Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AREBI Jateng Dorong Broker Properti Purwokerto Makin Profesional

Kab. Banyumas
AREBI Jateng Dorong Broker Properti Purwokerto Makin Profesional
Ketua Umum AREBI Clement Francis menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi broker dan tenaga pemasaran properti, Rabu (9/9/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • AREBI Jateng menggelar Gambreng di Banyumas yang dihadiri sekitar 100 pelaku properti untuk memperkuat ekosistem broker Purwokerto yang profesional, beretika, dan terpercaya.
  • AREBI menargetkan 5.000 broker tersertifikasi pada akhir 2026; sekitar 1.800 telah mengikuti proses sertifikasi, seiring batas penyesuaian Permendag 33/2025 berakhir Oktober 2026.
  • Purwokerto dan Banyumas dinilai berpotensi bagi investasi properti, sementara broker berperan menjembatani kebutuhan konsumen dengan pengembang dalam menentukan produk dan skema pembayaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyumas, IDN Times – Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jawa Tengah menggelar Gambreng (Gagasan, Rembug, Bareng) – Connecting & Collaborating di Red Chili Restaurant Banyumas, Rabu (9/9/2026).

Sekitar 100 pelaku dan tenaga pemasaran properti hadir dalam kegiatan yang menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat ekosistem bisnis properti yang profesional, beretika, dan terpercaya di Purwokerto.

  1. 1. AREBI kejar 5.000 broker tersertifikasi

    Kegiatan AREBI di Jawa Tengah terkait dorongan sertifikasi bagi para broker properti, Rabu, 9 September 2026.
    AREBI mendorong para broker properti di jawa tengah bersertifikasi, Rabu (9/9/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Ketua Umum AREBI Clement Francis menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi broker dan tenaga pemasaran properti. Menurutnya, sertifikasi diperlukan agar tenaga pemasaran memahami kompetensi sekaligus aturan dalam menjalankan bisnis.

    “Setiap marketing wajib mempunyai sertifikasi dan mengikuti uji kompetensi, supaya tahu rambu-rambu dalam berusaha di industri broker,” ujar Clement.

    AREBI menargetkan 5.000 broker tersertifikasi hingga akhir 2026. Dalam empat bulan terakhir, sekitar 1.800 broker telah mengikuti proses sertifikasi.

    Langkah tersebut juga berkaitan dengan Permendag Nomor 33 Tahun 2025 yang mengatur standar usaha jasa perantaraan perdagangan properti. Masa penyesuaian bagi broker yang belum memiliki sertifikat kompetensi berakhir pada Oktober 2026.

  2. 2. Purwokerto dinilai punya potensi properti besar

    Ketua AREBI Jawa Tengah menyampaikan peluang bisnis properti di Banyumas dan Purwokerto yang menjanjikan.
    Ketua AREBI Jawa Tengah sebut bahwa peluang bisnis properti di Banyumas terutama Purwokerto dinilai sangat menjanjikan, Rabu (9/9/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    AREBI melihat Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah dengan peluang pertumbuhan properti yang menjanjikan. Perkembangan kawasan industri dari Tegal, Batang, Kendal, Solo hingga Purwokerto dinilai ikut mendorong kebutuhan hunian dan kawasan komersial.

    Clement bahkan menyebut Purwokerto dan Banyumas sebagai hidden gem investasi. Peluangnya tidak hanya berasal dari sektor perumahan, tetapi juga industri, pendidikan hingga agrikultur.

    “Ketika investor masuk, sektor komersial hidup dan kebutuhan residensial juga meningkat,” katanya.

  3. 3. Broker jadi Ppenghubung konsumen dan developer

    Aktivitas broker properti yang berperan menyatukan konsumen dengan kebutuhan hunian pada 9 September 2026.
    Para broker properti dinilai sebagai posisi strategis menyatukan konsumen akan kebutuhan hunian, Rabu (9/9/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Menurut Clement, tenaga pemasaran memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan kebutuhan pasar. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi masukan bagi pengembang dalam menentukan produk properti.

    Mulai dari desain dan fasad bangunan, kebutuhan ruang hingga skema pembayaran dapat disesuaikan dengan minat konsumen.

    Melalui Gambreng, AREBI Jateng ingin memperkuat kolaborasi sekaligus mendorong industri broker properti yang lebih profesional, transparan, beretika, dan memberikan rasa aman bagi konsumen.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More