkaraya menempuh perjalanan sekitar 15 jam untuk mengikuti KMI Expo XVII 2026 di Purwokerto, setelah lolos melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha.
Tim membawa keripik ubi berbumbu bawang dayak, rimbang, dan kelakai sebagai upaya mengenalkan potensi pangan lokal Kalimantan Tengah kepada pengunjung dari berbagai daerah.
Vionae Ighesy Daniella terharu dapat membawa nama Palangkaraya ke ajang nasional; tim juga memanfaatkan expo dan media sosial untuk memperluas pengenalan produk lokal.
Banyumas, IDN Times – Perjalanan sekitar 15 jam dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tak menyurutkan semangat mahasiswa Universitas Palangkaraya untuk mengikuti Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.
Bagi Vionae Ighesy Daniella dan Diah Panjar Arum, kesempatan mengikuti ajang nasional tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan. Mereka datang selain membawa produk usaha, tetapi juga memperkenalkan cita rasa dan potensi lokal Kalimantan Tengah kepada masyarakat dari berbagai daerah, khususnya Banyumas.
KMI Expo XVII yang berlangsung pada 29 September-1 Oktober 2026 merupakan ajang nasional yang mempertemukan mahasiswa wirausaha dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
1. Rela tempuh perjalanan 15 Jam demi KMI Expo

Vionae bersama tim Universitas Palangkaraya di stand miliknya memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengelola usaha, Rabu (30/9/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Perjalanan dari Palangkaraya menuju Purwokerto bukan perkara singkat. Vionae dan Diah bersama timnya harus menempuh perjalanan sekitar 15 jam untuk bisa hadir langsung di KMI Expo XVII.
Dalam satu tim terdapat empat mahasiswa, sementara rombongan yang berangkat dari Universitas Palangkaraya berjumlah sekitar delapan orang.
Keduanya mengaku senang bisa berada di tengah mahasiswa wirausaha dari berbagai daerah di Indonesia. Apalagi, keikutsertaan mereka menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk khas Kalimantan Tengah.
"Kita datang ke Unsoed Purwokerto karena mengikuti kegiatan P2MW dari kementerian. Kemudian kita lolos untuk ikut KMI Expo,"kata Vionae.
Bagi mereka, perjalanan panjang tersebut terbayar dengan pengalaman bertemu pelaku usaha mahasiswa dari berbagai daerah dan kesempatan memperkenalkan produk ke masyarakat yang lebih luas.
2. Keripik ubi cita rasa bawang dayak

Keripik ubi khas Kalimantan Tengah sebagai bumbu, di antaranya bawang dayak, rimbang, dan kelakai yang dipamerkan di KMI Expo, Rabu (30/9/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Di stan Universitas Palangkaraya, mereka membawa produk berupa keripik ubi. Namun, produk tersebut tidak dibuat dengan cita rasa biasa.
Tim mahasiswa tersebut menambahkan sejumlah bahan khas Kalimantan Tengah sebagai bumbu, di antaranya bawang dayak, rimbang, dan kelakai.
Inovasi tersebut menjadi cara mereka mengangkat potensi pangan lokal agar lebih dikenal masyarakat di luar Kalimantan.
Menurut Vionae, produk-produk dari Kalimantan Tengah sebenarnya memiliki peluang untuk dikenal lebih luas. Ia menilai karakter rasa makanan Kalimantan yang cenderung gurih dan asin justru dapat menjadi keunikan ketika diperkenalkan kepada konsumen dari daerah lain.
"Seharusnya banyak produk-produk Kalimantan, termasuk Palangkaraya, bisa dikenal lebih banyak oleh masyarakat luar. Ketika kami memberikan tester kepada orang lain, ternyata banyak yang tertarik," ujarnya.
Melalui KMI Expo, mereka juga mendapatkan ruang untuk menguji respons konsumen secara langsung sekaligus membuka peluang pengembangan produk ke depannya.
3. Bahagia hingga menangis bisa bawa nama Palangkaraya

Salah satu stand dipintu masuk KMI Expo 2026 di Unsoed yang membuat terharu dua mahasiswa Universitas Palangkaraya, Rabu (30/9/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Ada momen emosional yang dirasakan Vionae ketika mengikuti KMI Expo XVII. Ia mengaku sampai menangis karena terharu bisa membawa produk dan nama Palangkaraya ke ajang nasional tersebut.
"Senang banget, kak. Saya sampai nangis tadi," kata Vionae saat ditanya perasaannya mengikuti KMI Expo.
Menurutnya, keikutsertaan di KMI Expo menjadi pembuktian bahwa mahasiswa dari Palangkaraya juga memiliki kesempatan untuk tampil di panggung kewirausahaan tingkat nasional.
Selain melalui pameran langsung, mereka juga ingin memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk dan potensi lokal Kalimantan Tengah.
Bagi Vionae dan Diah, pengalaman di KMI Expo ingin membawa cerita tentang daerah asal, mengenalkan bahan-bahan lokal, sekaligus membuka peluang agar produk Kalimantan Tengah dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















